HUJAN (PRESIPITASI)

Pada pembelajaran kali ini geomedia akan mengupas tentang asal muasal hujan, oke, teman geo Hujan merupakan curahan butiran air berdasarkan atmosfer hingga ke permukaan bumi, baik berbentuk cair juga padat (es & salju). Butiran air tadi dari dari uap air yg mengalami penggabungan antara partikelnya melalui inti kondensasi & mengalami penurunan suhu hingga titik embun atau titik beku.

Banyaknya curah hujan yg mencapai bagian atas bumi selama selang saat eksklusif dinyatakan dengan ketebalan atau ketinggian air hujan.Ukuran ketebalan hujan dinyatakan dalam satuan milimeter (mm). Alat penakar curah hujan diklaim ombrometer. Ada 2 jenis alat penakar hujan, yaitu rekaman (otomatis) & nonrekaman. Prinsip penakaran yaitu menampung air hujan yang pribadi berdasarkan atmosfer sebelum jumlahnya berkurang akibat meresap ke dalam tanah, mengalir, atau menguap. Suatu kota yang mempunyai curah hujan sebesar 2000 mm pada setahun, ialah bila air hujan itu ditampung dengan nir meresap, mengalir, atau menguap maka tingginya akan mencapai 2000 mm (dua meter). Apabila kota itu datar maka akan mengalami banjir dengan tinggi dua meter.

Gambar ombrometer

gambar bagian bagian ombrometer

b. Jenis-jenis hujan

Proses terjadinya hujan beragam, baik ketika awal proses kondensasi, dalam ketika awan pembawa hujan diarak angin maupun dalam saat awan terangkat sang arus konveksi yg membumbung dari bawah ke atas. Di bawah ini diterangkan beberapa jenis hujan yang terjadi pada lebih kurang kita.

A. Hujan orografis

Proses hujan orografis adalah hujan yg terjadi lantaran awan yang membawa hujan diarak oleh angin berdasarkan bagian bagian atas bumi yg rendah menaiki lereng gunung atau pegunungan. Pada ketinggian eksklusif, uap air mengalami pendinginan dan mengalami kondensasi, maka terjadilah hujan di lereng pegunungan tersebut. Apabila angin bertiup pada suatu lereng pegunungan itu, maka hujan orografis (hujan pegunungan) akan terjadi pula sepanjang tahun.

Lereng gunung yang selalu mendapat curah hujan orografis dianggap lereng hadap hujan, sedangkan lereng sebelahnya yang tidak kebagian curah hujan dianggap lereng bayangan hujan.

Gambar hujan orografis

b. Hujan zenital

Hujan ini terjadi lantaran massa udara panas membumbung ke atas. Massa udara yang mengandung uap air tadi setelah hingga dalam lapisan atas, suhunya menjadi turun dan mengakibatkan kondensasi sebagai awan cumulus atau cumulonimbus. Apabila penguapan tadi bertambah akbar, awan yang terbentuk jua semakin tinggi. Pada batas tertentu terjadilah turun hujan mendadak (dapat disertai dengan adanya petir). Proses hujan zenital banyak terjadi pada daerah khatulistiwa dan pada animo panas pada daerah sedang.

Gambar hujan zenital

c. Hujan frontal

Hujan ini terjadi sebagai dampak pertemuan antara 2 massa udara yg tidak selaras suhunya, yaitu yg satu panas, sedangkan yang lain dingin. Massa udara yg panas dan mengandung uap air berkecimpung naik seperti menaiki lereng di atas massa udara yg dingin. Udara dingin yg berada pada bagian bawah misalnya merunduk menyusup pada bawah udara panas.

Gambar hujan frontal

Pertemuan antara udara panas yang membawa uap air tentu saja sangat terpengaruh. Uap air yang dibawanya mengalami pengembunan akibat diturunkan suhunya oleh udara dingin. Karena terjadi pengembunan maka terjadilah hujan yang dinamakan hujan frontal. Hujan jenis ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi banyak ditemukan di daerah lintang sedang dan di sekitar lingkar kutub (60o – 66,5o LU/LS). Udara panas berasal dari lintang yang lebih rendah, sedangkan udara dingin berasal dari lintang tinggi (sekitar kutub).Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut isohyet. Curah hujan diukur dengan menggunakan rain gouge.

Gambar rain gouge

sumber: memahami geografi kelas x  bagja waluya

Subscribe to receive free email updates:

Penipisan Lapisan Ozon (Ozon Deplation)

Lapisan ozon adalah suatu lapisan tipis yg banyak mengan dung gas ozon (O3) yang terdapat pada bagian stratosfer yg berfungsi antara lain menyerap (absorption) & memantulkan (reflection) radiasi sinar ultraviolet (UV) menurut surya sehingga sinar yg sampai ke bagian atas bumi tidak berlebihan.

Akibat dari meningkatnya kegiatan manusia di berbagai negara di dunia, eksistensi lapisan ozon tersebut sebagai semakin menipis bahkan di beberapa lokasi terutama kutub utara & selatan bumi dalam keadaan berlubang. Aktivitas insan yg berperan pada penipisan lapisan ozon, diantaranya kegiatan insan pada bidang industri. Industri banyak mengemisikan CFC dari limbah pabrik berupa gas berdasarkan pabrik, refrigrator, AC (Air Conditioner), dan aerosol. Akibat dari menipisnya lapisan ozon pada atmosfer bumi, membawa konsekuensi, sebagai berikut.

  1. Perubahan iklim global, hal ini disebabkan sinar matahari yang mengarah ke bumi biasanya sebagian besar dipantulkan kembali ke jagat raya dan sebagian diserap oleh atmosfer bumi serta sebagian  kecil lainnya sampai ke permukaan bumi. Akibat dari menipisnya lapisan ozon yang merupakan bagian dari atmosfer bumi, sinar matahari dapat secara langsung sampai ke permukaan bumi tanpa melalui adanya proses pemantulan (refleksi) dan penyerapan (absorpsi). Akibatnya, suhu udara di bumi akan lebih cepat panas dan pada akhirnya akan mengakibatkan terjadinya perubahan iklim di bumi secara global.
  2. Bahaya terhadap kelangsungan makhluk hidup di bumi, hal ini disebabkan radiasi sinar matahari terutama ultraviolet yang sampai ke permukaan bumi dapat mencapai jumlah yang sangat berlebihan. Hal ini dapat menimbulkan berbagai akibat, seperti timbulnya penyakit kanker kulit, katarak, proses penuaan kulit menjadi lebih cepat, dan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Selain itu radiasi ultraviolet yang berlebihan dapat pula mengakibatkan terganggunya fotosintesis pada tumbuhan di darat maupun di laut sehingga rantai makanan menjadi terganggu dan mengalami ketidakseimbangan.

Subscribe to receive free email updates:

Awan

Awan

Awan merupakan gugusan titik-titik air/kristal es di pada udara yg terjadi karena adanya kondensasi/sublimasi berdasarkan uap air yg masih ada pada udara. Awan yang menempel di permukaan bumi diklaim kabut.

Jenis-jenis awan diantaranya sebagai berikut.

1) Berdasarkan Morfologinya (Bentuknya)

a) Awan Commulus, yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal (bundar -bulat) dan bagian dasarnya horizontal.

B) Awan Stratus, yaitu awan yg tipis & beredar luas sebagai akibatnya dapat menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah grup awan yg rendah dan luas.

C) Awan Cirrus, yaitu awan yg berdiri sendiri halus & berserat, berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es namun tidak menyebabkan turunnya hujan.

Dua) Berdasarkan Ketinggiannya

a) Awan Tinggi (lebih berdasarkan 6000 m?9000 m), lantaran tingginya awan ini selalu berupa kristal-kristal es.

(1) Cirrus (Ci) : awan tipis seperti bulu burung

(dua) Cirrostratus (Ci-St) : awan putih merata seperti tabir (3) Cirrocummulus (Ci-Cu) : seperti sisik ikan

b) Awan Sedang (2000 m?6000 m).

(1) Altocummulus (A-Cu) : awan bergumpal-gumpal tebal

(dua) Altostratus (A-St) : awan berlapis-lapis tebal c) Awan Rendah (di bawah 200 m).

(1) Stratocummulus (St-Cu) : awan yg tebal, luas, dan ber gumpa-lgumpal

(dua) Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapislapis

(tiga) Nimbostratus (No-St) : lapisan awan yang luas, sebagian sudah adalah hujan d) Awan yg terjadi karena udara naik, masih ada dalam ketinggian 500 m?1500 m.

(1) Cummulus (Cu) : awan bergumpal-gumpal, dasarnya homogen

(dua) Cumulonimbus (Cu-Ni) : awan yg bergumpal-gumpal, luas,& sebagian telah meru pakan hujan,serta tak jarang terjadi angin ribut

Subscribe to receive free email updates:

Efek Rumah Kaca (Green House Effect)

Secara umum, bumi memiliki fungsi memantulkan cahaya matahari dalam bentuk sinar inframerah ke atmosfer. Kemudian sinar inframerah tersebut akan diserap (absorpsi) kembali oleh gas-gas atau zat-zat yang

ada di atmosfer, sehingga keadaan bumi menjadi tetap hangat atau panas walaupun pada saat malam hari.

Gas atau zat-zat yang berfungsi menyerap dan menahan pantulan sinar inframerah dari bumi disebut gas-gas rumah kaca (green house glasses) karena seolah-olah gas-gas itu berfungsi sebagai kaca pada suatu rumah

kaca. Tertahannya sinar inframerah oleh gas-gas rumah kaca, mengakibatkan terjadinya kenaikan suhu udara di muka bumi yang disebut efek rumah kaca (green house effect). Naiknya suhu udara di bumi secara

menyeluruh disebut pemanasan global (global warming).

Gas-gas yang berfungsi seperti rumah kaca, antara lain Karbondioksida (CO2), Metan (CH4), gas atau senyawa Nitrogen (NO, NH3 dan N2O), senyawa Sulfur (H2S dan SO2), Ozon (O3) dan Clorofluorocarbon (CFC). Di antara gas-gas rumah kaca tersebut, Karbondioksida (CO2)

dan Clorofluorokarbon (CFC) merupakan gas yang paling dominan dan penting dalam memberikan konstribusi pada terjadinya pemanasan global. Karbon dioksida dikeluarkan ke atmosfer melalui aktivitas pembakaran pada mesin-mesin industri yang berbahan bakar batu bara, bensin, minyak tanah, atau solar, selain itu dari asap kendaraan bermotor serta hasil metabolisme dan respirasi makhluk hidup. Adapun CFC dilepaskan ke atmosfer melalui aktivitas manusia dalam bentuk penggunaan lemari es, AC (Air Conditioner), atau aerosol yang disemprotkan, misalnya parfum yang menggunakan freon dan halon.

Akibat dari banyaknya CO2, CFC, dan gas-gas rumah kaca lainnya yang dilepaskan ke atmosfer, maka suhu udara di bumi akan semakin cepat meningkat yang pada akhirnya akan mengakibatkan gangguan dan

perubahan iklim secara global. Hal ini ditandai dengan meningkatnya pencairan es atau salju di kedua kutub bumi dan naiknya permukaan air laut secara keseluruhan sehingga memungkinkan tergenangnya kota-kota

di sepanjang pantai.

Subscribe to receive free email updates:

UNSUR UNSUR CUACA DAN IKLIM

Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan dalam  jangka waktu yang singkat. Cuaca terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya pagi hari, siang hari, atau sore hari, dan keadaannya dapat berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jamnya.

Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas. Matahari adalah kendali iklim yang sangat penting dan sumber energi di bumi yang menimbulkan gerak udara dan arus laut. Kendali iklim yang lain, misalnya distribusi darat dan air, tekanan tinggi dan rendah, massa udara, pegunungan, serta arus laut dan badai. Perlu Anda ketahui bahwa ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut Klimatologi, sedangkan ilmu yang mempelajari tentang keadaan cuaca disebut Meteorologi.

Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim

Unsur-unsur iklim sama dengan unsur cuaca, yaitu penyinaran dan suhu, angin, awan, kelembapan udara, dan curah hujan.

1. Penyinaran dan Suhu

Sumber panas di bumi adalah matahari. Banyak sedikitnya sinar yang diterima oleh permukaan bumi ditentukan oleh faktor-faktor berikut.

  • Keadaan Awan Jika mendung atau berawan, sebagian panas matahari diserap oleh awan.
  • Keadaan Permukaan Bumi : Bidang permukaan bumi yang terdiri atas laut dan daratan sangat mempengaruhi penyerapan sinar matahari.
  • Sudut Datang Matahari : Apabila matahari dalam keadaan tegak, sudut datang matahari akan semakin kecil sehingga semakin banyak panas yang diterima bumi. Matahari dalam keadaan miring sudutnya semakin besar sehingga semakit sedikit sinar panas yang diterima di bumi.
  • Lama Penyinaran Matahari : Makin lama matahari bersinar, makin banyak panas yang diterima bumi. Alat pengukur suhu udara disebut termometer.

Daratan akan cepat menjadi panas dibandingkan dengan air atau laut. Pada siang hari suhu daratan cepat menjadi panas, tetapi pada malam hari daratan cepat menjadi dingin. Keadaan suhu sepanjang hari dapat diukur dengan termometer.

2. Angin

Angin adalah gerakan udara yang disebabkan adanya perbedaan suhu, yang selanjutnya mengakibatkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah.

3. Awan

Udara yang naik akan menjadi dingin sehingga kelembapannya bertambah. Pada ketinggian tertentu udara tersebut akan jenuh dengan air sehingga terbentuklah awan.

4. Kelembapan Udara

Kelembapan udara, yaitu banyak sedikitnya uap air di udara. Kelembapan ini mempengaruhi pengendapan air di udara. Pengendapan air di udara dapat berupa awan, kabut, embun, dan hujan. Alat untuk mengukur kelembaban udara disebut higrografi. Kelembapan udara terdiri atas kelembapan relatif dan kelembapan absolut.

5. Curah Hujan

Hujan merupakan peristiwa alam yang ditandai dengan jatuhnya titiktitik air ke permukaan bumi. Terjadinya hujan diawali oleh adanya penyinaran matahari pada air laut, danau, sungai, dan lain-lain sehingga menyebabkan terjadinya penguapan. Hasil penguapan yang berupa uap air terbawa oleh angin ke tempat yang lebih tinggi. Pada ketinggian tertentu karena proses pendinginan (kondensasi) terjadilah titik-titik air yang semakin lama semakin besar volumenya dan kemudian jatuh sebagai hujan. Alat pengukur arah hujan disebut ombrometer.

Keterangan:

Tx  =  temperatur rata-rata suatu tempat (x) yang dicari (oC).

To  =  temperatur suatu tempat yang sudah diketahui (oC).

h  =   tinggi tempat (m dpl)

Contoh:

Temperatur daerah Sukamakmur 20°C. Ketinggian tempatnya 700 m di atas permukaan laut. Berapakah temperatur rata-rata daerah Sukamakmur?

Jawab:

Diketahui:

To  =   20° C

h  =  700 m dpl

Ditanyakan: Tx?

Subscribe to receive free email updates:

Cara mengukur Suhu Udara pada Ketinggian Tempat Tertentu

Bagaimana memilih suhu udara suatu loka berdasarkan ketinggiannya? Penentuan suhu udara suatu loka dapat dilakukan dengan rumus menjadi berikut.

1) Jika hanya diketahui ketinggian suatu loka.

Ket.

T = Suhu udara yg dicari (?C).

26,tiga = Konstanta (suhu udara homogen-rata di wilayah pantai tropis).

0,6 = Konstanta.

H = Tinggi loka dalam ratusan meter.

Contoh soal:

Berapa suhu udara di wilayah A, jika mempunyai ketinggian 1.500 m berdasarkan permukaan bahari?

Jawab:

T = 26,tiga ? 0,6 (15)

= 26,3 ? 9

= 17,3?C

Jadi, suhu udara di daerah A adalah 17,tiga?C.

2) Jika diketahui ketinggian 2 loka, yg satu diketahui suhu udaranya & yang satu tidak.

?T = Selisih suhu udara antara tempat 1 dengan loka 2 (?C).

X = Ketinggian loka yang diketahui suhu udaranya (m).

X 1,dua = Ketinggian tempat yg dicari suhu udaranya (m).

Contoh soal:

Kota A mempunyai ketinggian 50 m di atas permukaan bahari. Ratarata suhu udara pada kota A merupakan 28?C. Berapakah homogen-rata suhu udara kota B yang mempunyai ketinggian 260 m di atas bagian atas bahari?

Jawab:

?T

= 0,006 (lima ? 215) ? 1?C

= ?1,26?C

Jadi, suhu udara kota B = 28?C ? 1,26?C

= 26,74?C

Subscribe to receive free email updates:

Kelembaban Udara

Bagaimanakah syarat udara yang bisa kamu rasakan pada wilayah pegunungan dan di dataran rendah? Udara pada pegunungan terasa sejuk dan dingin. Sedang udara pada dataran rendah terasa kering & panas.Mengapa demikian? Udara terasa sejuk karena mengandung poly uap air atau tingkat kelembapannya tinggi. Sedang udara terasa keringkarena kandungan uap air sedikit atau tingkat kelembapannya rendah. Perlu diingat bahwa semakin tinggi suhu udara, kemampuanmenyimpan uap air semakin poly, dan kebalikannya. Jadi, kelembapan udara dipengaruhi suhu. Kelembapan udara dibedakan menjadikelembapan absolut atau absolut, dan kelembapan nisbi atau relatif.

A. Kelembapan Mutlak atau Absolut

Apakah yg dimaksud kelembapan absolut atau mutlak?

Untuk mengetahuinya, coba perhatikan gambar pada samping.Pada gambar itu bisa dilihat bahwa evaporasi berlangsung dalam wadah tertutup. Uap air semakin lama bertambah banyak,lalu terjadi kondensasi. Tetes-tetes air yg terbentuk mengumpul pada bawah tutup wadah. Pada ketika eksklusif udara pada wadah tidak mampu lagi menyerap molekul uap air. Keadaan ini telah mencapai jenuh uap air.

Dari penerangan di atas dapat diketahui bahwa kelembapanmutlak adalah jumlah uap air aktual pada volume udara tertentu dan pada suhu udara eksklusif. Udara hangat lebih berpotensi menahan uap air daripada udara dingin. Dengan demikian,kelembapan mutlak lebih tinggi di daerah tropis dibanding di daerah sedang yang dingin. Kelembapan mutlak lebih sulit ditentukan atau diukur dibanding kelembapan relatif.

B. Kelembapan Relatif atau Nisbi

Kelembapan relatif secara eksklusif dipengaruhi oleh perubahan suhu udara. Jika suhu udara naik, maka jumlah uap air yg dapat dikandung jua semakin tinggi sebagai akibatnya kelembapan relatifnya turun. Dan sebaliknya, apabila suhu udara turun, kelembapan relatifnya naik, lantaran kapasitas udara menyimpan uap air berkurang. Kelembapan nisbi memberitahuakn perbandingan jumlah uap air aktual di udara menggunakan jumlah maksimum uap air yg bisa dikandung udara dalam suhu eksklusif.

Kelembapan nisbi (LR) dapat dirumuskan menjadi berikut.

LR = Kelembapan nisbi (%).

E = Kandungan uap air aktual di udara.

E = Kemampuan maksimal udara dalam mengandung uap air.

Contoh:

Daya tampung maksimum udara buat menyimpan uap air pada suhu 20? C merupakan 30 gr/m3

Uap air yang terkandung dalam udara saat pengukuran adalah 15 gr/m3  . Berapakah kelembapan relatifnya?

Jawab

Pengukuran Kelembapan Relatif

Kelembapan relatif bisa diukur dengan memakai higrometer. Alat ini umumnya terdiri atas

termometer bola kemarau dan termometer bola basah. Disebut termometer bola basah lantaran higrometer pada pangkal bola dibungkus kain bersumbu dan jenuh air. Dan, termometer suhunya adalah termometer biasa. Untuk mengetahui kelembapan relatif dalam saat eksklusif, dibutuhkan catatan mengenai suhu udara menurut termometer bola kemarau, serta menghitung disparitas antara pembacaan bola kering & basah yg dianggap penurunan bola basah (wet bulb depression).

Subscribe to receive free email updates:

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Angin

Angin dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti berlayar, menggerakkan kincir, dan mengeringkan jemuran. Tetapi, jika angin memiliki kecepatan tinggi, maka tiupan bisa  memorak porandakan daerah yang dilaluinya. Angin bertiup dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Hal-hal yang berkaitan dengan angin antara lain kecepatan, arah, dan sistem angin.

Kecepatan angin yang bertiup ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:

1) Gradien Barometris

Perbedaan tekanan udara antara 2 tempat akan menghasilkan angin. Semakin akbar disparitas tekanan udara, maka angin yg bertiup pun akan semakin kencang atau bertenaga.

Sebagaimana yang dirumuskan dalam hukum Stevenson. Menurut Stevenson kekuatan angin yang bertiup berbanding lurus menggunakan gradien barometernya. Semakin besar gradien barometernya, semakin bertenaga angin yang bertiup. Gradien barometer merupakan disparitas tekanan udara antara dua isobar dalam tiap jarak lurus 15 meridian atau 111 km.

Contoh soal:

Diketahui dua isobar X dan Y. Isobar X mempunyai tekanan udara 1.450 mb (milibar) dan isobar Y mempunyai tekanan udara 1.150 mb. Jika jarak X & Y merupakan 600 km, berapakah gradien barometernya?

Jawab:

Perbedaan tekanan X & Y = 1.450 ? 1.150 = 300 mb.

2) Relief Permukaan Bumi

Relief yang tidak rata menjadi penghambat bagi aliran atau tiupan angin. . Di daerah perbukitan aliran angin terhambat bukit-bukit, sehingga bertiup dengan kecepatan lebih lambat dibanding  di daerah dataran.

Tiga) Ketinggian Tempat

Tiupan angin ditempat yang tinggi lebih kencan daripada tiupan angin di loka yang rendah ? Misalnya saat kalian naik gedung bertingkat akan merasakan tiupan angin yg kencang waktu pada puncak yang lebuh tinggi.

4) Letak Lintang

Letak lintang berkaitan menggunakan posisi Matahari. Di wilayah lintang rendah banyak menerima sinar Matahari, sebagai akibatnya lebih panas dibandingkan pada daerah lintang tinggi. Dan kebalikannya, di daerah lintang tinggi lebih sedikit mendapatkan sinar Matahari sehingga suhu udaranya pun lebih dingin dibanding daerah lintang rendah. Perbedaan panas ini mengakibatkan sistem angin primer pada Bumi. Selain itu, atmosfer pula ikut berotasi dengan Bumi. Molekul-molekul udara berkecimpung ke arah timur sinkron arah rotasi Bumi. Gerakan ini diklaim gerakan linier. Bentuk Bumi yang bulat mengakibatkan kecepatan linier tertinggi di wilayah ekuator (letak lintang rendah) & makin kecil ke arah kutub (letak lintang tinggi).

Lima) Panjang Siang dan Malam

Jika dirasakan, kecepatan angin pada saat siang & malam berbeda. Angin bertiup lebih cepat siang hari dibanding malam hari. Panjang siang & malam pada beberapa wilayah nir sama sebagai akibatnya menyebabkan tekanan udara maksimum & minimum berubah-ubah. Akibatnya, arah aliran udara tidak tetap atau nir menentu.

Subscribe to receive free email updates:

El Nino dan La Nina

El Nino dan La Nina, mirip seperti nama orang. Tetapi, sebenarnya El Nino dan La Nina merupakan gejala iklim yang menyimpang  dari kondisi normal. Penyimpangan ini merupakan gejala ekstrem osilasi selatan yang penyebabnya masih belum jelas. Gejala El Nino dan La Nina terjadi setiap kurun waktu 2 sampai dengan 10 tahun. Wilayah yang terkena dampak dari El Nino dan La Nina adalah Asia, Australia, Afrika, dan Amerika Selatan. Bagaimana terjadinya El Nino dan La Nina dan apa dampaknya? Simak paparan berikut ini.

1. El Nino

Pada pola cuaca yg normal, angin timur di Samudra Pasifik bertiup ke barat dan mendorong air bahari hangat ke bagian atas. Akibatnya, air laut pada bagian barat samudra lebih hangat dua? C & lebih tinggi 40 centimeter. Di bagian timur samudra, air laut dingin menggantikan air bahari hangat. Keadaan ini mengakibatkan udara lembap hangat naik di bagian barat dengan membawa uap air & menyebabkan hujan. Sedang udara di bagian timur yg kering dan dingin turun dan bertiup di pantai Amerika selatan.

El Nino menyebabkan pola cuaca normal mengalami pergeseran. Angin pasat tenggara melemah sebagai akibatnya arus laut hangat yang umumnya sampai di bagian barat Samudra Pasifik balik ke timur. Sebenarnya, pola Sirkum El Nino sama dengan pola cuaca normal, hanya arah alirannya terbalik. Keadaan ini mengakibatkan angin pasat yg kaya uap air & berpotensi mendatangkan banyak hujan tidak hingga daerah Asia dan Australia, sebagai akibatnya menyebabkan kekeringan hebat di wilayah ini, termasuk Indonesia. Angin pasat yang kembali ke arah timur dengan membawa banyak uap air menyebabkan hujan sangat lebat di daerah Amerika selatan, misalnya Peru dan Ekuador. Bahkan,

gurun di wilayah ini mengalami banjir dan tanah longsor. Coba perhatikan disparitas syarat iklim normal menggunakan syarat selama El Nino di Samudra Pasifik pada gambar ini dia.

2. La Nina

Sifat dari La Nina antagonis menggunakan El Nino. La Nina terjadi jika arus udara dan arus air bahari saling memperkuat sehingga angin pasat bertiup dengan kencang. Angin pasat yg bertiup kencang menyebabkan air laut hangat mengalir ke arah barat. Akibatnya, daerah barat, yaitu daerah bagian Asia, Australia, & Afrika mengalami musim hujan sangat lebat. Sebaliknya, wilayah Amerika Selatan mengalami kekeringan hebat. Perhatikan pola cuaca selama La Nina berlangsung dalam gambar di bawah ini.

Subscribe to receive free email updates:

Faktor yang Memengaruhi Suhu Udara

Di depan telah disampaikan bahwa energi sinar Matahari berfungsi memanaskan atmosfer. Pemanasan atmosfer menyebabkan peningkatan suhu udara. Apa yang dimaksud dengan suhu udara? Suhu udara menunjukkan tingkat panas atau  dinginnya atmosfer. Suhu udara itu sendiri merupakan salah satu unsur penting dari cuaca dan iklim. Berdasarkan pengamatan, suhu udara bervariasi dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat lain.

Faktor yg Memengaruhi Suhu Udara

Tempat-tempat di permukiman Bumi mempunyai suhu udara yang berbeda-beda dan bersifat menyebar. Suhu permukaan Bumi menyebar secara horizontal & vertikal. Persebaran secara horizontal memperlihatkan suhu udara tertinggi masih ada pada daerah tropis (ekuator) dan semakin ke arah kutub suhu udara semakin dingin. Sedang persebaran secara vertikal menampakan, semakin tinggi tempat,maka suhu udara semakin dingin. Perbedaan suhu udara pada poly tempat ditentukan faktorfaktor

sebagai berikut.

1) Letak lintang.

2) Ketinggian loka.

3) Jenis permukaan.

4) Kelembapan udara.

Lima) Tutupan awan pada angkasa.

6) Arus samudra.

7) Jarak dari laut.

B. Pengukuran Suhu Udara

Suhu udara diukur menggunakan termometer. Pada umumnya, termometer yang dipakai merupakan termometer maksimum?Minimum. Sesuai menggunakan namanya, indera pengukur suhu udara ini terdiri atas termometer maksimum & termometer minimum. Termometer lain yg bisa digunakan buat mengukur suhu udara merupakan termometer adonan berbentuk ?U? Yang dianggap termometer six. Termometer ini berisi alkohol & air raksa. Suhu udara bisa diukur secara harian, bulanan, dan tahunan.

Subscribe to receive free email updates:

Klasifikasi tipe iklim

A Iklim mentari

Pembagian iklim dari pada letak lintang suatu daerah pada permukaan bumi. Temperatur udara suatu tempat akan rendah jika letaknya makin jauh berdasarkan khatulistiwa. Pembagian iklimnya merupakan menjadi berikut :

Iklim surya dianggap jua iklim niscaya lantaran letak garis lintang telah pasti nir berubah-ubah. Iklim surya merupakan iklim yg penentuannya berdasarkan banyaknya sinar mentari yang diterima sang bumi. Daerah yg paling poly mendapatkan sinar panas mentari adalah wilayah yang terletak antara 0??23,5?LU dan 0??23,lima?LS.

Dengan adanya mobilitas semu mentari , wilayah ini menerima panas yg tinggi sepanjang tahun. Daerah yang letaknya semakin jauh berdasarkan katulistiwa mendapatkan panas surya yang semakin sedikit. Oleh karena itu, semakin tinggi garis lintang, daerah tadi semakin dingin.

B. Iklim koppen

Seorang pakar klimatologi dari Universitas Graz Austria, Wladimir Koppen (1918) mencoba menciptakan sistem penggolongan iklim global berdasarkan unsur-unsur cuaca, meliputi intensitas, curah hujan, suhu, & kelembapan.

Gambar 9. Iklim koppen

Klasifikasi iklim Koppen menggunakan sistem huruf. Huruf pertama pada sistem klasifikasi iklim Koppen terdiri atas lima huruf modal yg memberitahuakn karakter suhu atau curah hujan. Kelima jenis iklim tadi merupakan menjadi berikut.

1) Iklim A (Iklim tropis), ditandai menggunakan homogen-rata suhu bulan terdingin masih lebih berdasarkan 18?C. Adapun homogen-homogen kelembapan udara senantiasa tinggi.

2) Iklim B (Iklim arid atau kemarau), ditandai dengan homogen-rata proses penguapan air selalu tinggi dibandingkan menggunakan curah hujan yg jatuh, sehingga nir terdapat kelebihan air tanah dan tidak ada sungai yang mengalir secara permanen.

Tiga) Iklim C (Iklim sedang hangat atau mesothermal), ditandai menggunakan homogen-rata suhu bulan terdingin adalah pada atas -tiga?C, tetapi kurang menurut 18?C. Minimal ada satu bulan yg melebihi homogen-homogen suhu pada atas 10?C. Iklim C ditandai menggunakan adanya empat animo (spring, summer, autumn, & winter).

4) Iklim D (Iklim salju atau mikrothermal), ditandai dengan homogen-rata suhu bulan terdingin merupakan kurang dari ?Tiga?C.

Lima) Iklim E (Iklim es atau salju abadi), ditandai menggunakan homogen-rata suhu bulan terpanas kurang berdasarkan 10?C. Di daerah iklim E nir terdapat ekspresi dominan panas yang kentara.

Huruf kedua menerangkan taraf kelembapan, taraf kekeringan, atau kebekuan daerah. Untuk tipe iklim A, C, dan D alfabet keduanya antara lain:

1) alfabet f memperlihatkan lembap, ditandai dengan curah hujan cukup setiap bulan & nir terdapat trend kemarau

2) alfabet w menandai periode trend kering jatuh dalam demam isu dingin (winter)

3) huruf s menandai periode trend kemarau jatuh dalam isu terkini panas (summer)

4) huruf m memperlihatkan muson, ditandai dengan adanya trend kering yang kentara walaupun periodenya pendek.

Khusus buat tipe iklim B, huruf keduanya adalah:

1) huruf s (steppa atau semi arid), ditandai menggunakan rata-homogen curah hujan tahunan berkisar antara 380 mm - 760 mm, &

2) huruf w (gurun atau arid), ditandai menggunakan homogen-rata curah hujan tahunan kurang menurut 250 mm.

Khusus buat tipe iklim E, alfabet keduanya merupakan:

1) huruf t artinya tundra

dua) alfabet f adalah salju abadi (senantiasa tertutup es)

3) huruf h ialah iklim salju pegunungan tinggi.

Kombinasi menurut ke 2 kelompok huruf dalam sistem penggolongan iklim Koppen adalah menjadi berikut.

1) Af adalah iklim hutan hujan tropis.

2) Aw artinya iklim savana tropis.

3) Am adalah pertengahan antara iklim hutan hujan tropis dan savana.

4) BS adalah iklim steppa.

5) BW artinya iklim gurun.

6) Cw artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) menggunakan winter yang kering.

7) Cs merupakan iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dengan summer yang kering.

8) Cf artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dan lembap sepanjang tahun.

9) Df artinya iklim mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) & lembap sepanjang tahun.

10) Dw ialah iklim mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) menggunakan winter yg kering.

11) ET adalah iklim tundra.

12) EF merupakan iklim kutub (senantiasa beku).

13) EH ialah iklim salju pegunungan tinggi.

C. Iklim Schmidt-ferguson

Khusus buat keperluan dalam bidang pertanian & perkebunan, Schmidt & Ferguson menciptakan penggolongan iklim spesifik wilayah tropis. Dasar pengklasifikasian iklim ini adalah jumlah curah hujan yang jatuh setiap bulan sebagai akibatnya diketahui homogen-rata bulan basah, lembap, & bulan kemarau.

Bulan kemarau adalah bulan-bulan yang mempunyai tebal curah hujan kurang dari 60 mm, bulan lembap merupakan bulan-bulan yang memiliki tebal curah hujan antara 60 mm?100 mm. Bulan basah adalah bulan-bulan yang mempunyai tebal curah hujan lebih menurut 100 mm.

Seperti halnya klasifikasi iklim menurut Vladimir Koppen, sistem klasifikasi penggolongan iklim menurut Schmidt-Ferguson menggunakan sistem huruf yang didasarkan atas nilai Q, yaitu  persentase perbandingan rata-rata jumlah bulan basah dan bulan kering.

Untuk memilih tipe iklim Schmidt-Ferguson digunakan rumus sebagai berikut.

Keterangan :

Q = perbandingan bulan kemarau & bulan basah (%)

Md =mean (rata-rata) bulan kering, yaitu perbandingan antara jumlah bulan keringdibagi menggunakan jumlah tahun pengamatan

Mw =mean (rata-homogen) bulan basah, yaitu perbandingan antara jumlah bulan basah dibagi dengan jumlah tahun pengamatan

Ketentuan menurut sistem pembagian terstruktur mengenai iklim Schmidt-Ferguson merupakan sebagai berikut.

Subscribe to receive free email updates:

Struktur lapisan atmosfer

A. Troposfer

Gejala cuaca (awan, petir, topan, badai & hujan) terjadi di lapisan troposfer. Pada lapisan ini masih ada penurunan suhu yang terjadi karena sangat sedikitnya troposfermenyerap radiasi gelombang pendek berdasarkan surya. Sebaliknya bagian atas tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang terletak diaatasnya, melalui konduksi, konveksi, kondensasi dan sublimasi yang dilepaskan sang uap air atmosfer. Konduksi adalah proses pemanasan secara merambat. Konveksi merupakan proses pemanasan secara mengalir. Kondensasi adalah proses pendinginan yang membarui wujud uap air menjadi air. Sublimasi adalah proses perubahan wujud es menjadi uap air

Pertukaran panas banyak terjadi pada troposfer bawah, lantaran suhu turun menggunakan bertambahnya ketinggian pada situasi meteorologi. Tiap naik 100 meter, suhunya akan turun 0,5?-0,6?C

Udara troposfer atas sangat dingin dengan demikian lebih berat dibandingkan dengan udara diatas tropopaus sehingga udara troposfer tidak dapat menembus tropopause. Ketinggian tropopause lebih besar dari ekuator daripada di daerah kutub. Tropopause terletak pada ketinggian 18 km dengan suhu   -80˚C,  sedangkan di kutub tropopause hanya mencapai ketinggian 6 km dengan suhu  40 ˚C. tropopause adalah lapisan udara yang terdapat di antara troposfer dengan stratosfer.

B. Stratosfer

Lapisan atmosfer diatas tropopause adalah lapisan inversi, ialah suhu udara bertambah tinggi (panas) seiring dengan naiknya ketinggian. Disebut pula lapisan isothermis. Kenaikan ini ditimbulkan sang lapisab ozonosfer yg menyerap radiasi ultra violet berdasarkan mentari . Bagaian atas stratosfer dibatasi oleh bagian atas diskontinuitas suhu yg disebut stratopoause. Stratopause terletak dalam ketinggian 60 km menggunakan suhu 0? C.

C. Mesosfer

Lapisan mesosfer ditandai dengan penurunan orde suhu 0.4˚ C setiap 100 meter, karena lapisan ini mempunyai keseimbangan radiasi yang negatif. Bagian atas mesosfer dibatasi oleh mesopause yaitu lapisan di dalam atmosfer yang mempunyai suhu paling rendah, kira-kira   ˚C. ketinggian sekitar 85 km.

D. Termosfer

Lapisan ini terletak pada ketinggian 85 & 300 km yang ditandai dengan kenaikan suhu berdasarkan -100? C hingga ratusan bahkan ribuan derajat.

E. Eksosfer

Lapisan ini merupakn lapisan paling luar menurut atmosfer. Pada lapisan ini imbas gaya gravitasi mini . Meteor yang melintasi bumi, mulai berinteraksi menggunakan susunan atmosfer bumi dalam lapisan ini.

Subscribe to receive free email updates:

Pengertian atmosfer

Atmosfer secara umum adalah lapisan udara yg menyelimuti bumi. Lapisan udara yg terkandung dalam atmosfer mempunyai peran krusial dalam kehidupan insan. Selain berperan buat pernafasan sebagai sumber kehidupan, atmosfer juga berfungsi menjadi pelindung bumi berdasarkan pancaran energi matahari yg sangat bertenaga pada siang hari dan mencegah hilangnya panas pada malam hari.

Atmosfer juga melindungi bumi dari hujan meteor. Atmosfer jua merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yg bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas & hancur sebelum mencapai bagian atas bumi.

Lapisan atmosfer adalah adonan berdasarkan gas yang nir tampak dan tidak berwarna. Empat gas utama dalam udara kemarau mencakup:

Kondisi dan manfaat gas pada atmosfer diantaranya:

  1. Nitrogen ) jumlahnya paling banyak, meliputi 78 bagian. Nitrogen tidak langsung bergabung dengan unsur lain, tetapi merupakan bagian dari senyawa organik.
  2. Oksigen (  sangat penting bagi kehidupan, yaitu untuk mengubah zat makanan menjadi energi hidup
  3. Karbon dioksida   menyebabkan efek rumah kaca  (green house) transparan terhadap radiasi gelombang pendek dan menyerap radiasi gelombang panjang. Dengan demikian kenaikan konsentrasi  di dalam atmosfer akan menyebabkan kenaikan suhu di bumi.
  4. Ozon  ) adalah gas yang sangat aktif dan merupakan bentuk lain dari oksigen. Gas ini terdapat pada ketinggian antara 20 hingga 30 km. Ozon dapat menyerap radiasi ultra violet yang mempunyai energi besar dan berbahaya bagi tubuh manusia.
  5. Dalah satu unsur yang penting dalam atmosfer adalah uap air. Uap air ( O) sangat penting dalam proses cuaca atau iklim, karena dapat merupah fase (wujud) menjadi fase cair, atau fase padat melalui kondensasi dan deposisi. Perubahan fase air, dapat dilukiskan pada gambar

Uap air merupakan senyawa kimia udara dalam jumlah akbar yang tersusun dari 2 bagian hidrogen dan satu bagian oksigen. Uap air yg terdapat pada atmosfer adalah output penguapan dari bahari, danau, kolam, sungai & transpirasi tanaman .

Atmosfer selalu dikotori oleh debu. Debu adalah kata yang dipakai buat benda yg sangat kecil sehingga tidak tampak kecuali dengan mikroskop. Jumlah debu berubah-ubah tergantung dalam tempat. Sumber debu beraneka ragam, yaitu asap, abu vulkanik, pembakaran bahan bakar, kebakaran hutan, smog dan lainnya. Smog singkatan berdasarkan smoge and fog merupakan kabut tebal yang acapkali dijumpai pada daerah industri yang lembab. Debu daoat menyerap, mementulkan, & menghamburkan radiasi matahari. Debu atmosferik bisa disapu turun ke bagian atas bumioleh curah hujan, tetapi kemudian atmosfer bisa terisi partikel debu balik . Debu atmosfer merupakan kotoran yang terdapat di atmosfer.

Subscribe to receive free email updates: