Limbah dan Klasifikasinya

Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomi. Limbah yang mengandung bahan polutan yang memiliki sifat racun dan berbahaya dikenal dengan limbah B-3, yang dinyatakan sebagai bahan yang dalam jumlah relatif sedikit tetapi berpotensi untuk merusak lingkungan hidup dan sumber daya. Bila ditinjau secara kimiawi, bahan-bahan ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik.

Klasifikasi limbah

Berdasarkan karakteristiknya

Berdasarkan wujud atau karakteristiknya limbah industri dapat digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu:

  1. Limbah cair adalah limbah dalam wujud cair yang dihasilkan oleh kegiatan industri yang dibuang ke lingkungan dan diduga dapat mencemari lingkungan .
  2. Limbah gas dan partikel adalah limbah yang banyak dibuang ke udara. Gas/asap, partikulat, dan debu yang dikeluarkan oleh pabrik ke udara akan dibawa angin sehingga akan memperluas jangkauan pemaparannya. Partikel adalah butiran halus yang mungkin masih terlihat oleh mata telanjang, seperti uap air, debu, asap, fume dan kabut .
  3. Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur, dan bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu limbah padat yang dapat didaur-ulang (misalnya plastik, tekstil, potongan logam) dan limbah padat yang tidak memiliki nilai ekonomis .

Berdasarkan sumber pencemar

Penggolongan limbah berdasarkan sumber pencemar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Sumber domestik (rumah tangga) , Limbah domestik adalah semua limbah yang berasal dari kamar mandi, WC, dapur, tempat cuci pakaian, apotik, rumah sakit, dari perkampungan, kota, pasar, jalan, terminal dan sebagainya.
  2. Sumber non-domestik , Limbah non-domestik sangat bervariasi, diantaranya berasal dari pabrik, pertanian, peternakan, perikanan, transportasi, dan sumber-sumber lainnya

.

Subscribe to receive free email updates:

Muara Sungai (Estuaria)

Estuaria adalah perairan yang semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar .  Kombinasi pengaruh air laut dan air tawar tersebut akan menghasilkan suatu komunitas yang khas, dengan kondisi lingkungan yang bervariasi, antara lain

  1. tempat bertemunya arus sungai dengan arus pasang surut, yang berlawanan menyebabkan suatu pengaruh yang kuat pada sedimentasi, pencampuran air, dan ciri-ciri fisika lainnya, serta membawa pengaruh besar pada biotanya.
  2. pencampuran kedua macam air tersebut menghasilkan suatu sifat fisika lingkungan khusus yang tidak sama dengan sifat air sungai maupun sifat air laut.
  3. perubahan yang terjadi akibat adanya pasang surut mengharuskan komunitas mengadakan penyesuaian secara fisiologis dengan lingkungan sekelilingnya.
  4. tingkat kadar garam di daerah estuaria tergantung pada pasangsurut air laut, banyaknya aliran air tawar dan arus-arus lain, serta topografi daerah estuaria tersebut.

Secara generik estuaria memiliki peran ekologis penting diantaranya :

sebagai asal zat hara dan bahan organik yang diangkut lewat sirkulasi pasang surut (tidal circulation), penyedia tempat asli bagi sejumlah spesies hewan yg bergantung dalam estuaria menjadi tempat berlindung dan loka mencari makanan (feeding ground) & sebagai tempat buat bereproduksi dan/atau tempat tumbuh besar (nursery ground) terutama bagi sejumlah spesies ikan & udang.

Perairan estuaria secara umum dimanfaatkan manusia buat tempat pemukiman, tempat penangkapan & budidaya sumberdaya ikan, jalur transportasi, pelabuhan dan daerah industri . Aktifitas yg ada pada rangka memanfaatkan potensi yg terkandung pada daerah pesisir, sering saling tumpang tindih, sebagai akibatnya nir sporadis pemanfaatan sumberdaya tersebut justru menurunkan atau merusak potensi yang ada.

Hal ini karena aktifitasaktifitas tersebut, baik secara pribadi juga tidak eksklusif, menghipnotis kehidupan organisme di daerah pesisir, melalui perubahan lingkungan pada wilayah tersebut. Sebagai contoh, adanya limbah buangan baik menurut pemukiman maupun aktifitas industri, walaupun limbah ini mungkin nir mempengaruhi flora atau hewan primer penyusun ekosistem pesisir pada atas, tetapi kemungkinan akan mempengaruhi biota penyusun lainnya. Logam berat, contohnya mungkin nir berpengaruh terhadap kehidupan tanaman bakau (mangrove), akan namun sangat berbahaya bagi kehidupan ikan dan udangudangnya (krustasea) yang hidup pada hutan tadi.

Subscribe to receive free email updates:

Subak adalah Wujud Pelestarian Lingkungan

Pada dasarnya subak merupakan teknologi yang masih tradisional dan berkearifan lokal. Peran manusia dalam tata bagi distribusi air untuk keperluan irigasi persawahan masih didominasi oleh energi, kemampuan, kearifan & perilaku adil berdasarkan warga yg dipimpin sang pemangku adat. Tetapi pada sinilah letak keunggulan dari sistem subak. Kesadaran buat bekerja secara sosial terbentuk tanpa menafikan dominasi atas lahan eksklusif.

Selain itu kearifan pemangku tata cara pada membagi jatah air dalam masyarakat petani sebagai prototipe kepemimpinan lokal yang berkeadilan. Harapan buat berakibat subak diakui sebagai warisan budaya dunia itu melalui proses & kerja keras hampir 12 tahun. Pemerintah & masyarakat di Bali tentu akan menyambut baik ditetapkannya organisasi pengairan tradisional pada bidang tradisional atau subak sebagai keliru satu warisan budaya dunia sang organisasi dunia pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Rakyat Indonesia patut berbangga atas masuknya subak pada daftar warisan budaya global. Budaya subak adalah perwujudan dari filosofi rakyat Bali yaitu, Tri Hita Karana. Dalam rangka melestarikan lingkungan hidup di pada keseharian kehidupan masyarakat Hindu di Bali, menganut pola Tri Hita Karana. Tiga unsur ini melekat erat dalam setiap hati sanubari orang Bali. Tri Hita Karana sendiri merupakan hubungan yang harmonis antara insan dengan insan, insan menggunakan alam & manusia dengan Tuhan. Dengan masuknya sistem irigasi subak pada Bali sebagai warisan budaya dunia dibutuhkan pemerintah terus memperhatikan berbagai konsep ekonomi hijau misalnya subak yang merupakan salah satu wujud pelestarian lingkungan. Perhatian itu mulai dari wahana air irigasi dan kebutuhan bibit.

Penetapan sistem budaya subak memerlukan dukungan pelestarian huma pertanian berdasarkan semua pihak supaya permanen berkelanjutan. Dengan pengakuan ini, kita berharap sebagai daerah pariwisata akan menambah daya tarik daerah tersebut, sekaligus menjadi tantangan buat pelestarian lahan subak itu sendiri melalui dukungan masyarakat & bukan hanya sebagai tugas pemerintah saja.

Subscribe to receive free email updates: