Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan juga penurunannya.

Faktor-faktor yg mensugesti pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi).

Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan faktor non alami.

Migrasi ada dua yaitu migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi masuk (imigrasi), dan yang dapat mengurangi penduduk disebut migrasi keluar (emigrasi).

Sebelum kita membahas perkembangan jumlah penduduk Indonesia, terlebih dahulu perhatikanlah tabel pada bawah ini.

Tabel 4. Perkembangan Penduduk Dunia

Dari tabel tersebut membuktikan bahwa buat mencapai jumlah penduduk 2 kali lipat saat yang dibutuhkan makin usang makin singkat.

Faktor penyebab utama ini merupakan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama kemajuan pada bidang kesehatan.

Dengan kemajuan teknologi kesehatan kelahiran dapat diatur & kematian dapat dicegah. Ini semua mengakibatkan menurunnya angka kematian secara drastis atau mencolok.

Sesuai menggunakan taraf kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi maka tiap-tiap masyarakat atau negara, pertumbuhan penduduknya mengalami 4 periode yaitu:

  • Periode I

Pada periode ini pertumbuhan penduduk berjalan menggunakan lambat yg ditandai dengan adanya tingkat kelahiran & kematian yang rendah sehingga diklaim periode statis.

  • Periode II

  • Tahap ke 2 ini angka kematian mulai turun lantaran adanya perbaikan gizi makanan & kesehatan. Akibat dari itu semua pertumbuhan penduduk menjadi cepat mengingat angka kelahiran yg masih tinggi.

  • Periode III

  • Periode ini ditandai menggunakan tingkat pertumbuhan penduduk mulai turun. Tingkat kematian dalam periode ini stabil sampai pada tingkat rendah & nomor kelahiran menurun, penyebabnya diantaranya adanya restriksi jumlah anggota famili.

  • Periode IV

  • Pada masa ini taraf kematian stabil, tetapi tingkat kelahiran menurun secara perlahan sebagai akibatnya pertumbuhan penduduk rendah. Periode ini pada sebut periode penduduk stasioner. Dari empat periode pada atas, pertumbuhan penduduk Indonesia berada dalam periode kedua dan sekarang sedang menuju periode ketiga.

    Sampai pada sini Anda tahu mengenai pertumbuhan penduduk?

    Agar pemahaman Anda terhadap perkembangan jumlah penduduk Indonesia lebih lengkap, perhatikan grafik berikut adalah!

    Grafik Perkembangan Penduduk Indonesia Tahun 1930-2000

    Untuk pertambahan penduduk dinyatakan besarnya dengan nomor , sedangkan pertumbuhan penduduk dinyatakan menggunakan persen (%) yg biasanya dihitung tiap tahun.

    Untuk menghitung pertambahan penduduk digunakan rumus:

    Dari rumus di atas terdapat dua kelompok perhitungan pertambahan penduduk yaitu:

    a.

    Pertambahan penduduk alami atau natural increase artinya pertambahan penduduk yang dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian.

    Rumusnya:

    B.

    Pertambahan Migrasi (Net Migration) ialah pertambahan penduduk yg dihitung menurut selisih antara jumlah penduduk yg masuk dengan penduduk yg keluar.

    Rumusnya:

    Untuk menghitung prosentase pertumbuhan penduduk, perhatikan model beberapa perhitungan pada bawah ini!

    Anda harus perhatikan rumus yang digunakan dengan seksama!

    1.

    Penduduk suatu negara pada pertengahan tahun 1999 berjumlah 24.500.000 jiwa. Pada tahun tersebut terdapat kelahiran 1.300.000 jiwa dan kematian 700.000 jiwa. Migrasi masuk 20.000 jiwa dan migrasi keluar 15.000 jiwa.

    Dari data tadi hitunglah!

    A. Pertumbuhan penduduk alami

    B. Pertumbuhan penduduk migrasi

    c. Pertumbuhan penduduk tota (sosial)

    Penyelesaian soal

    a.

    Pertumbuhan penduduk alami (PA)

    PA = x 100%

    = x 100%

    = x 100% = dua,44%

    B. Pertumbuhan penduduk migrasi (PM)

    PM = x 100%

    = x 100%

    = x 100% = 0,02% c. Pertumbuhan penduduk sosial atau total (PT)

    PT = PA ? PM

    = 2,44% ? 0,02%

    = 2,42%

    Ingat! Perhitungan pada atas untuk menghitung pertumbuhan, dengan prosentase (%). Sedangkan bila ditanyakan jumlah/angka pertambahan kelahiran alaminya, maka perhitungannya lebih sederhana tanpa prosentase.

    Sebagai contoh apabila Anda diminta menghitung jumlah pertambahan alami dari soal tersebut, maka dapat dihitung sbb:

    Pertambahan Alami (PA)= L – M

    = 1.300.000 ? 700.000

    = 600.000 jiwa

    2.

    Berdasarkan sensus penduduk tahun 1990 penduduk Indonesia berjumlah 179.300.000 jiwa, sedangkan sensus tahun 1980 penduduk berjumlah 147.200.000 jiwa. Hitunglah taraf pertumbuhan penduduk pertahun!

    Penyelesaian soal:

    Untuk menyelesaikan soal ini dipakai rumus buat menghitung pertambahan penduduk antar tahun (per sensus) yaitu:

    PAS = x 100 %

    = x 100 %

    = x 100 %

    = 21,8 %

    Angka 21,8% tadi adalah pertumbuhan selama 10 tahun (1980 ? 1990), sehingga pertumbuhan penduduk tiap tahunnya sebagai:

    Untuk menentukan tinggi rendahnya pertumbuhan penduduk suatu negara, kriteria yg digunakan adalah:

    a. Kurang berdasarkan 1% digolongkan rendah

    B. Antara 1% ? 2% digolongkan sedang

    c. Lebih dari dua% digolongkan tinggi

    Jumlah penduduk diwaktu yang akan datang dapat diketahui dengan cara membuat perkiraan atau proyeksi. Ada beberapa cara untuk membuat proyeksi penduduk yaitu:

    a.

    Proyeksi jumlah penduduk untuk beberapa tahun mendatang.

    Rumusnya:

    Contoh soal:

    Pada tahun 1990 penduduk Indonesia jumlahnya 179 juta jiwa, tingkat pertumbuhan penduduk 1,98%. Berapakah jumlah penduduk tahun 2000?

    Penyelesaian:

    Jadi tahun 2000 menggunakan perhitungan diperkirakan penduduk berjumlah 213.547.000 jiwa.

    B.

    Proyeksi penduduk lipat ganda (Doubling Time) Rumus yang dipakai:

    Contoh soal:

    Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 209.597.000. Pertumbuhan penduduk 1,6%. Kapan penduduk sebagai dua kali lipat jumlahnya dan berapa jumlahnya?

    Penyelesaian soal:

    Jadi dengan pertumbuhan 1,6% pertahun, penduduk akan menjadi 2 kali lipat dalam ketika 44 tahun.

    Ini berarti menjadi dua kali lipat = 2000 44 = tahun 2044. Pada tahun 2044 penduduk Indonesia diproyeksikan sebagai dua x 209.597.000 = 419.194.000 jiwa.

    Perhitungan proyeksi jumlah penduduk pada saat yg akan datang perlu dilakukan agar dapat dipakai menjadi bahan dalam menentukan kebijakan di bidang kependudukan di waktu yang akan datang seperti penyediaan sekolah, lapangan pekerjaan dan sebagainya.

    Sampai di sini apakah Anda sudah tahu mengenai cara-cara menghitung pertumbuhan penduduk?

    Jika belum kentara cobalah baca uraian di atas sekali lagi!

    Apabila sudah jelas, kita lanjutkan bahasan lebih lengkap tentang kelahiran, kematian dan migrasi (mobilitas).

    a.

    Kelahiran (Natalitas)

    Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yg merusak kelahiran (anti natalitas) dan yg mendukung kelahiran (pro natalitas)

    Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) diantaranya:

    • Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
    • Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
    • Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
    • Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
    • Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.

    Faktor pro natalitas menyebabkan pertambahan jumlah penduduk menjadi akbar.

    Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:

    • Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.

    • Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.

    • Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

    • Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.

    • Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.

    Untuk memilih jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan nomor kelahiran (Fertilitas).

    Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan homogen-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk pada waktu satu tahun.

    Ada beberapa cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:

    1.

    Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)

    Rumus yg dipakai buat menghitung yaitu:

    Angka kelahiran ini dianggap kasar karena perhitungannya nir memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.

    Contoh:

    Pada pertengahan tahun 1999 Jakarta berpenduduk 10.000.000 jiwa. Dalam tahun tadi terdapat kelahiran 250.000 bayi. Berapa akbar nomor kelahiran kasarnya?

    Penyelesaian soal:

    Angka kelahiran 25 berarti tiap 1000 penduduk Jakarta setiap tahun terdapat kelahiran 25 bayi. Besarnya angka kelahiran kasar dapat dikatagorikan sebagai 3 yaitu:

    a) kurang berdasarkan 20 digolongkan rendah

    b) antara 20 ? 30 digolongkan sedang

    c) lebih dari 30 digolongkan tinggi

    2.

    Angka kelahiran dari kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate) disingkat ASFR

    Rumus yg dipakai buat menghitung yaitu:

    Dengan rumus tadi kita dapat mengetahui kelompok umur mana yg paling banyak terjadi kelahiran.

    Perlu diketahui bahwa usia 15 ? 49 tahun merupakan usia subur bagi perempuan . Pada usia itulah perempuan mempunyai kemungkinan buat bisa melahirkan anak.

    Contoh soal:

    Suatu daerah pada tahun 2000, terdapat penduduk wanita berusia 24-30 tahun berjumlah 30.000 jiwa. Jumlah kelahiran pada usia tersebut berjumlah 1.500 jiwa. Berapakah besar nomor kelahiran khusus (ASFR)?

    Penyelesaian soal:

    Angka kelahiran 50 berarti tiap 1000 wanita berusia 24-30 tahun terdapat kelahiran 50 bayi.

    Hasil perhitungan ASFR ini lebih teliti dibanding menggunakan perhitungan CBR (kelahiran akbar) karena dicermati per grup umur & jenis kelamin.

    Faktor-faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain:

    1)

    Kepercayaan dan agama

    Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak. 2)

    Tingkat pendidikan

    Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.

    tiga)

    Kondisi perekonomian

    Penduduk yang perekonomiannya baik nir memikirkan perencanaan jumlah anak lantaran merasa bisa mencukupi kebutuhannya. Apabila suatu negara berlaku misalnya itu maka penduduknya menjadi poly.

    4)

    Kebijakan pemerintah

    Kebijakan pemerintah mensugesti apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu syarat pemerintah yang tidak stabil contohnya syarat perang akan mengurangi nomor kelahiran.

    5)

    Adat istiadat di masyarakat

    Kebiasaan & cara pandang rakyat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebesar-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding wanita atau kebalikannya, sehingga mengejar buat mendapatkan anak pria atau sebaliknya.

    6)

    Kematian & kesehatan

    Kematian & kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.

    7)

    Struktur Penduduk

    Penduduk yg sebagian besar terdiri menurut usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yg mayoritas usia non produktif (misalnya lebih poly anak-anak dan orang-orang tua usia).

    Untuk lebih tahu uraian materi di atas, kini kerjakan dahulu latihan soal berikut ini!
    1. Suatu kota kabupaten masih ada wanita berusia 17 ? 40 tahun sebesar 500.000 jiwa, menurut jumlah tadi terdapat bayi lahir sebanyak 45.000 jiwa setahun.

    Hitunglah besarnya nomor kelahiran spesifik!

  • Apakah taraf pendidikan seorang wanita bisa mempengaruhi jumlah anak yang akan dilahirkan, berikan alasan-alasannya!

  • Bagaimana mudahkan!

    Untuk meyakinkan jawaban Anda, cocokkan jawaban Anda menggunakan jawaban ini dia!

  • Tingkat pendidikan seorang perempuan dapat mensugesti jumlah anak yang akan dilahirkan, alasannya:
  • - Adanya penundaan pernikahan lantaran menuntut ilmu, ini berarti penundaan kelahiran.

    - Dengan pendidikan cukup perempuan dapat merencanakan jumlah anak secara rasional.

    Bagaimana, pahamkah Anda menggunakan materi mengenai Natalitas? Paham bukan!

    Sekarang kita lanjutkan menggunakan bahasan selanjutnya yaitu Mortalitas.

    B.

    Kematian (Mortalitas)

    Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk & buat menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.

    Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu:

    1)

    Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR)

    Angka kematian kasar yaitu angka yg menerangkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia & jenis kelamin eksklusif.

    Rumusnya:

    Contoh soal:

    Jumlah penduduk Jakarta pertengahan tahun 2000 berjumlah 11.000.000 orang. Pada tahun tersebut masih ada kematian 200.000 orang.

    Hitung berapa angka kematian kasarnya!

    Penyelesaian soal:

    CDR 18 merupakan tiap 1000 penduduk terdapat kematian 18 jiwa pada saat satu tahun.

    Penggolongan nomor kematian kasar merupakan:

    - Rendah, jika nomor kematian 9 ? 13.

    - Sedang, apabila angka kematian 14 ? 18.

    - Tinggi, jika angka kematian lebih dari 18. 2)

    Angka kematian khusus dari umur tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR)

    Angka ini dapat digunakan buat mengetahui kelompok-grup usia manakah yang paling poly terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada grup usia muda jauh lebih rendah.

    Rumusnya:

    tiga) Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate = IMR)

    Angka kematian bayi adalah angka yang menampakan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yg lahir.

    Bayi merupakan kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.

    Rumusnya:

    Besarnya angka kematian bayi bisa dijadikan petunjuk atau indikator taraf kesehatan & kesejahteraan penduduk.

    Pada umumnya bila warga memiliki taraf kesehatan yg rendah maka tingkat kematian bayi tinggi.

    Selain perhitungan pada atas sering dihitung juga angka kematian mak saat melahirkan dan nomor kematian bayi baru lahir.

    Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:

    - Rendah, jika IMR antara 15-35.

    - Sedang, jika IMR antara 36-75.

    - Tinggi, jika IMR antara 76-125.

    Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).

    a)

    Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)

    Faktor ini menyebabkan jumlah kematian semakin akbar. Yang termasuk faktor ini merupakan:

    - Sarana kesehatan yg kurang memadai.

    - Rendahnya pencerahan warga terhadap kesehatan

    - Terjadinya banyak sekali bencana alam

    - Terjadinya peperangan

    - Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri

    - Tindakan bunuh diri dan pembunuhan. b)

    Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)

    Faktor ini dapat menyebabkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:

    - Lingkungan hidup sehat.

    - Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.

    - Ajaran kepercayaan melarang bunuh diri & membunuh orang lain.

    - Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.

    - Semakin tinggi taraf pendidikan penduduk.

    Sumber:

    http://110.138.206.53/bahan-ajar/modul_online/geografi/MO_140/geo111_04.Htm

    Subscribe to receive free email updates:

    SUMBER DAYA ALAM

    Sumber daya alam adalah semua yang terdapat di alam (kekayaan alam) yang dapat  dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Sumber daya alam terbagi dua yaitu sumber daya alam hayati dan sumber daya alam non hayati. Sumber daya alam hayati disebut juga sumber daya alam biotik yaitu semua yang terdapat di alam (kekayaan alam) berupa makhluk hidup. Sedangkan sumber daya alam non hayati atau sumber daya alam abiotik adalah semua kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia berupa benda mati.

    Jenis-jenis Sumber Daya Alam

    Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifatnya

    1. SDA yang Dapat Diperbaharui (Renewable)

    SDA yang bisa diperbaharui merupakan sumber daya alam yg jika dimanfaatkan & habis maka bisa dilestarikan pulang. Sumber daya alam ini dapat bereproduksi dan mempunyai daya regenerasi (pulih kembali). Contohnya air, tanah, flora dan fauna. Lantaran asal daya alam bersifat terbatas, maka permanen harus dijaga kelestariannya. Pelestarian ini berfungsi agar keseimbangan ekosistem dapat terjaga.

    Dua. SDA yang Tidak Dapat Diperbaharui (Non Renewable)

    SDA yang nir dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yg bila dimanfaatkan atau dipakai hingga habis maka sumber daya alam itu tidak bisa dilestarikan pulang, misalnya emas, batu bara, minyak bumi, tembaga & lain-lain.

    Tiga. SDA yang Tidak Akan Habis

    SDA yang nir akan habis adalah asal daya alam yang nir akan habis sehingga apabila kita manfaatkan sebesar-besarnya SDA ini nir akan habis dan akan terus ada, misalnya udara, sinar matahari, energi pasang surut dan tenaga laut.

    Sumber Daya Alam Berdasarkan Potensinya

    Sumber Daya Alam Materi

    Sumber daya alam materi adalah sumber daya alam yang dimanfaatkan oleh insan pada bentuk fisiknya, misalnya batu, besi, kayu, kapas & sejenisnya.

    Sumber Daya Alam Energi

    Sumber daya alam energi adalah segala sesuatu yg asal dari alam yg dimanfaatkan menurut segi energi yang dihasilkan, seperti sinar mentari , barang tambang, kincir angin, batu bara, minyak bumi & lain-lain.

    Sumber Daya Alam Ruang

    Sumber daya alam ruang merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau loka hayati, contohnya adalah hamparan tanah atau daratan dan ruang angkasa.

    Sumber Daya Alam Berdasarkan Jenisnya

    Sumber Daya Alam Hayati (Biotik)

    Sumber daya alam biologi merupakan asal daya alam yang didapatkan berdasarkan makhluk hayati (hewan atau flora). Contohnya merupakan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, pertambakan & perikanan.

    Sumber Daya Alam Non Hayati (Abiotik)

    Sumber daya alam non biologi merupakan sumber daya alam yang tidak dari dari makhluk hayati atau dianggap abiotik, contohnya adalah air, tanah, dan barang tambang.

    Demikianlah pembahasan  kita manfaatkan dan lestarikan sumber daya alam kita seefektif dan seefisien mungkin, demi masa depan anak dan cucu kita, tanamkanlah kepada mereka rasa cinta kepada alam. Kita sendiri, marilah kita cintai alam kita sebagaimana kita mencintai diri kita sendiri, karena kita manusia yang mempunyai nilai-nilai kemanusiaan.

    Pengelolaan Sumber Daya Alam Berdasarkan Prinsip Ekofiensi

    Pengelolaan sumber daya alam berdasarkan prinsip ekofiensiadalah menggunakan sumber daya alam dengan biaya yang murahdan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Ekofiensi mempunyai dua prinsip, yaitu prinsip mengoptimalkan daya dukung lingkungan dan prinsip kedua meningkatkan efisiensi bahan baku.   Contoh penerapan prinsip ekofiensi dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

    1) berhemat penggunaan listrik,

    dua) menghemat penggunaan air,

    3) menggunakan bensin super tanpa timbal buat tunggangan,

    4) mendaur ulang kertas yang nir terpakai,

    5) membuahkan sampah sebagai sampah atau pupuk,

    6) mendaur ulang barang yg sudah nir terpakai (reuse),

    7) menggunakan balik barang yg sudah dipakai (recycle),

    8) mengurangi pendayagunaan yang berlebihan terhadap alam (reduce).

    Menurut UU No.11 Tahun 1967, bahan tambang tergolong menjadi 3 jenis, yakni Golongan A (yg dianggap sebagai bahan strategis), Golongan B (bahan vital), dan Golongan C (bahan nir strategis dan nir penting).

    • Bahan Golongan A merupakan barang yang penting bagi pertahanan, keamanan dan strategis untuk menjamin perekonomian negara dan sebagian besar hanya diizinkan untuk dimiliki oleh pihak pemerintah, contohnya minyak, uranium dan plutonium. Sementara,
    • Bahan Golongan B dapat menjamin hayat hidup orang banyak, contohnya emas, perak, besi dan tembaga.
    • Bahan Golongan C adalah bahan yang tidak dianggap langsung mempengaruhi hayat hidup orang banyak, contohnya garam, pasir, marmer, batu kapur dan asbes. Industri pertambangan.

    Subscribe to receive free email updates:

    BIOSFER

    Biosfer (berasal dari kata bio = hidup dan sphaira = tempat/lapisan). Biosfer dapat dibagi menjadi tiga bagian lingkungan atau biocycle, yaitu air asin (lautan), air tawar (sungai, danau, dan kolam), dan daratan (tanah dan udara yang bersentuhan dengan tanah).

    Faktor-faktor yang Memengaruhi persebaran Flora dan Fauna antara lain:

    1. Klimatik (Iklim) ,Unsur-unsur iklim yang banyak memengaruhi jenis dan persebaran flora dan fauna, antara lain: Angin, Cahaya matahari, Tanah, Relief. Mahluk Hidup (Manusia & Hewan)
    2. Edafik (Tanah) Sifat-sifat tanah, seperti teksturnya, strukturnya, kadar udara dan kadar air, suhunya, kadar kimiawi, serta unsur biologinya sangat menentukan jenis tanaman yang tumbuh di tempat itu.
    3. Fisiografis (Relief) Perbedaan tinggi rendahnya muka bumi berpengaruh terhadap angin dan juga suhu. Sedangkan angin dan suhu berpengaruh terhadap tetumbuhan serta terhadap kehidupan hewan.
    4. Biotik (Makhluk Hidup) hewan dan manusia dapat memengaruhi kehidupan di suatu tempat. Hewan, misalnya sapi, dengan cara memakan rumput, hewan itu dapat menggundulkan padang rumput dan mengubahnya menjadi padang pasir. Hal ini seperti yang terjadi di Pulau Sumba.

    Istilah Istilah yang berkaitan dengan Biosfer

    • Populasi adalah sekelompok mahkluk hidup dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula. Misalnya semua rusa di Isle Royale membentuk suatu populasi, begitu juga dengan pohon-pohon cemara.
    • Komunitas adalah kumpulan populasi tumbuhan dan tanaman yang hidup secara bersama di dalam suatu lingkungan. Serigala, rusa, berang-berang, pohon cemara dan pohon birch adalah beberapa populasi yang membentuk komunitas hutan di Isle Royale
    • Ekosistem adalah level paling kompleks dari sebuah organisasi alam. Ekosistem terbentuk dari sebuah komunitas dan lingkungan abiotiknya seperti iklim, tanah, air, udara, nutrien dan energi.
    • Bioma adalah kumpulan dari beberapa ekosistem  yang meliputi suatu daerah yang luas dan memiliki flora dan fauna yang khas. Bioma merupakan ekosistem-ekosistem yang terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomis

    Fauna di Dunia

    Pengelompokan persebaran fauna di dunia dibagi menjadi beberapa wilayah persebaran (region) menurut Wallace  yang digambarkan sebagai berikut:

    Faktor yang berpengaruh terhadap persebaran flora antara lain faktor geologi, iklim, sinar matahari, ketinggian tempat, kesuburan tanah, serta unsur biotik.

    Berdasarkan Biomanya, flora di dunia terdiri dari :

    Hutan hujan tropik,  : Vegetasinya yaitu hutan  tropis

    Hutan musim/gugur : Vegetasinya Tanaman yang daunya bias meranggas ex:Pohon Jati

    Hutan sabana,          : Vegetasi berupa padang rumput dan semak semak seperti akasia

    Stepa.                       : Vegetasinya berupa Padang Rumput

    Taiga                        : Vegetasinya Berupa  Pohon corniver (Cemara)

    Tundra                      : Vegetasinya berupa Lumut

    Fauna di Indonesia

    Peta daerah flora dan fauna di Indonesia menurut Wallace dan Weber.

    Sumber: Buku Geografi SMU, Drs. Priatna Sutisna, dkk.

    Berdasarkan keadaan geologi, flora dan fauna di Indonesia terdiri dari flora dan fauna jenis Asia, disebelah Timur dibatasi oleh garis Wallace. Flora dan fauna jenis Australia disebelah Barat dibatasi oleh garis Weber. Bagian tengah disebut flora dan fauna jenis peralihan. Berdasarkan iklim, flora di Indonesia terdiri dari hutan hujan tropik, hutan musim, hutan sabana, dan stepa.

    Usaha-usaha pelestraian flora dan fauna adalah:

    gambar cagar alam

    • ditetapkan daerah suaka alam dan cagar alam,
    • pembangunan penangkaran hewan,
    • pembangunan harus berwawasan lingkungan,
    • mendorong peningkatan nilai-nilai ilmiah, budaya, pendidikan, ekonomi,
    • penerapan UU Perlindungan Alam,
    • menetapkan flora dan fauna langka,
    • melakukan usaha-usaha pelestarian diluar usaha konservasi (pelestarian hutan, pelestarian satwa, dan biota air).
    Suaka alam dan margasatwa berfungsi melindungi lingkungan kehidupan, menjaga kesuburan tanah, menjaga tata air, sebagai obyek wisata, sumber devisa negara, sumber belajar, dan tempat penelitian.

    Subscribe to receive free email updates:

    LINGKUNGAN HIDUP

    Pengertian Lingkungan Hidup

    Lingkungan hidup adalah sistem kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem. Dari dua pengertian di atas, maka sesungguhnya ilmu lingkungan mempelajari hubungan antara makhluk hidup atau biotik, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan beserta segala sesuatu dengan yang berada di sekitarnya, baik unsur fisik, sepertI batu-batuan, air, udara, angin, dan sebagainya, yang membentuksuatu kesatuan atau sistem (ekosistem) serta hubungannya yang bersifat imbal balik.  Lingkungan hidup juga dapat dipandang dari aspek biologi, fisik, manusia, dan sosial.

    Dari aspek hayati, lingkungan biologi merupakan segala sesuatu yang berada pada kurang lebih manusia yang berupa organisme hayati(selain manusia sendiri), contohnya fauna kecil (kuman) hingga hewan akbar (gajah) dan flora mini (rumput) sampai tanaman besar (pohon kelapa).

    Lingkungan fisik insan adalah lingkungan alam yg mengelilingi atau berada pada kurang lebih insan. Lingkungan ini meliputi faktor:

    1) Iklim

    dua) Bentuk huma (contoh: dataran rendah, dataran tinggi, dan pegunungan).

    Tiga) Tanah

    4) Perairan (seperti sungai, danau, mata air, rawa, dan laut).

    Lima) Vegetasi (model: hutan, padang rumput, tumbuhan, dan gurun).

    6) Mineral tambang.

    Lingkungan sosial adalah lingkungan insan dalam warga yg berada pada sekitarnya, misalnya tetangga, teman sekerja, & orang lain.

    Pemanfaatan Lingkungan bagi Pembangunan

    Pembangunan dilaksanakan menggunakan memanfaatkan asal daya alam yang tersedia pada lingkungan. Berbagai jenis aktivitas pembangunan dilakukan dengan memanfaatkan lingkungan diantaranya reklamasi, peningkatan huma garapan dan hasil panen, serta pengembangan transportasi dan perhubungan.

    Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)

    Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 mengenai Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan bahwa pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hayati merupakan upaya sadar dan terpola, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumberdaya, ke pada proses pembangunan buat mengklaim kemampuan, kesejahteraan, & mutu hayati generasi masa kini dan generasi masadepan. Manfaat lingkungan hayati antara lain sebagai berikut.

    A. Tempat hidup insan dan melakukan kegiatannya.

    B. Tempat hidup hewan & tanaman .

    C. Sumber bahan pangan.

    D. Sumber bahan baku atau bahan mentah.

    E. Sumber bahan tambang dan mineral.

    F. Sumber energi atau bahan bakar.

    Pelestarian Lingkungan Hidup

    Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan bahwa pelestarian fungsi lingkungan hayati adalah rangkaian upaya buat memelihara kelangsungan daya dukung dan daya tampung lingkungan hayati. Untuk pelestarian fungsi lingkungan hidup maka dilakukan upaya terpadu pada pengelolaan lingkungan hayati yg meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, & pengendalian.

    Subscribe to receive free email updates:

    MOBILITAS PENDUDUK

    A. Pengertian

    Mobilitas penduduk atau gerakan penduduk ialah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain.

    B. Jenis-jenis Mobilitas Penduduk

    Ada dua macam mobilitas penduduk, yaitu sebagai berikut.

    1) Migrasi, yaitu mobilitas penduduk yang bertujuan untuk menetap di daerah baru.

    2) Mobilitas sirkuler (mobilitas sementara), yaitu  mobilitas penduduk untuk sementara waktu, tidak untuk menetap. Contohnya, setelah panen dan tidak ada kegiatan, para petani pergi ke kota untuk mencari nafkah (migrasi musiman); atau para pekerja yang pada waktu pagi pergi ke kota, sorenya kembali ke tempat tinggalnya di pinggiran kota.

    C. Migrasi

    Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain di dalam negeri maupun dari suatu negara ke negara lain untuk menetap, baik secara perorangan, keluarga maupun berkelompok. Pengertian menetap menurut Sensus Penduduk Indonesia adalah orang yang tinggal di daerah baru selama enam bulan atau lebih.

    1) Sebab-Sebab Terjadinya Migrasi

    Ada beberapa karena terjadinya migrasi, yaitu menjadi berikut.

    a)Alasan ekonomi, karena kesukaran hidup di suatu daerah mendorong keinginan untuk mencari kehidupan yang lebih baik ke daerah lain.

    b)Alasan politis, yaitu adanya pergolakan politik dalam suatu Negara sehingga kaum politisi pindah ke negara lain untuk mencari perlindungan dan keamanan dirinya.

    c)Alasan agama, karena kurang terjamin atau terkekang dalam kehidupan beragama penduduk pindah ke daerah lain yang sesuai dengan kehidupan agamanya.

    d)Alasan lain, misalnya bencana alam, kekeringan yang panjang, peperangan, kelaparan, dan wabah penyakit.

    2) Jenis-Jenis Migrasi

    Ada 2 jenis migrasi, yaitu sebagai berikut.

    a)Migrasi antarnegara (internasional), yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain. Yang termasuk migrasi antarnegara adalah sebagai berikut.

    1)Imigrasi, yaitu masuknya penduduk negara lain ke satu negara. Misalnya, masuknya orang Malaysia ke Indonesia. Orang Malaysia tersebut disebut sebagai imigran. Perpindahannya itu disebut imigrasi. Imigrasi dapat bersifat permanen, artinya tinggal menetap untuk selamanya. Sebaliknya, dapat pula bersifat sementara, misalnya TKI ke Arab Saudi berdasarkan kontrak selama dua tahun.

    2)Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke Negara lain. Misalnya, orang-orang Indonesia yang pindah ke New Caledonia dan Suriname. Mereka disebut emigran. Perpindahannya disebut emigrasi.

    3)Remigrasi, yaitu kembalinya para emigran ke negara asalnya. Misalnya, orang-orang Ambon yang tadinya pindah ke Belanda sebagai emigran, kemudian kembali lagi pindah ke Indonesia.

    b) Migrasi dalam negeri (nasional), yaitu perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain di wilayah negara itu. Misalnya, perpindahan penduduk antarprovinsi. Yang termasuk imigrasi dalam negeri adalah sebagai berikut.

    Gambar foto udara daerah transmigrasi

    Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari suatu pulau atau provinsi yang berpenduduk padat ke suatu pulau atau provinsi lain yg berpenduduk sporadis pada negara sendiri. Macam-macam transmigrasi adalah menjadi berikut.

    a)Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang semua biayanya ditanggung pemerintah, baik biaya perjalanan maupun biaya hidup selama satu tahun di daerah transmigrasi. Tiap keluarga mendapat alat pertanian, rumah, bibit, dan tanah seluas dua hektar.

    b)Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi yang pembiayaannya sebagian ditanggung sendiri dan sebagian ditanggung pemerintah. Pemerintah memberi tanah dua hektar dan membiayai perjalanannya.

    c)Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi yang seluruh biaya ditanggung oleh transmigran itu sendiri. Pemerintah tidak memberikan bantuan apa pun

    d)Transmigrasi bedol desa, yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh penduduk desa beserta pejabat pemerintah desa. Transmigrasi bedol desa dilaksanakan karena bencana alam, misalnya karena letusan Gunung Merapi, penduduk beserta pejabat desa yang bertempat tinggal di kaki gunung dipindahkan ke Sumatera. Penduduk Wonogiri dipindahkan ke Sitiung (Sumatera Barat), karena daerahnya dibuat PLTA Gajah Mungkur (bendungan).

    e)Transmigrasi khusus, yaitu transmigrasi yang diselenggarakan oleh Departemen Transmigrasi bersama instansi pemerintah atau organisasi lain, misalnya KNPI, Pramuka, dan sebagainya. Penyelenggaraannya sama dengan transmigrasi umum, misalnya transmigrasi pemuda ke Sumatera Utara (daerah Labuhanbatu).

    f)Transmigrasi bekas pejuang, yaitu transmigrasi yang diselenggarakan oleh bekas pejuang dan yang ditransmigrasikan adalah mantan ABRI yang sudah pensiun. Daerah transmigrasinya adalah Kalimantan Barat, dan Lampung.

    2) Urbanisasi, ialah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau kotakota besar.

    Permasalahan yang berkaitan dengan urbanisasi adalah sebagai berikut.

    a)Keadaan di desa, Banyak penduduk tidak memiliki tanah, pendapatan penduduk rendah, dan sulit mencari pekerjaan di luar bidang pertanian.

    b)Keadaan di kota, Banyak daya tarik di kota, misalnya hiburan, rekreasi, adanya gedung-gedung, fasilitas pendidikan lengkap, dan luasnya kesempatan kerja di desa.

    c)Akibat urbanisasi, Kekurangan tenaga kerja di desa. Akibatnya, sulit mencari tenaga yang berpendidikan di desa dan sulit mencari tenaga penggerak pembangunan di desa.

    d)Akibat urbanisasi di kota, Timbul pengangguran karena tidak semua yang urbanisasi dapat bekerja; timbul tuna wisma, dan daerah slum (kumuh); meningkatnya kejahatan; dan angkutan umum tidak dapat mencukupi kebutuhan penumpang yang terus meningkat.

    Gambar slum area (wilayah kumuh)

    e)Usaha pemerintah mengurangi urbanisasi, Pemerintah membatasi penduduk desa pindah ke kota; melaksanakan pembangunan sampai ke daerah-daerah; mengembangkan kota-kota kecil; serta menyediakan fasilitas yang dibutuhkan penduduk desa, misalnya fasilitas pendidikan, kesehatan, hiburan, rekreasi, dan penerangan.

    Subscribe to receive free email updates:

    PENDATAAN PENDUDUK

    Gambar petugas sensus penduduk 2010

    Penduduk merupakan semua orang yg berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan mereka yang berdomisili kurang berdasarkan 6 bulan, namun bertujuan buat menetap.Untuk menerima gambaran tentang kondisi kependudukansuatu daerah atau negara, dibutuhkan data yg seksama tentang aspek-aspek kuantitas & kualitas penduduk. Tingkat akurasi data yg diperoleh sangat memengaruhi ketelitian hasil analisis dan prediksi kondisi kependudukan. Untuk negara Indonesia, lembaga yg bertugas mengumpul kan, memasak, & mempublikasikan data kependudukan merupakan Badan Pusat Statistik (BPS). Badan Pusat Statistik Indonesia memiliki beberapa asal data kependudukan, yaitu output sensus, survei, dan registrasi penduduk.

    1. Sensus

    Sensus atau cacah jiwa merupakan proses pencatatan, perhitungan, & publikasi data demografis yang dilakukan terhadap semua penduduk yg tinggal menetap pada suatu wilayah atau negara tertentu secara bersamaan. Sensus dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Sampai dengan 2006 negara Indonesia sudah melak sanakan enam kali sensus penduduk, yaitu tahun 1920 (sang pemerintah Belanda), 1961, 1971, 1980, 1990, dan terakhir tahun 2000.

    Tujuan utama dilaksanakan sensus penduduk antara lain buat mengetahui jumlah & perkembangan penduduk dalam periode saat eksklusif, mengetahui persebaran & kepadatan penduduk pada aneka macam wilayah, serta mengetahui syarat demografis lainnya, misalnya taraf kelahiran, kematian, komposisi, & migrasi. Di dalam pelaksanaannya, sensus dapat dilakukan menggunakan dua cara, yaitu menjadi berikut.

    A. Sensus de jure, yaitu proses pencacahan penduduk yg dilaksanakan terhadap semua orang yg benar-sahih tercatat bertempat tinggal pada suatu wilayah, umumnya sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

    B. Sensus de facto, yaitu proses pencacahan penduduk yg dilaksanakan terhadap seluruh orang yg ditemui sang petugas waktu dilaksanakan sensus.

    2. Survei

    Selain melalui sensus, data kependudukan dapat juga diperoleh menurut output survei. Dilihat berdasarkan pelaksanaannya, survei hampir sama dengan sensus. Perbedaan dari kedua proses pencacahan tersebut terletak dalam saat aplikasi, wilayah, & jumlah penduduk yg di data. Proses pendataan survei hanya dilakukan terhadap sampel (model) penduduk di beberapa wilayah yg dipercaya dapat mewakili ciri semua penduduk di lebih kurang daerah sampel. Pelaksanaannya pun bisa dilakukan kapanpun dan nir memiliki periodisasi misalnya sensus. Atau menggunakan istilah lain, survei adalah proses pencacahan terhadap sampel penduduk pada beberapa wilayah yg bisa mewakili karakter wilayah secara keseluruhan.

    3. Registrasi Penduduk

    Sumber data kependudukan yang ketiga merupakan pendaftaran penduduk, yaitu proses pengumpulan liputan yg herbi insiden-insiden kependudukan harian & kejadian-insiden yang mengubah status seseorang, seperti peristiwa kelahiran, perkawinan, perceraian, perpindahan loka tinggal, & kematian.

    Kualitas Sumber Daya Manusia

    Indikator yg digunakan buat mengukur kualitas asal daya insan adalah sebagai berikut.

    1. Ketenangan jiwa yang dilandasi ketakwaan terhadap TuhanYang Maha Esa.

    2. Cukup pakaian, pangan, dan perumahan yang layak, sebagai akibatnya dia bisa hayati aman.

    Tiga. Tersedianya fasilitas kesehatan, termasuk tenaga medis & obat-obatan yang terjangkau sang penduduk.

    4. Kesempatan pendidikan dalam segala tingkat, baik generik maupun kejuruan.

    Lima. Adanya jaminan hari tua.

    6. Sarana perhubungan & wahana komunitas tersedia lengkap.

    7. Adanya jaminan aturan dan hak-hak asasi manusia.

    8. Hubungan yang serasi antar famili, rakyat danbangsanya.

    9. Tersedianya fasilitas rekreasi yg lumrah.

    Selain beberapa indikator tadi, masih ada beberapa faktor kualitas sumber daya insan, yaitu ini dia.

    1. Kesehatan

    Kesehatan adalah keliru satu faktor yg sangat menentukan terhadap kualitas kehidupan suatu penduduk. Jadi, bila suatu penduduk kesehatannya nir terjamin, maka mampu menimbulkan hal-hal menjadi berikut.

    a. Angka kematian yang tinggi, terutama pada bayi dan anak-anak,

    B. Gangguan terhadap pertumbuhan jasmani,

    c. Menurunnya daya kerja, &

    d. Gangguan terhadap perkembangan mental & intelegensi.

    Dua. Pendidikan

    Tingkat pendidikan penduduk berimplikasi terhadap kualitas atau kesejahteraan hidupnya. Mereka yg berpendidikan tinggi lebih berpeluang buat memperoleh pekerjaan menggunakan berpenghasilan yg layak, lebih paham akan arti pentingnya kesehatan serta lebih matang pada mental. Dengan demikian, pendidikan merupakan salah satu faktor yg nir boleh tidak wajib dimiliki oleh penduduk yang ingin memiliki kualitas hayati yang tinggi.

    Tiga. Harapan Hidup

    Rasio asa hayati penduduk dapat diperkirakan menggunakan cara mengaitkannya menggunakan tingkat kesejahteraannya. Semakin tinggi tingkat kesejahteraannya, diperkirakan penduduk tadi memiliki rasio harapan hayati lebih lama dibandingkan mereka yg nir sejahtera.

    Subscribe to receive free email updates:

    ANTHROPOSFER

    Hal yg dipelajari dalam antroposfer merupakan insan (penduduk). Antroposfer berasal dari kata anthropos yang berarti insan, dan sphaira (sphere) yg berarti bola atau lingkungan. Jadi, antroposfer adalah insan (penduduk) yang berdiam di muka bumi. Adapun kenyataan antroposfer

    adalah insiden atau terjadinya sesuatu pada muka bumi yang berkaitan menggunakan insan (penduduk).

    Fenomena antroposfer atau perkara kependudukan pada Indonesia merupakan menjadi berikut.

    1. Tingkat Pertumbuhan Penduduk
    2. Persebaran Penduduk di Indonesia
    3. Mobilitas Penduduk
    4. Kualitas Penduduk
    5. Upaya Pengendalian Penduduk

    Aspek Kependudukan

    1. Demografi

    Demografi adalah ilmu yang mengusut data-data dan statistik penduduk buat mengetahui segala sesuatu yg berkaitan dengan perkembangan, kepadatan, kelahiran, kematian, perpindahan, dan persebaran penduduk.

    2. Pengembangan Sumber Daya Manusia

    Langkah-langkah buat pengembangan asal daya manusia adalah ekspansi lapangan kerja, penguasaan ilmu & teknologi, dan peningkatan mutu kehidupan

    3. Kuantitas Sumber Daya Manusia

    Dalam hal ini yang termasuk kuantitas asal daya manusia merupakan jumlah dan persebaran penduduk, komposisi penduduk, dan pertumbuhan penduduk.

    4. Kualitas Sumber Daya Manusia

    Adapun yang menjadi indikator kualitas asal daya manusia, meliputi taraf pendidikan & derajat kesehatan

    sumber: Buku Geografi 2 Kelas XI SMA dan MA karya L. Iskandar

    Subscribe to receive free email updates:

    Macam-macam bioma di Indonesia

    1. Bioma Gurun & Setengah Gurun

    Bioma gurun dan setengah gurun banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat.

    Karakteristik

    1. Curah hujan sangat rendah, +  25 cm/tahun
    2. Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi
    3. Kelembaban udara sangat rendah
    4. Perbedaan suhu slang haridenganmalamharisangattinggi(siangdapat mencapai 45 C, malam dapat turun sampai 0 C)
    5. Tanah sangat tandus Karena tidak mampu menyimpan air

    Lingkungan biotik:

    • Flora: tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan daerah kering (tumbuhan serofit).
    • Fauna: hewan besar yang hidup di gurun umumnya yang mampu menyimpan air, misalnya unta, sedang untuk hewan-hewan kecil misalnya kadal, ular, tikus, semut, umumnya hanya aktif hidup pada pagi hari, pada slang hari yang terik mereka hidup pada lubang-lubang.

    2. Bioma Padang Rumput

    Bioma padang rumput membentang mulai berdasarkan daerah tropis hingga dengan daerah beriklim sedang, misalnya Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia.

    Karakteristik

    1. Curah hujan antara  25 - 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun.
    2. Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.
    3. Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.

    Lingkungan biotik:

    • Flora: tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan daerah dengan porositas dan drainase kurang baik adalah rumput, meskipun ada pula    tumbuhan lain yang hidup selain rumput, tetapi Karena mereka merupakan vegetasi yang dominan maka disebut padang rumput. Nama    padang rumput bermacam-macam seperti stepa di Rusia Selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara dan pampa di Argentina.
    • Fauna: bison dan kuda liar (mustang) di Amerika, gajah dan jerapah di Afrika, domba dan kanguru diAustralia. Karnivora: singa, srigala, anjing liar, cheetah.

    Tiga. Bioma Sabana

    Bioma sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan.

    Berdasarkan jenis flora yang menyusunnya, sabana dibedakan sebagai 2, yaitu sabana murni dan sabana campuran.

    • Sabana murni : bila pohon-pohon yang menyusunnya hanya terdiri atas satu jenis tumbuhan saja.
    • Sabana campuran : bila pohon-pohon penyusunnya terdiri dari campuran berjenis-jenis pohon.

    4. Bioma Hutan Tropis

    Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan dan hewan yang paling tinggi.  Meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini, dan lembah Kongo di Afrika.

    Karakteristik

    1. Curah hajannya tinggi, merata sepanjang tahun, yaitu antara 200 - 225 cm/tahun.
    2. Matahari bersinar sepanjang tahun.
    3. Dari bulan satu ke bulan yang lain perubahan suhunya relatif kecil.
    4. Di bawah kanopi atau tudung pohon, gelap sepanjang hari, sehingga tidak ada perubahan suhu antara slang dan malam hari.

    - Flora:  pada biorna hutan tropis terdapat beratus-ratus spesies tumbuhan. Pohon-pohon utama dapat mencapai ketinggian 20 - 40 m, dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung atau kanopi.

    Tumbuhan khas yang dijumpai adalah liana dan epifit. Liana adalah tumbuhan yang menjalar di permukaan hutan, contoh:  rotan.  Epifit adalah tumbuhan yang menempel pada batang-batang pohon, dan tidak merugikan pohon tersebut, contoh:  Anggrek, paku Sarang Burung.

    - Fauna: pada daerah tudung yang relatif sinar surya, dalam slang hari hidup hewan-hewan yg bersifat diurnal yaitu fauna yang aktif dalam siang hari, pada wilayah bawah kanopi & wilayah dasar hayati fauna-fauna yg bersifat nokfurnal yaitu hewan yg aktif dalam malam hari, misalnya: burung hantu, babi hutan,kucing hutan, macan tutul.

    Lima. Hutan Musim

    Di daerah tropis, selain hutan tropis terdapat juga hutan demam isu. Cirinya tanaman yg membangun gugusan hutan animo:

    Pohon-pohonnya tahan dari kekeringan dan termasuk tanaman tropofit, adalah sanggup menyesuaikan diri terhadap keadaan kemarau dan keadaan basah dalam waktu ekspresi dominan kering (kering), daunnya meranggas, kebalikannya ketika trend hujan, daunnya lebat. Hutan animo biasa diberi nama sesuai dengan flora yg mayoritas, contohnya: hutan jati, hutan angsana. Di Indonesia, hutan demam isu bisa ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Fauna yg poly ditemukan rusa, babi hutan, harimau.

    6. Hutan Lumut

    Hutan lumut banyak ditemukan di lereng gunung atau pegunungan yang terletak pada ketinggian di atas batas kondensasi uap air. Disebut hutan lumut Karena vegetasi yang dominan adalah tumbuhan lumut. Lumut yang tumbuh tidak hanya di permakean tanah dan bebatuan, tetapi mereka  pun menutupi batang-batang pohon berkayu. Jadi pada hutan lumut, yang tumbuh tidak hanya lumut saja, melainkan hutan yang banyak pepohonannya yang tertutup oleh lumut. Sepanjang hari hampir

    selalu hujan Karena kelembaban yg tinggi dan suhu rendah mengakibatkan timbulnya embun terus-menerus.

    7. Bioma Hutan Gugur (Deciduous Forest)

    Ciri spesial bioma hutan gugur merupakan tumbuhannya sewaktu trend dingin, daun-daunnya meranggas. Bioma ini bisa dijumpai di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur, dan Chili.

    Karakteristik

    - Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun.

    - Mempunyai 4 ekspresi dominan: demam isu panas, animo dingin, trend gugur dan trend semi

    - Keanekaragaman jenis tanaman lebih rendah daripada bioma hutan tropis.

    Musim panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima relatif tinggi, demikian juga dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan balk, tetapi cahaya masih bisa menembus ke dasar, Karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya. Konsumen yang terdapat pada daerah ini adalah serangga, burung, bajing, & racoon yaitu fauna sebangsa luwak/musang.

    Pada saat menjelang demam isu dingin, radiasi sinar surya mulai berkurang, subu mulai turun. Tumbuhan mulai sulit menerima air sebagai akibatnya daun menjadi merah, coklat akhirnya gugur, sebagai akibatnya isu terkini itu dianggap ekspresi dominan gugur.

    Pada ketika musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan aktivitas fotosentesis. Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi (tidur dalam trend dingin). Menjelang trend panas, suhu naik, salju mencair, tanaman mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga dianggap isu terkini semi.

    A. Bioma Hutan Taiga / Hutan Homogen

    Bioma ini kebanyakan masih ada pada daerah antara subtropika dengan wilayah kutub, misalnya di wilayah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, Kanada.

    Ciri-karakteristik bioma hutan taiga:

    1. Perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi, pada musim panas suhu tinggi, pada musim dingin suhu sangat rendah.
    2. Pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
    3. Flora khasnya adalah pohon berdaun jarum/pohon konifer, contoh pohon konifer adalah Pinus merkusii (pinus). Keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah, vegetasinya nyaris seragam, dominan pohon-pohon konifer
    4. Karena nyaris seragam, hutannya disebut hutan homogen. Tumbuhannya hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah.

    Fauna yang terdapat pada daerah ini adalah beruang hitam, ajak, srigala & burung-burung yg bermigrasi kedaerah tropis apabila animo dingin tiba. Beberapa jenis hewan seperti tupai dan mammalia kecil lainnya maupun berhibernasi pada waktu ekspresi dominan dingin.

    9. Bioma Hutan Tundra

    Bioma ini terletak pada kawasan lingkungan Kutub Utara sebagai akibatnya iklimnya merupakan iklim kutub. Istilah tundra berarti dataran tanpa pohon, vegetasinya didominasi sang lumut & lumut kerak, vegetasi lainnya adalah rumput-rumputan dan sedikit tanaman berbunga berukuran mini .

    Karakteristik

    1. Mendapat sedikit tenaga radiasi mentari , animo dingin sangat panjang dapat berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap.

    2. Musim panas berlangsung selama tiga bulan, dalam masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan.

    3. Fauna khas bioma tundra adalah "Muskoxem"  (bison berhulu tebal) dan Reindeer/Caribou (rusa kutub).

    10. Hutan Bakau / Mangrove

    Hutan bakau/mangrove banyak ditemukan di sepanjang pantai yang landai pada wilayah tropik & subtropik. Tumbuhan yg mayoritas merupakan pohon bakau (Rhizophora sp), sebagai akibatnya nama lainnya adalah hutan bakau, selain pohon bakau ditemukan pula pohon Kayu Api (Avicennia) dan pohon Bogem (Bruguiera).

    Karakteristik

    1. Kadar garam air & tanahnya tinggi.

    2. Kadar 02 air & tanahaya rendah.

    3. Saat air pasang, lingkungannya banjir, saat air surut lingkungannya becek dan berlumpur.

    Dengan kondisi kadar garam tinggi, mengakibatkan tanaman bakau sukar menyerap air meskipun lingkungan sekitar poly air, keadaan ini dikenal menggunakan nama kekeringan fisiologis. Untuk menyesuaikan dengan lingkungan tadi tumbuhan bakau mempunyai dedaunan yg tebal dan kaku, berlapiskan kutikula sehingga dapat mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar .

    Untuk menyesuaikan diri dengan kadar 02 rendah, tumbuhan bakau mempunyai akar nafas yang berfungsi menyerap 02 pribadi menurut udara. Agar individu baru nir dihanyutkan sang arus air akibat adanya pasang naik dan pasang surut terutama pada bakau kita dapati suatu fenomena yg dikenal menggunakan nama VIVIPARI yg merupakan merupakan berkecambahnya biji selagi biji masih masih ada pada butir, belum tanggal berdasarkan pohon induknya, dapat menciptakan akar yang kadang-kadang bisa mencapai 1 meter panjangnya.

    Jika biji yang telah berkecambah tersebut tanggal menurut pohon induknya maka menggunakan akar yang panjang tersebut dapat menancap relatif dalam di dalam lumpur, sehingga nir akan terganggu menggunakan arus air yg terjadi dalam gerakan pasang & surut.

    Hutan bakau di Indonesia terdapat pada sepanjang pantai timur Sumatra, pantai barat & selatan Kalimantan dan sepanjang pantai Irian, di Pulau Jawa hutan bakau yg relatif luas masih tersisa pada lebih kurang Segara Anakan dekat Cilacap yg adalah muara sungai Citanduy.

    Jenis-jenis fauna yang dapat ditemukan pada lingkungan hutan bakau terutama merupakan ikan dan hewan-fauna melata (buaya, biawak) dan burung-burung yg bersarang di atas pohon-pohon bakau.

    Subscribe to receive free email updates:

    Persebaran Flora Indonesia

    Secara umum persebaran flora Indonesia terdiri atas tiga kawasan utama, yaitu flora subregion Indonesia-Malaysia di bagian barat, Kepulauan Wallacea (Sulawesi, Nusa Tenggara, Timor, dan Maluku) di bagian tengah, dan subregion Australia di bagian timur. Jika diperinci, ketiga kawasan tumbuhan tersebut dapat terbagi menjadi empat wilayah, yaitu flora Sumatra-Kalimantan, flora JawaBali, flora Kepulauan Wallacea, dan flora Papua. Jenis-jenis vegetasi yang tersebar di keempat kawasan tersebut terdiri atas vegetasi hutan hujan tropis, hutan musim, hutan pegunungan, sabana tropik, stepa tropik, dan hutan bakau (mangrove).

    a. Flora Sumatra-Kalimantan

    Sebagian besar wilayah Sumatra dan Kalimantan merupakan iklim hujan tropis (tropis basah) atau tipe Af menurut sistem klasifikasi Iklim Koppen, dengan tingkat kelembapan udara dan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun. Selain itu rata-rata suhu udara tahunan senantiasa tinggi. Pada bulan terdinginpun suhu udara masih di atas 18° C. Oleh karena itu, tipe vegetasi yang mendominasi wilayah ini, yaitu hutan hujan tropis dengan variasi spesies (heterogen) dan tingkat kerapatan yang tinggi.

    Beberapa jenis flora khas daerah Sumatra-Kalimantan ialah kayu meranti (Dipterocarpus),  damar, dan berbagai jenis anggrek. Hutan tropis memiliki tingkat  kelembapan sangat tinggi, banyak dijumpai jenis lumut, cendawan (jamur), dan paku-pakuan. Di wilayah pantai Kalimantan dan Sumatra umumnya ditemui areal hutan bakau (mangrove) yang merupakan vegetasi khas pantai tropis. Hutan mangrove perlu dijaga kelestariannya karena sangat bermanfaat dalam menjaga kelestarian lingkungan pantai dari pengaruh erosi air laut (abrasi), serta menjaga kestabilan ekosistem pantai.

    b. Flora Jawa-Bali

    Kondisi iklim kawasan Pulau Jawa dan Bali bervariasi. Curah hujan dan tingkat kelembapan udara di wilayah ini semakin berkurang ke arah timur. Wilayah Jawa Barat didominasi oleh tipe iklim hutan hujan tropis (Af) dan iklim muson tropis (Am). Semakin ke timur, tipe iklim bergeser ke iklim yang lebih rendah curah hujannya. Akhirnya kita temui beberapa wilayah iklim sabana tropis (Aw), terutama di Pulau Bali.  Vegetasi alam Pulau Jawa dan Bali dapat diklasifikasikan menjadi hutan hujan tropis, hutan muson tropis, sabana tropis, dan hutan bakau. Sebagian besar kawasan hutan hujan tropis tersebar di Jawa Barat, seperti di Ujung Kulon, Cibodas (Bogor), dan Pananjung (Pangandaran). Adapun wilayah utara Pulau Jawa yang memanjang mulai dari Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah sampai Jawa Timur, merupakan kawasan hutan muson tropis (hutan decidous) yang meranggas atau menggugurkan daunnya pada periode musim kemarau panjang. Jenis flora khas hutan muson tropis antara lain pohon Jati. Jenis vegetasi yang mendominasi wilayah Jawa Timur bagian timur dan Pulau Bali adalah sabana tropis. Wilayah-wilayah pegunungan yang cukup tinggi di Jawa maupun Bali ditutupi jenis vegetasi pegunungan, seperti pinus mercussi dan cemara. Sebagaimana wilayah-wilayah pantai tropis lainnya, daerah pantai Pulau Jawa dan Bali umumnya ditutupi oleh vegetasi hutan bakau.

    c. Flora Kepulauan Wallacea

    Wilayah Kepulauan Wallacea meliputi pulau-pulau di wilayah Indonesia bagian tengah yang terdiri atas Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan Maluku. Wilayah-wilayah Indonesia bagian tengah memiliki sifat iklim yang lebih kering dengan kelembapan udara lebih rendah dibandingkan dengan wilayah Indonesia lainnya, kecuali di sekitar Kepulauan Maluku.

    Corak vegetasi yang tersebar di Kepulauan Wallacea antara lain:

    1. vegetasi sabana dan stepa tropis di wilayah Nusa Tenggara;
    2. vegetasi hutan pegunungan di sekitar Sulawesi; dan
    3. vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku dengan jenis  rempah-rempah, seperti pala, cengkeh, kayu manis, kenari, kayu ebony, dan lontar.

    d. Flora Papua

    Sebagian besar kondisi iklim di wilayah Papua didominasi oleh tipe iklim hujan tropis (Af) sehingga jenis vegetasi yang menutupi kawasan ini adalah hutan hujan tropis. Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian barat, vegetasi Papua memiliki corak Australia Utara, dengan flora khas, yaitu eucaliptus. Wilayah pegunungan Jayawijaya ditumbuhi oleh jenis vegetasi pegunungan tinggi, sedangkan di daerah pantai banyak dijumpai vegetasi bakau.

    Subscribe to receive free email updates:

    Jenis Jenis Piramida Penduduk

    Penggambaran komposisi penduduk umumnya diwujudkan pada piramida penduduk. Jadi piramida penduduk ialah citra berdasarkan komposisi penduduk berdasarkan umur & jenis kelamin & dituangkan pada bentuk grafik. Komposisi penduduk berdasar umur & jenis kelamin yang digambarkan pada piramida penduduk ini, dapat mengungkapkan karakteristik penduduk pada suatu wilayah. Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi tiga, yaitu piramida penduduk muda (ekspansive), piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif).

    A. Piramida Penduduk Muda (Expansive)

    Suatu daerah yang mempunyai nomor kelahiran yang tinggi & nomor kematian yg rendah sebagai akibatnya daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yg cepat. Piramida ini dicirikan sebagian akbar penduduk masuk pada grup umur belia. Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, & India.

    B. Piramida Penduduk Stasioner

    Suatu daerah memiliki nomor kelahiran & angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.

    C. Piramida Penduduk Tua (Constructive)

    Suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun menggunakan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini jua dicirikan menggunakan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yg sudah maju, misalnya Amerika Serikat.

    Subscribe to receive free email updates:

    Cara Menghitung Pertumbuhan Penduduk di Suatu Wilayah

    Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk yg dipengaruhi sang kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Penduduk suatu wilayah akan bertambah apabila masih ada kelahiran (L) dan penduduk yang tiba ke wilayah tersebut (I), sedangkan penduduk suatu wilayah

    akan berkurang bila masih ada kematian (M) & masih ada penduduk yang meninggalkan daerah tersebut (E).

    1. Pertumbuhan Penduduk Alami Pertumbuhan penduduk alami merupakan pertumbuhan penduduk yg dihitung menurut selisih antara kelahiran dan kematian suatu wilayah. Pertumbuhan penduduk alami dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.

    Keterangan :

    X = pertumbuhan penduduk alami

    L = jumlah kelahiran

    M = jumlah kematian

    Contoh soal :

    Di suatu wilayah diketahui terdapat jumlah kelahiran 967.000 jiwa sedangkan jumlah kematiannya adalah 659.000 jiwa. Hitung pertumbuhan penduduk alaminya!

    Jawab:

    L = 976.000

    M = 659.000

    X =  L - M

    =  967.000 – 659.000

    =  308.000

    Jadi pertambahan penduduk alami daerah tersebut sebesar 308.000 jiwa.

    Dua. Pertumbuhan Penduduk Total

    Pertumbuhan penduduk total merupakan suatu pertambahan penduduk yang tidak hanya adalah selisih kelahiran & kematian namun jua memperhatikan migrasi penduduk. Pertambahan penduduk ini terjadi apabila, pertambahan penduduk setelah menjumlahkan kelahiran dikurangi kematian & imigrasi dikurangi emigrasi. Pertumbuhan penduduk total dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut.

    Keterangan:

    X = pertumbuhan penduduk total

    L = jumlah kelahiran

    M = jumlah kematian

    I = jumlah imigran

    E = jumlah emigran

    Contoh Soal:

    Di suatu daerah diketahui jumlah kelahiran sebanyak 967.000 jiwa dan kematian sebanyak 659.000 jiwa, sedangkan terjadi imigrasi sebesar 889.000 jiwa dan emigrasi sebanyak 512.000 jiwa. Hitunglah pertumbuhan penduduk totalnya!

    Jawab:

    L = 976.000 I = 889.000

    M = 659.000 E = 512.000

    X = (L ? M) (I ? E)

    = (967.000 ? 659.000) (889.000 ? 512.000)

    = 308.000 377.000

    = 685.000 jiwa

    Jadi pertumbuhan pendunduk total daerah tadi sebanyak 685.000 jiwa.

    Subscribe to receive free email updates:

    Cara Menghitung Kepadatan penduduk

    Kepadatan penduduk merupakan banyaknya jumlah penduduk per satuan unit daerah. Kepadatan penduduk ini memperlihatkan jumlah rata-homogen penduduk dalam setiap km2 . Pengukuran kepadatan penduduk suatu wilayah bisa dibedakan sebagai empat, yaitu sebagai berikut.

    1. Kepadatan penduduk aritmatik ialah kepadatan penduduk per satuan luas, dihitung dengan rumus sebagai berikut.

    Contoh soal:

    Pada tahun 2005 jumlah penduduk pada suatu daerah sebanyak 7.584.000 jiwa, sedang luas wilayah tersebut merupakan 226.782 km. Berapakah kepadatan penduduk aritmatik wilayah tadi?

    Jawab:

    2. Kepadatan fisiologis merupakan jumlah penduduk tiap kilometer persegi tanah pertanian. Dihitung menggunakan rumus menjadi berikut.

    Contoh soal:

    Diketahui jumlah penduduk suatu wilayah pada tahun 2005 sebanyak 7.584.000 jiwa & luas lahan pertaniannya sebesar 154.820 km Berapakah kepadatan fisiologi daerah tersebut?

    Jawab :

    Jadi kepadatan fisiologis daerah tersebut merupakan 49 jiwa/ km

    tiga. Kepadatan penduduk agraris merupakan jumlah penduduk petani tiap km2 tanah pertanian. Dihitung dengan rumus sebagai berikut.

    Contoh soal:

    Suatu daerah dalam tahun 2005 jumlah penduduknya sebanyak 7.584.000 jiwa, berdasarkan jumlah penduduk tadi 2.050.000 jiwa adalah penduduk yang bekerja menjadi petani. Sedangkan luas wilayah pertaniannya adalah 154.820 km . Berapakah kepadatan agraris wilayah tersebut ?

    Jawab:

    Jadi kepadatan agraris wilayah tersebut ialah 13  jiwa/km2

    Subscribe to receive free email updates:

    Penggolongan Hasil Tambang

    Dalam penggolongan hasil tambang, Ngadiran dalam Sulto (2011) menjelaskan bahwa izin usaha pertambangan meliputi izin untuk memanfaatkan  bahan galian tambang yang bersifat ekstraktif seperti bahan galian tambang golongan A, golongan B, maupun golongan C. Ada banyak jenis sumberdaya alam bahan tambang yang terdapat di bumi indonesia. Dari sekian jenis bahan  tambang yang ada itu di bagi menjadi tiga golongan, yaitu:

    1. Bahan galian strategis golongan A, terdiri atas: minyak bumi, aspal, antrasit, batu bara, batu bara muda, batu bara tua, bitumen, bitumen cair, bitumen padat, gas alam, lilin bumi, radium, thorium, uranium, dan bahanbahan galian radio aktif lainnya (antara lain kobalt, nikel dan timah);
    2. Bahan galian vital golongan B, terdiri atas: air raksa, antimon, aklor, arsin, bauksit, besi, bismut, cerium, emas, intan, khrom, mangan, perak, plastik, rhutenium, seng, tembaga, timbal, titan/titanium, vanadium, wolfram, dan bahan-bahan logam langka lainnya (antara lain barit, belerang, berrilium, fluorspar, brom, koundum, kriolit, kreolin, kristal, kwarsa, yodium, dan zirkom); dan
    3. Bahan galian golongan C, terdiri atas; pasir, tanah uruk, dan batu kerikil.  Bahan ini merupakan bahan tambang yang tersebar di berbagai daerah yang ada di Indonesia.

    Berdasarkan jenis pengelolaannya, kegiatan penambangan terdiri atas dua macam yaitu kegiatan penambangan yang dilakukan oleh badan usaha yang ditunjuk secara langsung oleh negara melalui Kuasa Pertambangan (KP) maupun Kontrak Karya (KK), dan penambangan yang dilakukan oleh rakyat secara manual. Kegiatan penambangan oleh badan usaha biasanya dilakukan dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih sehingga hasil yang diharapkan lebih banyak dengan alokasi waktu yang lebih efisien, sedangkan penambangan rakyat merupakan aktivitas penambangan dengan menggunakan alat-alat sederhana.

    Emas sebagai salah satu sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui (non renewable resources) seperti mineral disebut juga sumberdaya terhabiskan (depletable) adalah sumberdaya alam yang tidak memiliki kemampuan regenerasi secara biologis maka suatu saat akan habis. Selain itu sumberdaya mineral memerlukan waktu yang lama untuk siap ditambang. Sebagai basis dari teori ekstraksi sumberdaya alam tidak pulih secara optimal adalah model Hotteling yang telah dikembangkan oleh Harold Hotteling (1931). Prinsip model Hotteling adalah bagaimana mengekstrak sumberdaya mineral secara optimal dengan kendala stok dan waktu. Aplikasi dari teori ini adalah bagi pihak perusahaan pertambangan, untuk mendapatkan produksi sumberdaya mineral secara optimal harus mampu menentukan berbagai faktor produksi yang tepat dengan kendala waktu dan stok (deposit). Sedangkan bagi pihak pemilik sumberdaya dalam hal ini negara harus bersikap mengabaikan (indifferent) terhadap sumberdaya mineral, apakah akan mengekstrak sekarang atau pada masa yang akan datang.

    Jadi sebagai pengambil kebijakan peran negara sangat menentukan terhadap eksploitasi sumberdaya mineral yang tidak semata-mata berorientasi ekonomi (economic oriented) tetapi juga harus mempertimbangkan secara cermat dampak lingkungan, social, kesiapan kelembagaan baik pemerintah maupun masyarakat.

    Subscribe to receive free email updates:

    Dampak Keberadaan Tambang Emas

    Dampak Negatif Keberadaan Tambang Emas

    Dengan adanya tambang khususnya tambang emas dapat menimbulkan sering menimbulkan beberapa masalah. Salah satu dampak yang sangat serius yakni terkait masalah lingkungan. Tambang emas baik yang dikelola oleh pemerintah dan perusahaan asing mapun yang yang ditambang secara liar oleh masyarakat selalu menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya. Bahan yang digunakan selain menggangu dan merusak ekosistem dapat pula menggangu kesehatan manusia sendiri.

    Salah satu bahan yang digunakan adalah raksa. Raksa yang digunakan pada saat pengolan bijih emas dapat terlepas ke lingkungan sekitar. Untuk perusahaan pengolahan bijih emas hal ini tidak begitu dikawatirkan jika ada pengawasan dari pihak Pemerintah, yang perlu dikawatirkan tambang-tambang emas yang dilakukan secara liar oleh  masyarakat.

    Tambang emas yang dilakukan secara liar oleh masyarakat menggunakan raksa untuk mengendapkan emas yang terkandung dalam air atau lumpur. Raksa yang digunakan dapat langsung masuk ke dalam air sehingga ikut terbawa arus. Raksa yang terbawa arus sukar terurai sehingga dapat membentuk senyawaan baru. Senyawa yang terbentuk dari raksa baik berupa senyawa organik maupun anorganik yang dapat diserap oleh mikroorganisme-mikroorganisme yang ada di dalam air. Senyawaan raksa yang diserap oleh mikroorganisme ini tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme sehingga dalam tubuhnya tetap sebagai senyawaan raksa. Akibatnya senyawaan ini dapat masuk ke dalam rantai makanan, jika mikroorganisme ini dimakan oleh ikan maka senyawaan ini akan masuk pula ke dalam tubuhnya. Masuknya senyawaan ini akhirnya akan masuk kemudian mengendap di dalam tubuh, jika manusia mengkonsumsi ikan yang telah dikontaminasi oleh senyawaan raksa ini.

    Untuk perusahaan-perusahaan bijih emas baik yang dikelola oleh perusahaan dalam negeri maupun luar negeri limbah yang dihasilkan terkadang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Hal ini disebabkan, limbah yang hasilkan baik dari pengolahan bijih maupun dari pemurnian bijih emas langsung dibuang ke saluran pembuangan tanpa diolah terlebih dahulu. Limbah ini sangat berbahaya, karena selain raksa masih mengandung logam-logam lain yang bersifat toksit. Misalnya tembaga, arsen dan kobalt dan limbah-limbah ini memiliki pH yang sangat asam sehingga dapat pula mengganggu kehidupan biota air. Selain adanya dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan keberadaan tambang emas dapat pula mengganggu kegiatan anak-anak jika tidak dikontrol dengan cermat. Dengan adanya tambang emas yang dilakukan secara liar anak-anak lebih memilih untuk menambang emas daripada harus melangkah ke sekolah.

    Dampak Positif  Keberadaan Tambang Emas

    Selain segi negatif keberadaan tambang terdapat pula sisi positifnya yakni dapat menciptakan lapangan kerja dan dapat menambah devisa Negara. Dengan adanya tambang emas maka dipelukan pekerja dalam jumlah banyak, hal ini tentu sangat membantu masyarakat sekitar untuk menambah penghasilan. Hal ini tentu berlaku juga untuk penambangan emas yang dilakukan secara liar. Selain dapat memberikan lapangan keja dapat pula menambah devisa negara. Karena dengan adanya tambang maka pajak yang diberikanpun makin besar.

    Subscribe to receive free email updates: