Angin Lokal

Sahabat geo pada pembelajaran kali ini geomedia akan membahas tentang angin, secara umum angin dibedakan menjadi dua macam yaitu angin yang bersifat lokal dan global.   di Indonesia juga terdapat angin lokal (setempat), yaitu sebagai berikut:

a) Angin darat dan angin laut

Angin darat dan angin laut terjadi di sekitar daerah pesisir dan waktunya hanya sesaat saja yaitu ketika adanya perbedaan temperatur antara perairan laut dan daratan akibat pemanasan. Kita ketahui bahwa air tidak begitu cepat menjadi panas ketika terkena sinar matahari, sebaliknya daratan lebih cepat panas. Pada saat perbedaan kondisi temperatur ini maka mengalirlah udara yang relatif dingin (dari lautan) menuju daratan, sehingga terjadilah angin laut pada siang hari.

Angin Darat

Angin Laut

Menjelang malam, suhu udara di daratan lebih cepat mendingin, sedangkan suhu udara di atas lautan lebih lama menyimpan panas. Akibatnya terjadi perbedaan tekanan udara, di daratan akan lebih padat sedangkan udara diatas lautan lebih panas dan dengan tekanan yang lebih rendah. Akibat perbedaan ini maka mengalirlah udara dari darat menuju lautan, yang disebut angin darat pada malam hari. Nelayan tradisional (belum memanfaatkan mesin motor) yang masih menggunakan perahu layar memanfaatkan angin darat untuk berangkat melaut mencari ikan, sedangkan pada saat keesokan harinya akan memanfaatkan angin laut untuk pulang ke daratan. Untuk dapat merasakan hembusan kedua angin tersebut, pergilah ke daerah pantai yang dekat dengan tempat tinggalmu.

b) Angin gunung dan angin lembah

Pada siang hari, lereng gunung yang menghadap ke arah sinar matahari menerima radiasi panas lebih banyak daripada di bagian lembahnya. Tekanan udara di lereng tersebut lebih rendah akibat pemanaan tersebut, sedangkan di bagian lembah yang lebih dingin akan lebih tinggi tekanan udaranya. Akibat perbedaan suhu dan tekanan ini maka mengalirlah udara dari lembah menuju lereng pegunungan di bagian atasnya yang kemudian disebut angin lembah.

Angin gunung

Angin lembah

Pada malam hari, suhu udara di atas lereng akan lebih cepat melepas panas, sedangkan di bagian lembahnya akan lebih lama menyimpan hawa panas. Akibatnya mengalirlah dari atas lereng angin pegunungan menuju lembah yang disebut angin gunung. Walaupun angin lembah dan angin gunung belum banyak dimanfaatkan oleh manusia, tetapi angin gunung dan angin lembah telah banyak membantu penyerbukan tanaman berbungan sehingga tanaman tersebut berbuah dan atau berkembang biak Di wilayah lembah, suhu udaranya masih relatif tinggi dibandingkan gunung atau pegunungan. Hal ini menyebabkan tekanan udara di lembah lebih rendah (minimum). Akibatnya, berhembuslah angin arah gunung menuju lembah. Itulah yang dinamakan angin gunung. Suasana kedua angin ini akan sangat terasa, jika kamu berada di wilayah kaki gunung atau pegunungan.

c) Angin jatuh (Angin Fohn)

Angin jatuh disebut juga angin fohn, yaitu angin kering yang bergerak menuruni lereng pegunungan. Dilihat dari proses terjadinya, angin jatuh sebenarnya hampir sama dengan angin gunung. Faktor yang membedakan antara angin jatuh dan angin gunung terletak pada sifat-sifatnya. Sebagian besar angin jatuh bersifat kering dan panas. Hal ini terjadijika angin jatuh bertiup dari daerah yang memiliki temperatur lebih tinggi dibandingkan daerah yang didatangi. Contoh angin jatuh yang terdapat di Indonesia, antara lain angin Wambraw (Biak), Bahorok (Sumatera Utara), Kumbang (Cirebon), Gending (Pasuruan), dan Brubu (Makassar).

Angin ini juga dapat bersifat kering dan dingin jika angin bergerak dari puncak pegunungan yang tinggi. Misalnya, angin Misal di pantai selatan Prancis, angin Bora di pantai Samudra Atlantik, dan angin Sirocco di pantai Laut Adriatik.

sumber: memahami geografi kelas x  bagja waluya

Subscribe to receive free email updates:

HUJAN (PRESIPITASI)

Pada pembelajaran kali ini geomedia akan mengupas tentang asal muasal hujan, oke, teman geo Hujan merupakan curahan butiran air berdasarkan atmosfer hingga ke permukaan bumi, baik berbentuk cair juga padat (es & salju). Butiran air tadi dari dari uap air yg mengalami penggabungan antara partikelnya melalui inti kondensasi & mengalami penurunan suhu hingga titik embun atau titik beku.

Banyaknya curah hujan yg mencapai bagian atas bumi selama selang saat eksklusif dinyatakan dengan ketebalan atau ketinggian air hujan.Ukuran ketebalan hujan dinyatakan dalam satuan milimeter (mm). Alat penakar curah hujan diklaim ombrometer. Ada 2 jenis alat penakar hujan, yaitu rekaman (otomatis) & nonrekaman. Prinsip penakaran yaitu menampung air hujan yang pribadi berdasarkan atmosfer sebelum jumlahnya berkurang akibat meresap ke dalam tanah, mengalir, atau menguap. Suatu kota yang mempunyai curah hujan sebesar 2000 mm pada setahun, ialah bila air hujan itu ditampung dengan nir meresap, mengalir, atau menguap maka tingginya akan mencapai 2000 mm (dua meter). Apabila kota itu datar maka akan mengalami banjir dengan tinggi dua meter.

Gambar ombrometer

gambar bagian bagian ombrometer

b. Jenis-jenis hujan

Proses terjadinya hujan beragam, baik ketika awal proses kondensasi, dalam ketika awan pembawa hujan diarak angin maupun dalam saat awan terangkat sang arus konveksi yg membumbung dari bawah ke atas. Di bawah ini diterangkan beberapa jenis hujan yang terjadi pada lebih kurang kita.

A. Hujan orografis

Proses hujan orografis adalah hujan yg terjadi lantaran awan yang membawa hujan diarak oleh angin berdasarkan bagian bagian atas bumi yg rendah menaiki lereng gunung atau pegunungan. Pada ketinggian eksklusif, uap air mengalami pendinginan dan mengalami kondensasi, maka terjadilah hujan di lereng pegunungan tersebut. Apabila angin bertiup pada suatu lereng pegunungan itu, maka hujan orografis (hujan pegunungan) akan terjadi pula sepanjang tahun.

Lereng gunung yang selalu mendapat curah hujan orografis dianggap lereng hadap hujan, sedangkan lereng sebelahnya yang tidak kebagian curah hujan dianggap lereng bayangan hujan.

Gambar hujan orografis

b. Hujan zenital

Hujan ini terjadi lantaran massa udara panas membumbung ke atas. Massa udara yang mengandung uap air tadi setelah hingga dalam lapisan atas, suhunya menjadi turun dan mengakibatkan kondensasi sebagai awan cumulus atau cumulonimbus. Apabila penguapan tadi bertambah akbar, awan yang terbentuk jua semakin tinggi. Pada batas tertentu terjadilah turun hujan mendadak (dapat disertai dengan adanya petir). Proses hujan zenital banyak terjadi pada daerah khatulistiwa dan pada animo panas pada daerah sedang.

Gambar hujan zenital

c. Hujan frontal

Hujan ini terjadi sebagai dampak pertemuan antara 2 massa udara yg tidak selaras suhunya, yaitu yg satu panas, sedangkan yang lain dingin. Massa udara yg panas dan mengandung uap air berkecimpung naik seperti menaiki lereng di atas massa udara yg dingin. Udara dingin yg berada pada bagian bawah misalnya merunduk menyusup pada bawah udara panas.

Gambar hujan frontal

Pertemuan antara udara panas yang membawa uap air tentu saja sangat terpengaruh. Uap air yang dibawanya mengalami pengembunan akibat diturunkan suhunya oleh udara dingin. Karena terjadi pengembunan maka terjadilah hujan yang dinamakan hujan frontal. Hujan jenis ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi banyak ditemukan di daerah lintang sedang dan di sekitar lingkar kutub (60o – 66,5o LU/LS). Udara panas berasal dari lintang yang lebih rendah, sedangkan udara dingin berasal dari lintang tinggi (sekitar kutub).Garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama disebut isohyet. Curah hujan diukur dengan menggunakan rain gouge.

Gambar rain gouge

sumber: memahami geografi kelas x  bagja waluya

Subscribe to receive free email updates:

Angin Global

Angin adalah kenyataan keseharian yang selalu engkau rasakan. Secara sederhana, angin adalah gerakan udara mendatar atau sejajar dengan bagian atas bumi yang terjadi karena adanya disparitas tekanan udara antara satu tempat menggunakan tempat lainnya. Perbedaan tekanan tadi disebabkan karena ke 2 loka mempunyai suhu yang tidak sama menjadi akibat radiasi mentari yg tidak sinkron jua. Angin berkecimpung menurut tekanan tinggi ke tekanan rendah.

Angin dunia

Animasi Angin dunia

apabila telah mencapai ekuilibrium, maka udara tersebut cenderung membisu atau hening.

Dari mana dan menuju ke manakah angin itu beranjak? Tiupan angin terjadi apabila di suatu daerah terdapat disparitas tekanan udara, yaitu tekanan udara maksimum dan tekanan udara minimum. Angin berkecimpung menurut wilayah bertekanan udara maksimum ke minimum

Misalnya, pada bulan Desember mentari sedang berada pada Belahan Bumi Selatan (BBS), misalnya Benua Australia. Lantaran imbas sinar matahari,udara di Benua Australia akan memuai, sehingga tekanannya menjadi rendah (minimum). Adapun pada Belahan Bumi Utara (BBU), contohnya Benua Asia,pada bulan Desember sedang mengalami animo dingin, sebagai akibatnya tekananudaranya tinggi (maksimum). Karena disparitas tekanan udara tersebut,bergeraklah massa udara (angin) berdasarkan Benua Asia ke Benua Australia.

Sistem angin

1) Angin passat (Trade wind) Angin passat merupakan angin bertiup permanen sepanjang tahun berdasarkan wilayah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Angin ini dari menurut daerah maksimum subtropik menuju ke daerah minimum ekuator. Sesuai menggunakan hukum Buys Ballot yaitu karena efek gaya corriolis (rotasi bumi), dibelah bumi utara berbelok ke arah kanan dan di belahan bumi selatan berkecimpung ke arah kiri. Angin passat yg datangnya berdasarkan arah timur bahari (di wilayah iklim tropika pada belahan bumi utara) diklaim angin passat timur, sedangkan angin passat yg bertiup berdasarkan arah tenggara diklaim angin passat tenggara.

Di lebih kurang khatulistiwa, ke 2 angin passat ini bertemu. Karena temperatur di wilayah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan ke 2 angin passat tadi dinamakan Daerah Konvergensi Antartropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya wilayah ini dinamakan daerah doldrum (daerah damai).

Dua) Angin anti passat

Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin anti passat. Di belahan bumi Utara disebut angin anti passat barat daya dan di belahan bumi selatan disebut angin anti passat barat laut. Pada daerah sekitar lintang 20o -30o LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin kering. Angin kering menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuklah gurun, misal gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di Australia.

Di daerah subtropik (30o–40o LU/LS) terdapat daerah teduh subtropik yang udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin. Sedangkan di daerah ekuator antara 10o LU-10o LS terdapat juga daerah tenang yang disebut daerah teduh ekuator atau daerah doldrum

tiga) Angin barat (Westerlies)

Angin barat adalah angin yang selalu berhembus dari arah barat sepanjang tahun pada daerah garis lintang 35oLU-60oLU dan 35oLS-60oLS. Angin barat yang lebih stabil dan teratur adalah di daerah 40oLS-60oLS, sebab daerah ini letaknya lebih luas sehingga udaranya relatif merata. Pengaruh angin barat di belahan bumi utara tidak begitu terasa karena hambatan dari benua. Di belahan bumi selatan, pengaruh angin barat sangat besar, terutama pada daerah lintang 60oLS. Di sini bertiup angin barat yang sangat kencang yang oleh pelaut-pelaut disebut roaring forties.

4) Angin timur kutub (Polar Easterlies)

Di daerah kutub utara dan kutub selatan bumi, terdapat daerah dengan tekanan udara maksimum. Dari daerah ini mengalirlah angin ke daerah minimum subpolar (60o LU/LS). Angin ini disebut angin timur. Angin timur ini bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.

Lima) Angin muson (Monsun)

Angin muson artinya angin yg berganti arah secara antagonis setiap 1/2 tahun. Umumnya pada setengah tahun pertama bertiup angin darat yg kemarau dan 1/2 tahun berikutnya bertiup angin laut yang basah. Pada bulan Oktober?April, matahari berada pada belahan langit selatan, sehingga benua Australia lebih poly memperoleh pemanasan matahari daripada benua Asia. Akibatnya pada Australia terdapat sentra tekanan udara rendah (depresi), sedangkan di Asia terdapat pusat-sentra tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin menurut benua Asia ke benua Australia.

Di Indonesia, angin ini merupakan angin musim timur laut pada belahan bumi utara dan angin musim barat di belahan bumi selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudera Pasifik & Samudera Hindia maka banyak membawa uap air, sebagai akibatnya pada umumnya di Indonesia terjadi animo hujan. Musim penghujan mencakup hampir semua wilayah Indonesia, hanya saja persebarannya nir merata. Makin ke Timur curah hujan makin berkurang lantaran kandungan uap airnya makin sedikit. Pada bulan April?Oktober, matahari berada di belahan langit utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada benua Australia. Akibatnya, pada Asia masih ada pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan pada Australia terdapat pusatpusat tekanan udara tinggi yg menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju Asia.

Di Indonesia, terjadi angin musim timur di belahan bumi selatan dan angin musim barat daya pada belahan bumi utara. Oleh karena nir melewati lautan yang luas maka angin tidak poly mengandung uap air. Oleh karenanya, dalam umumnya pada Indonesia terjadi isu terkini kering, kecuali pantai barat Sumatera, Sulawesi Tenggara, dan pantai Selatan Irian Jaya. Antara kedua ekspresi dominan tadi, terdapat demam isu yg diklaim animo pancaroba, yaitu isu terkini kemareng & demam isu labuh. Musim kemareng merupakan peralihan berdasarkan musim penghujan ke animo kering, sedangkan musim labuh merupakan peralihan demam isu kering ke ekspresi dominan penghujan. Adapun karakteristik-karakteristik ekspresi dominan pancaroba, yaitu udara terasa panas, arah angin tidak teratur, & terjadi hujan secara datang-datang pada ketika singkat & lebat.

sumber: memahami geografi kelas x  bagja waluya

Subscribe to receive free email updates:

PENGERTIAN & CONTOH KONSEP GEOGRAFI

Banyak murid bertanya apakah perbedaan geografi menggunakan ilmu lainya, mungkin menggunakan memahami konsep geografi & contohnya anda mampu lebih tahu ilmu geografi. Konsep Geografi adalah rancangan atau gambaran berdasarkan objek, proses, atau apa pun yg berkaitan menggunakan ilmu geografi. Konsep Geografi merupakan unsur yg krusial pada memahami kenyataan atau peristiwa geografi (alam & sosial). Penjelasan Konsep Geografi selalu berkaitan menggunakan persebaran, interaksi, fungsi, bentuk, pola, & proses terjadinya. Konsep Geografi terdiri atas 10 konsep, yaitu:

1. Lokasi

Lokasi merupakan letak atau tempat dimana fenomena geografi terjadi. Konsep lokasi dibagi sebagai dua yaitu lokasi mutlak dan lokasi nisbi.

A. Lokasi Absolut

Lokasi absolut merupakan letak atau tempat yg dicermati dari garis lintang dan garis garis bujur (garis astronomis). Lokasi absolut keadaannya tetap & nir dapat berpindah letaknya lantaran berpedoman dalam garis astronomis bumi. Pebedaan garis astronomis menyebabkan perbedaan iklim (garis lintang) & disparitas waktu (garis bujur).

Contoh Lokasi Absolut yaitu Indonesia terletak pada antara 6 derajat LU - 11 derajat LS hingga 95 derajat BT - 141 derajat BT. Dari letak absolut (garis astronomis) tadi dapat dijelaskan bahwa lokasi paling Utara negara Indonesia terletak di 6 derajat LU (Pulau Miangas, Sulawesi Utara), lokasi paling selatan terletak di 11 derajat LS (Pulau Rote, NTT), dst.

B. Lokasi Relatif

Lokasi relatif merupakan letak atau loka yang dilihat menurut wilayah lain pada sekitarnya. Lokasi relatif bisa berganti-ganti sesuai menggunakan objek yg terdapat di sekitarnya.

Contoh Lokasi Relatif yaitu Indonesia terletak di antara 2 benua & 2 samudera . Lokasi Indonesia dari lokasi relatifnya yaitu terletak pada antara dua benua yaitu Asia dan Australia, serta terletak pada antara 2 lautan yaitu Hindia & Pasifik. Letak relatif ini bisa berubah-ubah sesuai menggunakan sudut pandang penggunanya lantaran lokasi nisbi digambarkan melalu objek-objek yang dinamai oleh insan misalnya nama benua, lautan, pulau, bahari, dsb.

Dua. Jarak

Jarak merupakan ruang atau sela yg menghubungkan antara dua lokasi atau dua objek & dihitung melalui hitungan panjang juga ketika. Konsep Jarak memiliki peranan krusial dalam kehidupan sosial, ekonomi, & politik. Konsep jarak dibagi sebagai dua, yaitu jeda absolut dan jeda nisbi.

A. Jarak Mutlak

Jarak absolut merupakan ruang atau sela antara 2 lokasi yang digambarkan atau dijelaskan melalui ukurang panjang dalam satuan berukuran meter, kilometer, dsb. Jarak mutlak merupakan jarak yg tetap dan tidak bisa berubah-ubah.

Contoh jarak absolut yaitu Jarak antara Jakarta ke Bandung adalah 150 km. Jeda tadi diukur memanjang berdasarkan titik A (Jakarta) dan titik B (Bandung) & dihitung menggunakan satuan ukuran kilometer.

B. Jarak Relatif

Jarak nisbi merupakan ruang atau sela antara 2 lokasi yang dinyatakan dalam lamanya perjalanan atau saat.

Contoh jarak nisbi yaitu jarak antara Jakarta ke Bandung dapat ditempuh dalam ketika 2 jam melewati Tol Purbaleunyi. Tentu jeda relatiif tersenut akan tidak sama bila keadaan jalan tol sedang macet atau bepergian ke Bandung nir melewati jalan tol.

3. Morfologi

Morfologi merupakan konsep yg menyebutkan mengenai struktur luar berdasarkan batu-batuan yg menyusun bentuk morfologi permukaan bumi (pantai, dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan, lembah, dsb).

Contoh konsep morfologi yaitu:

  • Jakarta merupakan dataran rendah, Bandung dataran tinggi.
  • Perjalanan Jakarta ke Bandung melewati daerah yang bergelombang (perbukitan).
  • Daerah selatan D.I. Yogyakarta merupakan daerah perbukitan kapur (karst).

4. Keterjangkauan

Keterjangkauan merupakan jarak yang sanggup dicapai menggunakan maksimum berdasarkan satu wilayah ke wilayah lain. Keterjangkauan tidak hanya tergantung dalam jeda tetapi pula tergantung pada sarana & prasarana penunjang.

Contoh konsep keterjangkauan yaitu:

  •  Harga lahan di persimpangan lebih mahal dari pada lahan di dalam gang
  •  Bantuan bencana sulit mencapai lokasi karena medan yang berat
  •  Kepulauan Seribu hanya dapat dijtempuh dengan kapal dari pelabuhan Muara Angke

lima. Pola

Pola merupakan bentuk, struktur, & persebaran fenomena atau insiden di permukaan bumi baik tanda-tanda alam juga gejala sosial.

Contoh konsep pola yaitu:

  •     Pemukiman memanjang di sepanjang jalan raya pantura Jawa
  •     Pemukiman di kota besar seperti Jakarta dibangun berhimpitan
  •     Aliran air sungai yang berbentuk sudut siku-siku adalah aliran sungai rectangular.

6. Aglomerasi

Aglomerasi adalah adanya suatu fenomena yg mengelompok menjadi satu bentuk atau struktur.

Contoh konsep aglomerasi yaitu:

  • Pasar Senen, pasar minggu, pasar rebo merupakan pengelompokan tempat berjualan berdasarkan hari pasaran.
  • Kegiatan industri terpusat di kawasan Jababeka, Pulogebang, atau Tangerang.
  • Di perkotaan terjadi pemusatan penduduk berdasarkan status sosial dan ekonomi melalui kawasan slum area, menengah ke atas, dan kawasan elit.

7. Nilai Kegunaan

Nilai kegunaan adalah konsep yang berkaitan menggunakan nilai guna suatu wilayah yang dapat dikembangkan menjadi potensi yang menunjang perkembangan suatu wilayah.

Contoh konsep nilai kegunaan yaitu:

  • Kawasan perbukitan kapur (kars) seperti di Wonosari, Gunug Kidul memiliki banyak goa dan sumber mata air bawah tanah yang cocok untuk dijadikan objek wisata alam.
  • Pulau Madura yang panas dan tanah yang tidak subur tidak cocok sebagai laha pertanian, tetapi dari lokasi geografisnya banyak dijadikan sebagai kawasan tambak garam.

8. Interaksi/Interpendensi

Interaksi/Interpendensi adalah konsep yang menerangkan keterkaitan & ketergantungan satu daerah menggunakan daerah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya.

Contoh konsep Interaksi/interpendensi yaitu

Desa sebagai pemasok tenaga kerja dan kota sebagai pemasok bahan produksi untuk desa. Tanaman bawang tumbuh subur di Brebes diangkut ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan masyarakat  kota.

9. Diferensiasi Areal

Diferensiasi areal adalah konsep yg membandingkan dua daerah buat menunjukkan adanya disparitas antara satu daerah menggunakan daerah lain lantaran tiap-tiap wilayah mempunyai ciri khas masing-masing.

Contoh konsep Diferensiasi areal yaitu:

  • Di dearah pantai penduduk bermata pencaharian sebagai nelayan, sedangkan di pegunungan penduduk bermata pencaharian sebagai petani.
  • Pakaian dari bahan katun cocok digunakan di daerah panas seperti Jakarta, sedangkan pakaian dari bahan woll cocok di gunakan di daerah dingin.
  • Bentuk rumah penduduk asli Sulawesi berbentuk panggung, sedangkan bentuk rumah penduduk asli Jawa tidak berbentuk panggung.

10. Keterkaitan Ruang

Keterkaitan ruang adalah konsep yang memperlihatkan tingkat keterkaitan antar wilayah & mendorong terjadinya hubungan karena-akibat antarwilayah.

Contoh konsep keterkaitan ruang yaitu:

  • Lalu-lintas di Jakarta selalu macet karena adanya mobilitas penglaju (pekerja) yang rumahnya di pinggiran Jakarta (Bodetabek) tetapi bekerja di Jakarta.
  • Kabut asap yang melanda Singapura adalah hasil dari pembakaran lahan di Riau, Palembang, dan sekitarnya yang terbawa angin.
  • Gaya bicaya Pak Ruhut asal Medan lebih tegas, keras, dan galak. Berbeda dengan gaya bicara Pak Joko asal Solo yang lemah lembut dan sopan.

#Konsep #Geografi #Contoh #Hakikat

Subscribe to receive free email updates:

Jenis Jenis Tanah di Indonesia

Geomedia kali ini akan mengupas tentang  jenis jenis tanah yang ada di Indonesia, seperti kita ketahui tanah air kita sangat luas dan memiliki banyak pulau disamping itu indonesia juga memiliki beraneka ragam jenis tanah. jenis jenis tanah yang ada diindonesia secara umum adalah sebagai berikut:

a.Tanah gambut

Tanah gambut atau tanah organic Jenis tanah ini dari menurut bahan induk organik misalnya menurut hutan rawa atau rumput rawa. Tanah gambut memiliki ciri dan sifat, yaitu nir terjadi deferensiasi horizon secara kentara, ketebalan lebih menurut 0,5 meter, rona coklat sampai kehitaman, tekstur debu lempung, tidak berstruktur, konsistensi nir lekat-agak lekat, kandungan organik lebih dari 30% untuk tanah tekstur lempung & lebih dari 20% buat tanah tekstur pasir, umumnya bersifat sangat asam (pH 4.0), kandungan unsur hara rendah.

B. Aluvial

Jenis tanah ini masih belia, belum mengalami perkembangan, dari dari bahan induk aluvium, tekstur beraneka ragam, belum terbentuk struktur, konsistensi pada keadaan basah lekat, pH bermacam-macam, kesuburan sedang hingga tinggi. Penyebarannya pada daerah dataran aluvial sungai, dataran aluvial pantai & wilayah cekungan (depresi).

C. Regosol

Jenis tanah ini masih muda, belum mengalami diferensiasi horizon, tekstur pasir, struktur berbukit tunggal, konsistensi lepas-tanggal, pH biasanya netral, kesuburan sedang, asal menurut bahan induk material vulkanik piroklastis atau pasir pantai. Penyebarannya di daerah lereng vulkanik belia dan di wilayah beting pantai dan gumuk-gumuk pasir pantai.

D. Litosol

Tanah mineral yang sedikit mempunyai perkembangan profil, batuan induknya merupakan batuan beku atau batuan sedimen keras, kedalaman tanah dangkal (< 30 cm) bahkan kadang-kadang merupakan singkapan batuan induk (outerop). Tekstur tanah beranekaragam, dan pada umumnya berpasir dan tidak berstruktur, terdapat kandungan batu, kerikil, dan kesuburannya bervariasi. Tanah litosol dapat dijumpai pada segala iklim, umumnya di topografi berbukit, pegunungan, lereng miring sampai curam.

E. Latosol

Jenis tanah ini telah berkembang atau terjadi diferensiasi horizon, kedalaman- nya dalam, tekstur lempung, struktur remah hingga gumpal, konsistensi gembur hingga agak teguh, warna coklat merah sampai kuning. Penyebarannya pada wilayah beriklim basah menggunakan curah hujan lebih berdasarkan 300?1000 cm. Batuan induk asal berdasarkan tuf, & material vulkanik.

F. Grumosol

Tanah mineral yg mempunyai perkembangan profil, agak tebal, tekstur lempung berat, struktur kersai (granular) pada lapisan atas dan gumpal sampai pejal di lapisan bawah, konsistensi apabila basah sangat lekat dan plastis, apabila kemarau sangat keras & tanah retak-retak, umumnya bersifat alkalis, kejenuhan basa, & kapasitas absorpsi tinggi, permeabilitas lambat dan peka erosi.Jenis ini berasal dari batu kapur, mergel, batuan lempung atau tuf vulkanik bersifat basa. Penyebarannya pada daerah iklim subhumid atau subarid, curah hujan kurang dari 2500 mm/tahun.

H. Podsol

Jenis tanah ini telah mengalami perkembangan profil, susunan horizon terdiri atas horizon albic (A2) dan spodic (B2H) yang jelas, tekstur lempung hingga pasir, struktur gumpal, konsistensi lekat, kandungan pasir kuarsanya tinggi, sangat masam, kesuburan rendah, kapasitas pertukaran kation sangat rendah, peka terhadap erosi, batuan induk berupa batuan pasir dengan kandungan kuarsanya tinggi, batuan lempung, dan tuf vulkan masam. Penyebarannya pada daerah beriklim basah, curah hujan lebih menurut 2000 mm/tahun tanpa bulan kemarau, topografi pegunungan. Contohnya, di daerah Kalimantan Tengah, Sumatra Utara dan Irian Jaya (Papua).

I. Andosol

Jenis tanah mineral yang sudah mengalami perkembangan profil, solum relatif tebal, warna relatif coklat kekelabuan sampai hitam, kandungan organic tinggi, tekstur geluh berdebu, struktur remah, konsistensi gembur dan bersifat licin berminyak (smeary), relatif asam, kejenuhan basa tinggi & daya absorpsi sedang, kelembaban tinggi, permeabilitas sedang & peka terhadap erosi. Tanah ini dari menurut batuan induk abu atau tuf vulkanik.

Subscribe to receive free email updates:

Awan

Awan

Awan merupakan gugusan titik-titik air/kristal es di pada udara yg terjadi karena adanya kondensasi/sublimasi berdasarkan uap air yg masih ada pada udara. Awan yang menempel di permukaan bumi diklaim kabut.

Jenis-jenis awan diantaranya sebagai berikut.

1) Berdasarkan Morfologinya (Bentuknya)

a) Awan Commulus, yaitu awan yang bentuknya bergumpal-gumpal (bundar -bulat) dan bagian dasarnya horizontal.

B) Awan Stratus, yaitu awan yg tipis & beredar luas sebagai akibatnya dapat menutupi langit secara merata. Dalam arti khusus awan stratus adalah grup awan yg rendah dan luas.

C) Awan Cirrus, yaitu awan yg berdiri sendiri halus & berserat, berbentuk seperti bulu burung. Sering terdapat kristal es namun tidak menyebabkan turunnya hujan.

Dua) Berdasarkan Ketinggiannya

a) Awan Tinggi (lebih berdasarkan 6000 m?9000 m), lantaran tingginya awan ini selalu berupa kristal-kristal es.

(1) Cirrus (Ci) : awan tipis seperti bulu burung

(dua) Cirrostratus (Ci-St) : awan putih merata seperti tabir (3) Cirrocummulus (Ci-Cu) : seperti sisik ikan

b) Awan Sedang (2000 m?6000 m).

(1) Altocummulus (A-Cu) : awan bergumpal-gumpal tebal

(dua) Altostratus (A-St) : awan berlapis-lapis tebal c) Awan Rendah (di bawah 200 m).

(1) Stratocummulus (St-Cu) : awan yg tebal, luas, dan ber gumpa-lgumpal

(dua) Stratus (St) : awan merata rendah dan berlapislapis

(tiga) Nimbostratus (No-St) : lapisan awan yang luas, sebagian sudah adalah hujan d) Awan yg terjadi karena udara naik, masih ada dalam ketinggian 500 m?1500 m.

(1) Cummulus (Cu) : awan bergumpal-gumpal, dasarnya homogen

(dua) Cumulonimbus (Cu-Ni) : awan yg bergumpal-gumpal, luas,& sebagian telah meru pakan hujan,serta tak jarang terjadi angin ribut

Subscribe to receive free email updates:

Danau

Danau

Danau adalah massa air yg berada pada suatu cekungan (ledok/basin) yg masih ada pada daratan. Berdasarkan terjadinya danau dibagi menjadi lima macam, yaitu sebagai berikut.

1) Danau Tektonik, yaitu danau yang terjadi akibat suatu loka mengalami penurunan (pemerosotan). Akibatnya lembah merosot (slenk) diisi sang air hujan atau air resapan, sebagai akibatnya terjadilah sebuah danau. Contohnya: Danau Singkarak (Sumatra) & Danau Towuti (Sulawesi).

2) Danau Vulkanik, yaitu danau yang terjadi dampak adanya letusan gunungapi. Letusan ini dapat menghilangkan sebagian kerucut atau dinding kaldera. Contohnya: Danau Maninjau & Danau Kerinci

pada Sumatra, Danau Poso & Danau Matana di Sulawesi, Danau Kelud di jawa dan Danau kalimutu diflores

tiga) Danau Tektonik Vulkanik, yaitu danau yg terjadi karena adonan antara letusan gunungapi dan dampak berdasarkan tanah turun (tanah longsor) kemudian dalam akhirnya menciptakan cekungan kemudian tergenang

air dan terjadilah danau. Contohnya Danau Toba di Sumatra, Danau Batur pada Bali, & Danau Ranau pada Sumatra Selatan.

4) Danau Karst, yaitu danau pada daerah bebatuan kapur, akibat proses pelarutan batu kapur oleh air hujan. Ukurannya tidak besar , danau tersebut diklaim lokva. Contohnya lokva Bendogede di Kecamatan

Ponjong pada daerah Gunung Kidul.

Lima) Danau Glasial, yaitu danau yg terjadi akibat erosi glasial pada zaman pencairan es. Ini terjadi pada daerah yang pernah ditimbuni es dalam ketika yg usang seperti di Kanada Utara, Uni Soviet Utara,

& Eropa Utara. Contohnya The Great Lake (di Amerika Utara).

6) Danau Buatan, yaitu danau output protesis insan (bendungan) misalnya Waduk Jatiluhur, Waduk Saguling, Waduk Cirata di Jawa Barat, Waduk Sempor, Waduk Cacaban pada Jawa Tengah, serta Waduk Karang Kates dan Waduk Selorejo pada Jawa Timur.

Subscribe to receive free email updates:

Air Tanah (Ground Water)

Air tanah adalah massa air yg terdapat di bawah permukaan tanah. Air tanah dalam litosfer kurang dari 0,62 % berdasarkan seluruh air yang ada pada bumi. Volume air tanah yang ada pada berbagai loka nir sama, bergantung kepada persyaratan yg menunjang proses peresapannya.

Media Peresapan Air Tanah

Air tanah dari berdasarkan air hujan yang meresap melalui berbagai media peresapan, yaitu sebagai berikut.

  1. Pori-pori tanah. Tanah yang gembur atau berstruktur lemah akan meresapkan air lebih banyak daripada tanah yang pejal.
  2. Retakan-retakan lapisan tanah akibat kekeringan yang terjadi pada musim hujan sangat basah dan becek, seperti tanah liat dan lumpur.
  3. Rongga-rongga yang dibuat binatang (cacing dan rayap).
  4. Rongga-rongga akibat robohnya tumbuh-tumbuhan yang berakar besar.
  5. Rongga-rongga akibat pencairan berbagai kristal es yang membeku pada musim dingin.

Selain kelima faktor tadi, penutupan vegetasi di bagian atas bumi pun akbar pengaruhnya terhadap peresapan air (penyusupan) hujan ke dalam tanah. Hujan yang lebat akan tertahan sang daun-daun & ranting-ranting sebagai akibatnya jatuhnya di permukaan bumi perlahan-huma. Dengan demikian, proses peresapan air berlangsung lebih lancar.

Air tanah mengalami proses penguapan menggunakan dua cara, yaitu sebagai berikut.

  1. Penguapan langsung, yaitu melalui pori-pori di permukaan tanah sebagai akibat dari pemanasan lapisan tanah oleh sinar matahari. Jenis penguapan ini dalam bahasa Inggris disebut evaporasi.
  2. Penguapan yang tidak langsung, yaitu melalui permukaan daun tumbuh-tumbuhan. Jenis penguapan ini dinamakan transpirasi. Di dalam klimatologi dan hidrologi, kedua jenis penguapan ini dinamakan evapotranspirasi. Lapisan tanah yang dipengaruhi evapo transpirasi hanya sampai kedalaman 30 cm saja. Di daerah gurun menjadi lebih dalam lagi karena curah hujan rendah dan pemanasan terus-menerus. Lapisan atas tanah gurun itu menjadi kering.

Pencemaran & Pemanfaatan Air Tanah

Di kota-kota & di daerah-wilayah industri sering terjadi polusi dalam air tanah yang ditimbulkan sang sampah & buangan limbah industri.Sampah-sampah yg padat, bila membusuk akan meresap ke pada lapisan tanah sang pengaruh air hujan sebagai akibatnya akan mengotori air tanah di tempat-loka yang dekat menggunakan asal polusi tadi. Air tanah yg sudah tercemar dapat dibedakan menggunakan air tanah yg masih murni berdasarkan rona, bau, & rasa. Akibat polusi, air tanah dapat membahayakan bagi kehidupan manusia.

Air tanah mempunyai berbagai kegunaan bagi kehidupan insan, antara lain sebagai berikut.

A) Untuk keperluan rumah tangga, misalnya untuk minum, mengolah makanan, dan mencuci.

B) Untuk keperluan industri, contohnya industri tekstil & industri farmasi.

C) Untuk keperluan pertanian, misalnya pengairan sawah.

Air tanah yang digunakan untuk banyak sekali keperluan tadi, pada zaman sekarang lebih banyak dikeluarkan melalui pembuatan sumur bor. Pengeluaran air tanah yg nir seimbang dengan penambahannya, secara alamiah akan mengakibatkan terjadinya tanah amblas (subsidence).Penyedotan air tanah secara besar -besaran jua akan menurunkan taraf permukaan air tanah dalam, terutama dalam ekspresi dominan kemarau (kering).

Subscribe to receive free email updates:

LITOSFER

Bumi tersusun atas lapisan lapisan yang dibatasi oleh bidang diskontinu bidang-bidang tadi dapat dikemukakan dalam kedalaman 32 km, 2932 dan 5182 lapisan lapaisan bumi itu merupakan sebagai berikut :

  1. Barisfer (lapisan inti Bumi) yaitu lapisan yang tersusun dari unsur-unsur Nikel dan Besi. Lapisan inti bumi terdiri dari lapisan inti dalam (inner core) dan inti luar (outer core) . Suhu udara pada lapisan inti dalam dapat mencapai 5000oC dengan ketebaan lapisan 1300 km. lapisan inti luar, suhunya dapat mencapai antara 2200oC dan 5000oC dengan ketebalan lapisan 2250 km. Berat jenis lapisan inti bumi adalah 9,6 gr/cm3.
  2. Mantel (lapisan antara) atau lapisan Asthenosfer adalah lapisan yang ada diatas lapisan inti luar. Lapisan ini memiliki ketebalan 2900 km lapisan ini memiliki terdiri dari beberapa unsur antara lain Silicon, Oksigen, Besi, dan Magnesium. Bagian bawah mantel yang dekat dengan lapisan inti luar suhunya dapat mencapai 2200oC. Bagian atas mantel suhunya sekitar 870oC. berat jenis lapisan ini rata rata 5 gr/cm2.
  3. Kerak Bumi (Lapisan paling luar) Yaitu lapisan yang ada diatas mantel lapisan ini memiliki ketebalan antara 8 – 32 km. kerak bumi terdiri dari beberapa 7 unsur antara lain Oksigen, Silicon, Almunium, Kalsium, Besi sodium dan Magnesium.

Litosfer dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

  1. Lapisan SIAL adalah lapisan yang tersusun dari sisilium dan aluminium. Lapisan ini terdapat pada lapisan bagian atas litosfer.
  2. Lapisam SIMA adalah lapisan yang tersusun dari sisilium dan magnesium. Lapisan ini terdapat pada lapisan bagian bawah litosfer.

Subscribe to receive free email updates:

Efek Rumah Kaca (Green House Effect)

Secara generik, bumi memiliki fungsi memantulkan cahaya matahari dalam bentuk sinar inframerah ke atmosfer. Kemudian sinar inframerah tadi akan diserap (absorpsi) pulang oleh gas-gas atau zat-zat yang ada di atmosfer, sehingga keadaan bumi sebagai permanen hangat atau panaswalaupun dalam waktu malam hari. Gas atau zat-zat yg berfungsi menyerap dan menunda pantulan sinar inframerah menurut bumi dianggap gas-gas tempat tinggal kaca (green house glasses) lantaran seolah-olah gas-gas itu berfungsi sebagai kaca pada suatu rumah kaca. Tertahannya sinar inframerah sang gas-gas tempat tinggal kaca, mengakibatkan terjadinya kenaikan suhu udara pada muka bumi yang disebut imbas rumah kaca (green house effect).

Naiknya suhu udara di bumi secara menyeluruh diklaim pemanasan dunia (global warming). Gas-gas yg berfungsi misalnya rumah kaca, diantaranya Karbondioksida (CO2), Metan (CH4), gas atau senyawa Nitrogen (NO, NH3 dan N2O), senyawa Sulfur (H2S dan SO2), Ozon (O3) & Clorofluorocarbon (CFC). Di antara gas-gas tempat tinggal kaca tadi, Karbondioksida (CO2) dan Clorofluorokarbon (CFC) adalah gas yg paling mayoritas dan krusial pada menaruh konstribusi dalam terjadinya pemanasan global. Karbon dioksida dikeluarkan ke atmosfer melalui kegiatan pembakaran pada mesin-mesin industri yg berbahan bakar batu bara, bensin, minyak tanah, atau solar, selain itu dari asap kendaraan bermotor dan output metabolisme & respirasi makhluk hayati. Adapun CFC dilepaskan ke atmosfer melalui aktivitas manusia dalam bentuk penggunaan lemari es,AC (Air Conditioner), atau aerosol yg disemprotkan, misalnya parfum yang menggunakan freon dan halon.

Akibat menurut banyaknya CO2, CFC, & gas-gas rumah kaca lainnya yg dilepaskan ke atmosfer, maka suhu udara di bumi akan semakin cepat meningkat yg dalam akhirnya akan menyebabkan gangguan dan perubahan iklim secara dunia. Hal ini ditandai menggunakan meningkatnyapencairan es atau salju pada kedua kutub bumi & naiknya permukaan air bahari secara keseluruhan sebagai akibatnya memungkinkan tergenangnya kota-kota pada sepanjang pantai.

Subscribe to receive free email updates: