Penentuan Lokasi Industri

Banyak faktor yg perlu dipertimbangkan pada membangun industri pada suatu lokasi. Beberapa ahli mengungkapkan beberapa faktor yg dipertimbangkan dalam penentuan lokasi industri. Faktor tersebut menjadi berikut.

1) Industri Berorientasi Pasar (Market Oriented Industry)

Industri yg dibangun menggunakan tujuan lebih mendekatkan kepada konsumen atau pelanggan. Jarak lokasi industri dengan konsumen menjadi galat satu pertimbangan pada membentuk

industri. Selain itu, kualitas barang output industri, yang terkait menggunakan mutu, model, keawetan, & kegunaan barang berpengaruh dalam poly sedikitnya konsumen barang output industri tersebut.

2) Industri Berorientasi Permintaan (Supply Oriented Industry)

Industri yang dibangun dengan tujuan menyediakan barangbarang kebutuhan konsumen. Apa yang dibutuhkan konsumen menjadi dasar pertimbangan didirikannya suatu industri. Selain itu, fasilitas pendukung seperti jalan, listrik, dan telepon  juga dipertimbangkan.

3) Industri Berorientasi Tenaga Kerja (Power Oriented Industry)

Industri ini dibangun dengan tujuan mendayagunakan tenaga kerja. Lokasi industri berada pada wilayah yang tersedia poly energi kerja.

4) Industri Berorientasi Bahan Mentah (Raw Material Oriented Industry)

Industri yang dibangun menggunakan tujuan memanfaatkan bahan mentah yang tersedia. Lokasi industri ini berada di wilayah yg menyediakan bahan mentah. Alasan pembangunan industri pada daerah yg memiliki bahan mentah banyak, antara lain karena volume bahan mentah yang berat atau akbar

juga kondisi bahan mentah yang cepat rusak, sehingga harus cepat diolah.

Subscribe to receive free email updates:

KAWASAN INDUSTRI DAN KAWASAN BERIKAT

Kawasan Industri (Indsutri Estate)

Kawasan industri adalah tempat tempat pemusatan aktivitas industri pengolahan yg dilengkapi menggunakan prasarana-prasarana, & fasilitas penunjang lainnya yang disediakan dan dikelola sang perusahaan daerah industri. Tujuan dibangunnya kawasan industri, antara lain menjadi berikut:

a. Mempercepat pertumbuhan industri

b. Memberikan kemudahan bagi aktivitas industri

c. Mendorong kegiatan industri buat berlokasi pada tempat industri

d. Menyediakan fasilitas lokasi industri yg berwawasan lingkungan

Contoh tempat industri pada Indonesia

  • Pulogadung (DKI Jakarta)
  • Rungkut (Surabaya)
  • Cilegon – Banten (Jawa Barat)
  • Cilacap (Jawa Tengah)
  • Makasar (Sulawesi Selatan)
  • Medan (Sumatra Utara)

Kawasan Berikat (Bonded Zone)

Kawasan berikat merupakan suatu tempat menggunakan batas-batas tertentu di daerah pabean. Indonesia yang di dalamnya diberlakukan ketentuan spesifik pada bidang pabean terhadap barang yang dimasukkan menurut luar wilayah pabean atau menurut pada wilayah pabean pada Indonesia lainnya tanpa terlebih dahulu dikenakan pungutan bea cukai & atau pungutan negara lainnya sampai barang tersebut dimuntahkan untuk tujuan impor, ekspor, & reekspor. Kawasan berikat berfungsi menjadi loka penyimpanan, penimbunan, mengolah barang yang berasal dari dalam & luar negeri.

Contoh kawasan berikat di Indonesia:

  • Tanjungpriok (DKI Jakarta)
  • Cakung (DKI Jakarta)
  • Batam (Riau)

Subscribe to receive free email updates:

Dampak Positif dan Dampak Negatif Pembangunan Industri

1) Dampak Positif

Pada umumnya, negara-negara maju di global, sebagian akbar perekonomiannya ditunjang sang sektor industri. Pembangunan industri banyak memberikan efek positif bagi kehidupan bangsa, di antaranya:

  • Terpenuhinya kebutuhan masyarakat oleh hasil industri dalam negeri sehingga pada barang-barang buatan luar negeri.
  • Industri turut meningkatkan pemasukan devisa bagi negara.
  • Pembangunan industri berarti membutuhkan tenaga kerja yang akan mengurangi pengangguran.
  • Meningkatkan pendapatan (income) masyarakat.
  • Memungkinkan terbukanya usaha-usaha lain di luar bidang industri, misalnya jasa angkutan, perbankan, perumahan, dan lain-lain.
  • Mendorong masyarakat berpikir lebih maju dan ekonomis, dan.
  • Menunda usia perkawinan (usia subur) generasi muda/moral restrain.

Dua) Dampak Negatif

Pembangunan industri memang nir selalu menguntungkan karena ada beberapa impak negatif yang merugikan, yaitu:

  • Berkurangnya lahan pertanian yang subur, karena pembangunan industri memerlukan lahan yang cukup luas, baik untuk mendirikan industri itu sendiri maupun untuk prasarana lainnya, seperti perumahan, perkantoran, dan lain-lain.
  • Industri dapat menimbulkan pencemaran, terutama berupa pencemaran udara, air, tanah dan pencemaran suara. Limbah industri yang tidak melalui pengolahan lebih dahulu akan merugikan kesehatan dan mata pencaharian petani di sekitarnya.
  • Timbulnya gaya hidup yang lebih menyukai buatan luar negeri (impor) karena tuntutan gengsi semata.
  • Terjadinya arus urbanisasi yang meningkat di kota-kota, dan
  • Tumbuhnya perilaku konsumerisme dalam masyarakat dan gaya hidup yang boros.

Subscribe to receive free email updates:

Klasifikasi Industri

Industri merupakan kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan standar, barang setengah jadi dan atau barang jadi menjadi barang menggunakan nilai yang lebih tinggi buat penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangunan & perekayasaan industri. Dari pengertian industri tadi, perlu dibahas lagi pengertian-pengertian berikut adalah.

  1. Kegiatan ekonomi adalah aktivitas manusia berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa.
  2. Bahan mentah adalah semua bahan yang didapatkan dari sumber daya alam atau yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Contohnya: kapas, bijih besi, kapur, dan kayu.
  3. Bahan baku industri adalah bahan mentah yang diolah atau tidak diolah yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dalam industri. Contohnya benang untuk industri kecil.
  4. Barang setengah jadi adalah bahan mentah atau bahan baku yang telah mengalami satu atau beberapa tahap proses industri yang dapat diolah lebih lanjut menjadi barang jadi.
  5. Barang jadi adalah barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk konsumsi akhir ataupun siap pakai sebagai alat produksi. Contohnya industri pakaian menghasilkan pakaian jadi.
  6. Kegiatan rancang bangun adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan pendirian industri atau pabrik secara keseluruhan atau bagian-bagiannya.
  7. Perekayasaan industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan atau pembuatan atau peralatan pabrik dan peralatan industri lainnya.

Industri dapat digolongkan menurut hal-hal menjadi berikut:

1. Berdasarkan terdapatnya Bahan Baku

  • Industri ekstraktif adalah industri yang bahan bakunya langsung diambil dari alam, seperti pertanian, perikanan, kehutanan.
  • Industri nonekstraktif adalah industri yang bahan bakunya diambil dari tempat lain atau dari industri lain.
Industri nonekstraktif dibedakan sebagai berikut:

  • Industri reproduktif adalah industri yang bahan bakunya diambil dari alam, tetapi selalu menggantinya dengan baru. Contohnya, industri pertanian dan industri perkebunan.
  • Industri manufaktur adalah industri yang mengolah bahan baku dan menghasilkan barang keperluan sehari-hari atau bahan baku yang digunakan oleh industri lain.
  • Industri fasilitas adalah industri yang menjual jasa untuk keperluan orang lain. Contohnya industri perbankan, asuransi, perdagangan, dan pariwisata.

2. Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

  • Industri besar, jumlah tenaga kerjanya 100 orang atau lebih.
  • Industri sedang, jumlah tenaga kerjanya 20 – 99 orang.
  • Industri kecil, jumlah tenaga kerjanya 5 – 19  orang.
  • Industri rumah tangga, jumlah tenaga kerjanya 1 – 4 orang.
3. Berdasarkan Departemen Perindustrian dan Perdagangan

  • Kelompok industri kimia dasar (IKD), contoh industri kertas, pupuk buatan, dan semen.
  • Kelompok industri mesin dan logam dasar (IMLD), contoh industri besi baja, mesin tekstil, dan alat-alat komunikasi.
  • Kelompok aneka industri (AI), contoh industri makanan, minuman dan bahan jadi.
  • Kelompok industri kecil (IK), contoh industri pengolahan dan pengawetan daging, roti, dan minyak goreng.

4. Berdasarkan Produktivitas Perorangan dalam Industri

  • Industri primer adalah industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih lanjut.Contohnya: anyaman, pengeringan ikan, dan penggilingan padi.
  • Industri sekunder adalah barang-barang yang dihasilkan membutuhkan pengolahan lebih lanjut. Contohnya: industri pemintalan, tekstil, dan barang-barang elektronika.
  • Industri tersier adalah industri yang bergerak dalam bidang jasa. Contohnya: perdagangan, pariwisata, dan transportasi.

Subscribe to receive free email updates:

Klasifikasi Industri

Industri merupakan kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan standar, barang setengah jadi dan atau barang jadi menjadi barang menggunakan nilai yang lebih tinggi buat penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangunan & perekayasaan industri. Dari pengertian industri tadi, perlu dibahas lagi pengertian-pengertian berikut adalah.

  1. Kegiatan ekonomi adalah aktivitas manusia berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa.
  2. Bahan mentah adalah semua bahan yang didapatkan dari sumber daya alam atau yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih lanjut. Contohnya: kapas, bijih besi, kapur, dan kayu.
  3. Bahan baku industri adalah bahan mentah yang diolah atau tidak diolah yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dalam industri. Contohnya benang untuk industri kecil.
  4. Barang setengah jadi adalah bahan mentah atau bahan baku yang telah mengalami satu atau beberapa tahap proses industri yang dapat diolah lebih lanjut menjadi barang jadi.
  5. Barang jadi adalah barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk konsumsi akhir ataupun siap pakai sebagai alat produksi. Contohnya industri pakaian menghasilkan pakaian jadi.
  6. Kegiatan rancang bangun adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan pendirian industri atau pabrik secara keseluruhan atau bagian-bagiannya.
  7. Perekayasaan industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan atau pembuatan atau peralatan pabrik dan peralatan industri lainnya.

Industri dapat digolongkan menurut hal-hal menjadi berikut:

1. Berdasarkan terdapatnya Bahan Baku

  • Industri ekstraktif adalah industri yang bahan bakunya langsung diambil dari alam, seperti pertanian, perikanan, kehutanan.
  • Industri nonekstraktif adalah industri yang bahan bakunya diambil dari tempat lain atau dari industri lain.
Industri nonekstraktif dibedakan sebagai berikut:

  • Industri reproduktif adalah industri yang bahan bakunya diambil dari alam, tetapi selalu menggantinya dengan baru. Contohnya, industri pertanian dan industri perkebunan.
  • Industri manufaktur adalah industri yang mengolah bahan baku dan menghasilkan barang keperluan sehari-hari atau bahan baku yang digunakan oleh industri lain.
  • Industri fasilitas adalah industri yang menjual jasa untuk keperluan orang lain. Contohnya industri perbankan, asuransi, perdagangan, dan pariwisata.

2. Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

  • Industri besar, jumlah tenaga kerjanya 100 orang atau lebih.
  • Industri sedang, jumlah tenaga kerjanya 20 – 99 orang.
  • Industri kecil, jumlah tenaga kerjanya 5 – 19  orang.
  • Industri rumah tangga, jumlah tenaga kerjanya 1 – 4 orang.
3. Berdasarkan Departemen Perindustrian dan Perdagangan

  • Kelompok industri kimia dasar (IKD), contoh industri kertas, pupuk buatan, dan semen.
  • Kelompok industri mesin dan logam dasar (IMLD), contoh industri besi baja, mesin tekstil, dan alat-alat komunikasi.
  • Kelompok aneka industri (AI), contoh industri makanan, minuman dan bahan jadi.
  • Kelompok industri kecil (IK), contoh industri pengolahan dan pengawetan daging, roti, dan minyak goreng.

4. Berdasarkan Produktivitas Perorangan dalam Industri

  • Industri primer adalah industri yang menghasilkan barang-barang tanpa pengolahan lebih lanjut.Contohnya: anyaman, pengeringan ikan, dan penggilingan padi.
  • Industri sekunder adalah barang-barang yang dihasilkan membutuhkan pengolahan lebih lanjut. Contohnya: industri pemintalan, tekstil, dan barang-barang elektronika.
  • Industri tersier adalah industri yang bergerak dalam bidang jasa. Contohnya: perdagangan, pariwisata, dan transportasi.

Subscribe to receive free email updates:

FAKTOR PENYEBAB GEJALA AGLOMERASI INDUSTRI

Aglomerasi merupakan suatu wilayah pada tata ruang wilayah telah ditetapkan pemerintah menjadi aktivitas industri. Ada jua yang mengartikan bahwa aglomerasi merupakan terkonsentrasinya daerah-wilayah industri yg dalam satu wilayah/komplek

Penyebab adanya tanda-tanda aglomerasi industri pada umumnya ditimbulkan oleh beberapa hal yaitu:

1. Posisi geografis/syarat geografis

dua. Menumpuknya bahan standar yg berada hanya dalam suatu loka saja

tiga. Tidak tersebarnya tenaga alam dan energi manusia

4. Pembangunan yang tidak merata

Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Pembangunan Industri

a. Faktor-faktor pendukung

  • Untuk kelangsungan kegiatan industri, diperlukan beberapa faktor pendukung, antara lain:
  • Tersedianya bahan mentah yang cukup,
  • Tersedianya tenaga kerja,
  • Tersedianya sumber tenaga kerja,
  • Tersedianya modal yang cukup,
  • Adanya pemerintahan yang stabil,
  • Sistem pemasaran yang lancar,
  • Iklim usaha yang menguntungkan untuk orientasi kegiatan industri,
  • Tersedianya infrastruktur yang menunjang kegiatan industri,
  • Letak geografis yang strategi dan menguntungkan, dan
  • Kerjasama dengan pihak atau negara lain

b. Faktor-faktor penghambat

  • Kekurangan modal kerja,
  • Terbatasnya tenaga kerja yang terampil dan tenaga ahli,
  • Pemasaran hasil industri kurang lancar,
  • Kualitas barang yang dihasilkan rendah,
  • Infrastruktur kurang memadai,
  • Komponen bahan baku tertentu masih tergantung dari luar negeri (impor),
  • Sikap mental masyarakat yang lebih menyukai produk luar negeri hanya karena gengsi atau status,
  • Adanya iklim berusaha yang tidak sehat (monopoli).

Subscribe to receive free email updates: