Pemekaran Kota dan Permasalahannya

Pemekaran kota merupakan kenampakan luar berdasarkan perkembangan yang terjadi pada pada kota. Pemekaran kota merupakan suatu output resultante dan proses-proses kehidupan yg terjadi pada dalam kota.

Bertambahnya penghuni kota baik yg berasal berdasarkan penghuni kota maupun menurut arus penduduk yang masuk & luar kota menyebabkan bertambahnya perumahan-perumahan yang berarti berkurangnya daerah-daerah kosong pada dalam kota. Semakin banyaknya anak-anak kota yang sebagai besar , semakin banyak pula dibutuhkan gedung-gedung sekolah. Bertambahnya pelajar dan mahasiswa berarti pula bertambahnya sepeda dan tunggangan bermotor roda 2. Toko-toko, warung makanan atau restoran bertambah terus sebagai akibatnya makin meningkatkan kecepatan habisnya tanah-tanah kosong pada dalam kota. Di kota-kota yang telah maju, kota nir hanya meluas secara mendatar namun juga menegak. Gedung-gedung bertingkat adalah karakteristik-karakteristik khas untuk kota yg modern.

Masalah-kasus yang ditimbulkan menjadi akibat pemekaran kota merupakan masalah perumahan, perkara sampah, kasus kemudian lintas, kekurangan gedung sekolah, terdesaknya derah persawahan di perbatasan luar kota & kasus administratif pemerintahan. Masalah-masalah yang banyak ini lalu mendesak para perencana & pengatur kota buat segera bisa mengatasi masakth-masalah tersebut. Masalah yg bersifat fisik ini ternyata jua bersangkut paut dengan perkara sosial ekonomi.

Kurangnya data tampung perumahan bagi penduduk berpenghasilan kecil atau minim dan bagi para penganggur dan luar kota dapat memperluar wilayah-daerah slum & menambah jumlah orang-orang yang disebut para gelandangan. Kemudian ada dan keadaan tadi pada atas pelbagai bentuk kriminalitas & polusi yg sangat mengganggu ketenangan kota. Dengan demikian nampak bahwa gejala-gejala fisik, sosial, ekonomi yg negatif ini ditimbulkan lantaran makin berkurangnya daya tampung kota.

Segi positif dari perkembangan kota ada, misalnya mudahnya berpegian dengan kendaraan bermotor, mudahnya berhubungan dengan telepon,  mudahnya mendapat hiburan di gedung biskop dan masih banyak lagi. Pemekaran kota mempunyai arah yang berbeda-beda tergantung pada kondisi kota dan kondisi sekitarnya.

Daerah perbukitan, lautan & rintangan-rintangan alam lanilla dapat menghentikan lajunya perkembangan kota maupun pemekaran kota. Daerah-daerah ini di anggap sebagai ?Daerah lemah?. Daerah lemah pemekaran ini adalah tempat-tempat dimana proses pemekaran kota tidak bisa berkembang atau boleh dikatakan berhenti. Daerah-daerah yg memiliki potensi ekonomi yg baik akan adalah wilayah yg memiliki daya tarik yg bertenaga buat pemekaran kota.

Gambar 1.

Gambar dua.

Gambar 3.

Dari gambar 1, nampak bahwa daya tank dari luar kota adalah pada daerahdaerah dimana kegiatan ekonomi banyak menonjol, yaitu di sekitar pelabuhan dan di sekitarhinterland yang subur. Harga tanah di sepanjang jalan raya akan lebih tinggi daripada tanah-tanah di sekitar pegunungan.

Pada gambar 2, nampak bahwa sentra-sentra kota lain yg memiliki fungsi sebagai kota industri dan kota dagang mempunyai daya tank di bidang bisnis. Di samping itu pula daerah-wilayah di kurang lebih sentra rekreasi nir kalah pula pada menarik penduduk kota keluar. Bangunan buat peristirahatan, permainan anak-anak, lapangan olah raga & rumah makan berkembang di daerah tersebut.

Daerah-wilayah pada kurang lebih pegunungan & bahari yg merupakan daerah lemah, tidak berarti bahwa mereka sama sekali tidak dapat menarik penduduk. Daerah-wilayah lemah tersebut jua masih menarik beberapa penduduk kota yang berpenghasilan mini . Mereka mencari tanah-tanah yg murah harganya. Pada gambar 3 menampakan bahwa pemekaran kota berjalan ke segala arah. Kota-kota semacam mi cepat menjadi kota akbar atau kota metropolitan, & sekitarnya pula dapat muncul kota-kota satelit.

Beberapa perkara yang menyangkut pemekaran kota:

a. Masalah migrasi ke kota.

Perpindahan penduduk dari luar kota sering disebut dengan urbanisasi. Asal mula aglomersi di daerah kekotaan atau ”urban aglomeration” sebagai bentuk pemukiman tidak diketahui dengan pasti. Seperti digambarkan sebelumnya, pemukiman menetap tidak terjadi pada zaman sebelum neolitik. Desa-desa pada zaman neolitik dibatasi oleh tingkat teknologi dan budaya penduduknya. Jumlah penduduknya baru mencapai ratusan saja dan mereka sudah mulai nampak permanen. Nampaknya, timbulnya dan berkembangnya kota-kota tergantung pada 4 (empat) faktor:

1)    Jumlah penduduk

2)   Penguasaan terhadap lingkungan alam

3)   Tingkat kemajuan teknologi

4)   Perkembangan organisasi sosial

Perkembangan kota terutama dipengaruhi oleh akbar kecilnya jumlah penduduk. Urbanisasi sebagai suatu proses dari konsentrasi penduduk dari Hope Tisdale Eldrige, meliputi dua unsur yaitu melipatgandakan tempat-tempat konsentrasi dan bertambah luasnya sentra-sentra pemukiman.

Dalam rangka pengertian urbanisasi secara umum adalag perpindahan penduduk dari desa kekota. Ada juga terjadi bahwa banyak berdasarkan penduduk kota meninggalkan kota buat bertempat tinggal di tempat-tempat yang mempunyai suasana desa. Kebanyakan berdasarkan mereka merupakan para pensiunan yg ingin mengenyam kenyamanan sesudah beberapa puluh tahun hidup dengan suasana serba cepat, serba sibuk & penuh dengan kebisingan & polusi lainnya. Demikian jua ,bagi mereka yg sudah memiliki unit bisnis dibidang perternakan dan pertanian diluar kota meninggalkan kotanya.

Arus penduduk ke kota banyak disebabkan oleh daya tarik ekonomi dan kesempatan kerja yang ada dengan upah yang cukup. Di negara-negara sedang berkembang seperti juga indonesia mengalami urbanisasi yang semakin luas dan semakin populer. Disamping faktor-faktor yang menarik ada pula sebab-sebab lain yang mendorong, antara lain  menurunnya penghasilan penduduk di daerah pedesaan sebagai akibat dari pertambahan penduduk di desa yang tidak dapat ditampung oleh tanah-tanah pertanian di daerah pedesaan, faktor psikologis, faktor pendidikan dan faktor budaya dapat pula menjadi sebab dari urbanisasi ini

b. Masalah sampah

Sumber utama menurut sampah adalah insan, dimana terdapat insan pada terdapat pada situ masih ada sampah. Sampah yang tertimbuh & nir pada buang menggunakan segera akan adalah asal penyakit, sumber polusi, asal bau yang tidak enak & tidak sehat, perkara sampah ini muncul di kota,karena beberapa karena, di antaranya :

  • Bertambahnya penduduk
  • Jumlah tempat sampah yang kurang dapat menampung sampah
  • Tenaga pengangkut dan alat pengangkut yang tidak mencukupi
  •  Cara-cara pembuangan dan pembersihan yang tidak benar
  • Kesadaran penduduk yang masih kurang terhadap kebersihan kota dan kesehatan kota
Bertambahnya penduduk kota berarti pula bertambahnya pasar–pasar, toko–toko yang merupakan sumber asal mula sampah. Misalnya daun pembungkus, plastik, kulit buah–buahan, kertas, karton dan sebagainya.

c. Masalah transportasi & lalu lintas.

Hidup di kota merupakan serba ketika, banyak menurut penduduk kota mempunyai jam tangan atau bagi mereka yang tidak mempunyai selalu berusaha menanyakan waktu, tidak selaras menggunakan pedesaan, dalam umumnya di desa?Desa yg masih jauh menurut pengaruh kehidupan kota melihat saat dengan memperhatikan posisi matahari. Jarak dan waktu yg berkaitan menggunakan transportasi betul?Benar sebagai kebiasaan baru bagi warga kota yang dulunya nir demikian halnya. Dengan bertambahnya kendaraan bermobil & kendaraan beroda dua, maka jalur jalan sudah wajib juga diperlebar supaya tidak terjadi kemacetan ataupun kecelakaan?Kecelakaan. Dibeberapa kota yang sudah maju nampak adanya fly ways, sub ways yg dapat mengurangi kepadatan lalu lintas.

Gejala?Tanda-tanda lain yg nampak sebagai keliru satu jalan mengatasi kepadatan lalu lintas merupakan pembuatan jalan-jalan by?Pass. Pemakaian helm yang pada gunakan pengendara sepeda roda dua merupakan keliru satu gejala modernisasi kehidupan kota sebagai akibat menurut demikian banyaknya korban kecelakaan.

Subscribe to receive free email updates:

Pola Penggunaan Lahan Kota

Kota

Beberapa sarjana yang berkiprah pada studi kekotaan ini sudah berusaha mengadakan uraian tentang letak & bentuk wilayah permukiman pada kota secara ideal Ernest W.Burgess, mengenai urban areas yg dikenal dengan teori pola zone konsentris.

Dalam teori tadi dinyatakan bahwa daerah kekotaan dapat dibagi pada lima (5) zone, yaitu :

  1. Zone pusat daerah kegiatan atau Central Bistricts atau Loop. Dalam zona PDK ini terdapat toko-toko besar, bangunan-bangunan kantor yang kadang-kadang atau sering juga bertingkat, bank, rumah makan, museum dan sebagainya.
  2. Zone peralihan atau sering Disebut Zone Transisi. Zone ini merupakan daerah yang terikat dengan pusat daerah kegiatan. Penduduk zone ini tidak stabil, baik ditinjauh dari segi tempat tinggal maupun dari segi social ekonomi. Daerah ini dikategorikan dalam daerah yang berpenduduk miskin. Dalam rencana pengembangan kota daerah ini akan diubah menjadi daerah yang lebih baik dan berguna, antara lain untuk kompleks perhotelan, tempat-tempat parker dan jalan-jalan utama yang menghubungkan inti kota dengan daerah-daerah di luarnya.
  3. Zone Pemukiman Klas Proletar. Nampak dalam zone ini bawah perumahannya sedikit lebih baik dari perumahan mereka yang bertempat tinggal di zone peralihan. Daerah-daerah ini didiami oleh para pekerja yang kurang mampu,rumah-rumahnya kecil dan daerah ini tidak begitu menarik. Zone ini dikenal dengan istilah Workingmen’s Home.
  4. Zone pemukiman Klas Menengah atau Residentatial Zone, ini merupakan kompleks perumahan dari para karyawan klas menengah, mereka memiliki keahlian tertentu. Rumah-rumahnya lebih baik di bandingkan dengan perumahan di daerah klas proletar.
  5. Zone penglaju atau Zone Commuters, merupakan suatu daerah yang sudah memasuki daerah belakang atau hinterland. Penduduk dari daerah ini bekerja di kota. Mereka pergi ke kota dengan naik sepeda, naik bus, kereta api pada pagi hari dan sore harinya mereka pulang ke rumah masing-masing. Oleh karena itu zone ini disebut zone penglaju.

Gambar Pola Keruangan Daerah Kekotaan Menurut Teori Konsentris

Pola keruangan misalnya pada atas bukan berarti sudah ideal,jadi tidak selalu sempurna dengan konkret. Oleh karna itu lalu timbulah teori yang lain misalnya yang dikemukakan Homer Hoyt yg populer sebagai pembentuk teori sektor tentang perkembangan wilayah kekotaan.

Menurut teori ini perkembangan unit-unit kegiatan pada daerah kekotaan nir mengikuti zone-zone yg teratur secara konsentris atau melingkar namun menggunakan membentuk sektor-sektornya. Pembentukan menurut sektor-sektor ini meskipun terdapat kenampakan yang konsentris, tetapi sifatnya lebih bebas.

Homer Hoyt beranggapan dalam teorinya bahwa :

  • Daerah-daerah yang memiliki sewa tanah atau harga yang tinggi terletak di tepi luar dari kota.
  • Daerah-daerah yang memiliki sewa atau harga tanah yang rendah merupakan jalur-jalur yang mirip dengan roti tart,Jalur-jalur ini bentuknya memanjang dari pusat kota ke daerah perbatasan atau tepi kota.
  • Zone pusat adalah zone pusat daerah kegiatan (PDK).
Daerah-daerah industri berkembang sepanjang lembah sungai dan jalur jalan  kereta api yang menghubungkan kota dengan kota-kota di tempat lain sehingga dapat menimbulkan perluasan kota yang tidak konsentris melainkan meluas secara sektor.

Gambar Pola Keruangan Daerah Kekotaan Menurut Teori Sektor

Selanjutnya Homer Hoyt beranggapan bahwa kota dapat berkembang melalui  tiga cara:

Pertama, sebuah kota tumbuh secara menegak,ini disebabkan karena stuktur keluarga tunggal semakin lama menjadi struktur keluarga ganda. Dengan demikian tiimbul rumah-rumah flat atau apartemen yang memisahkan keluarga satu dengan keluarga lainnya. Bila perluasan keluar menjadi terbatas maka terjadi rumah-rumah flat yang bertingkat .

Kedua, sebuah kota yang masih mempunyai relatif ruang kosong dapat diisi atau terisi sang bangunan-bangunan perumahan & tempat kerja-tempat kerja pada sela kota.

Ketiga, sebuah kota bisa meluas menggunakan arah sentrifugal atau lateral keluar. Sebagai tambahan keterangaan bisa dijelaskan disini, bahwa pola perluasan atau pemekaran atau ekspansi kota bisa terjadi dalm tiga bentuk:

  • Perluasan mengikuti pertumbuhan sumbu atau perluasanya mengikuti jalur-jalur transportasi kearah daerah-daerah perbatasan kota
  • Daerah-daerah diluar kota yang terisolir semakin lama semakin berkembang juga dan akirnya menggabung pada kota
  • Dengan bergabungnya nucleus utama dengan nukleus-nukleus dikota kota kecil yang berada diluar kota dapat terbentuk konurbasi
Teori lain yang dikenal adalah Teori inti ganda atau Multiple Nuclei. Dalam teori ini pola keruanganya tidak konsentris dan seolah olah meruakan inti yang berdiri sendiri. Teori ni juga beranggapan bahwa tidak ada urutan-urutan yang teratur dari zone-zone seperti yang dianggap oleh teori konsentris .

Gambar Pola Keruangan Daerah Kekotaan Menurut Teori Inti Ganda

Dari beberapa teori diatas, kemudian muncul beberapa kritik, diantaranya yang dikemukakan oleh Maurice R. Devie dalam bukunya The pattern of Urban Growth. Keberatan-keberatan yang diajukan sebagai berikut:

  • Bentik PDK tidaklah bulat, tetapi cendrung berbentuk segi empat atau persegi panjang .
  • Penggunaan tanah perdagangan meluar keluar secara radial sepanjang jalan dan memusat pada tempat-tempat tertentu yang strategis dan membentuk pusat-pusat sub atau sub centers.
  • Daerah industri terletak dekat jalan raya, dekat sungai sehingga tidak akan terjadi daerah-daerah industri  yang mengelompok.
  • Perumaan kelas rendah dapat di jumpai  dekat daerah-daerah indusri  dan transportasi.
  • Perumahan kelas rendah dan kelas  tinggi terdapat dimana-mana, jadi tidak akan terjadi pengelompokan-pengelompokan.
Kritik ini dapat dibenarkan juga, tetapi sudah di nyatakan lebih dahulu, bahwa teori Burgess adalah teori ideal sifatnya dan tentunya tidak selalu tepat, karena perbedaan kondisi geografis, ekonomi, kultral dan politik. Demikian dengan teori-teori lainya. Teori ini sebenarnya merupakan suatu usaha pendekatan akademis terhadap proses dan pola perkembangan daerah kekotaan.

Subscribe to receive free email updates:

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Kualitas penduduk suatu Negara dapat diukur dengan menggunakan Indeks Pengembangan Manusia (IPM) atauHuman Development Index (HDI). Hal tersebut telah diperkenalkan oleh UNDP (United Nations Development Programme) sejak tahun 1990. Pada dasarnya, IPM mencakup tiga parameter pokok yaitu angka harapan hidup, tingkat pendidikan (melek huruf atau kepandaian membaca dan menulis pada orang dewasa) dan tingkat pendapatan perkapita.

Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang

NO

INDIKATOR

NEGARA MAJU

NEGARA BERKEMBANG

1

Pendapatan perkapita penduduk pertahun

Pendapatan penduduk perkapita pertahun sebesar $ 2.000 ke atas (Amerika Serikat $ 7.000 dan Inggris $ 5.500)

Pendapatan penduduk perkapita pertahun sebesar  di bawah $ 2.000 (Thailand $ 350 dan India $ 150)

2

Jumlah tenaga kerja pada sektor lapangan kerja primer

Tenaga kerja sebagian besar di lapangan  kerja bidang industri dan pertanian modern

Tenaga kerja sebagian besar di lapangan kerja pertanian (tenaga kerja sektor agraris)

3

Penggunaan sumber tenaga mesin dan listrik

Penggunaan bahan bakar sebagai sumber tenaga sebesar 1.500 galon (5678 liter) per tahun ( Amerika Serikat, Timur Tengah dan Kanada)

Penggunaan bahan bakar sebagai sumber tenaga sebesar 125 galon (473 liter) per tahun (negara-negara di Asia)

4

Harapan hidup (Life Expentancy) dan konsumsi makanan

Sebagian besar harapan hidup penduduk mencapai 60 tahun karena fasilitas kesehatan sangat lengkap sebagai dampak dari income percapita yang tinggi

Sebagian besar harapan hidup penduduk kurang dari 60 tahun karena fasilitas kesehatan belum memadai dan income percapita masih rendah

5

Struktur mata pencaharian penduduk dan penggunaan lahan

Mata pencaharian penduduk sebgian besar sebagai petani. Di negara-negara berkembang pada umumnya penggunaan lahan untuk pertanian masih sangat luas

6

Indeks statistik negara (indeks teknologi dan indeks demografi)

Teknologi yang digunakan sudah sangat maju dan GNP tinggi (Libia sebesar $ 5.530,00). Kondisi demografisnya/kualitas penduduknya mendukung dan posisi geografis sangat menguntungkan

Teknologi yang digunakan belum terlalu maju dan masih menggantungkan kepada negara maju, GNP rendah (Venezuela $ 2.280,00 dan Jamaica $ 1.110,00). Kondisi demografis/kualitas penduduknya belum mendukung dan posisi geografisnya belum terlalu menguntungka

Negara-negara di dunia dalam hal ekonomi dibagi menjadi dua kelompok, yaitu negara maju dan negara berkembang. Yang termasuk negara maju antara lain : Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Belanda, Inggris, Perancis dan Kanada. Negara-negara tersebut tergabung dalam kelompok G7. Negara-negara yang termasuk dalam kelompok negara berkembang sebagian besar adalah negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Sekarang G7 berubah menjadi G-8 (Group of Eight). Negara yang termasuk dalam kelompok G-8 adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Kanada dan Rusia . Untuk lebih jelasnya berikut adalahdaftar negara maju di dunia yang di buat oleh Bank Dunia, IMF, dan CIA, diantaranya adalah:

Negara maju Anggota Uni Eropa:

  • Austria
  • Belgia
  • Denmark
  • Finlandia
  • Perancis
  • Jerman
  • Yunani
  • Irlandia
  • Italia
  • Luxemburg
  • Belanda
  • Portugal
  • Spanyol
  • Swedia
  • Britania Raya

Negara maju non-UE:

  • Andorra
  • slandia
  • Liechtenstein
  • Monako
  • Norwegia
  • San Marino
  • Swiss
  • Vatikan

Negara Maju bukan Eropa:

  • Australia
  • Kanada
  • Korea Selatan
  • Hong Kong
  • Israel
  • Jepang
  • Selandia Baru
  • Singapura
  • Taiwan
  • Amerika Serikat

Subscribe to receive free email updates:

KONSEP WILAYAH DAN PERWILAYAHAN

Wilayah  (region) adalah suatu areal yang memiliki  karakteristik  tertentu  berbeda dengan wilayah  yang  lain. Wilayah  dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

Wilayah Formal  (uniform  region/homogeneous)  adalah suatu wilayah yang memiliki keseragaman atau  kesamaan dalam kriteria  tertentu, baik  fisik maupun  sosialnya. Contoh:  suatu wilayah mempunyai kesamaan bentang alam pegunungan  disebut wilayah pegunungan  atau suatu wilayah mempunyai keseragaman dalam bidang kegiatan bercocok  tanam  disebut wilayah pertanian.

Wilayah Fungsional  (nodal region) merupakan  wilayah yang dalam banyak  hal diatur  oleh  beberapa  pusat  kegiatan  yang saling  berkaitan dan ditandai  dengan adanya  hubungan  atau  interaksi  dengan wilayah di  sekitarnya.  Contoh:  Suatu industri didirikan  pada suatu wilayah.  Setiap pagi karyawan  bekerja menuju pabrik dan sore hari mereka pulang ke rumah masing-masing.

Regionalisasi  (Perwilayahan)

Regionalisasi berarti membagi wilayah-wilayah  tertentu di permukaan bumi  untuk keadaan tujuan  tertentu. Untuk menentukan  regionalisasi  wilayah harus diperhatikan  fisik yang meliputi  iklim, morfologi, sumber  daya alam, dan  keadaan  sosial budaya yang meliputi penduduk dan  budayanya.

Kaitan konsep wilayah  dan perwilayahan  dengan perencanaan  pembangunan (Pusat  Pertumbuhan) Pusat pertumbuhan  (growth  center) erat kaitanya  dengan Pertumbuhan  wilayah di permukaan Bumi tidak  tumbuh  bersama-sama  secara terarur,tetapi  sengaja  atau  tidak sengaja,  ada bagian yang tumbuh  dan maju berkembang  lebih cepat dibanding  dengan bagian lain. Berikut ini beberapa  teori  pusat pertumbuhan.

a.  Teori Tempat Sentral

Dikemukakan oleh ahli Geografi  Jerman  yang bernama Walter Chisstaller  tahun 1993 dan Agust Losch ahli ekonomi  Jerman tahsn 1945, menyatakan  tempat  yang lokasinya  sentral  adalah tempat yang memungkinkan  aktivitas manusia menjadi. maksimum,  baik dalam aktivitas  pelayanan maupun  yang menjadi  konsumen dari barang dan pelayanan  yang  dihasilkan.

b.  Teori Kutub  Pertumbuhan

Kutub  pertumbuhan  (growth pole)  adalah suatu srraregi pembangunan  yang dilakukan  dengan  cara menularkan  perkembangan  wilayah dari pusat  te pinggiran (center down deuelopment).  Teori ini dikemukakan  oleh Francois Perroux seorang  ekonom  Perancis  tahun  1950. pada  tahun  1972 Bou Deville memperkenaikan konsep pertumbuhan  sebagaimana  dikemukakan  oleh Perroux yang disebut  derrgan teori Engine of Economic  Growth.

Subscribe to receive free email updates:

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

SIG merupakan pengelolaan data geografis yang didasarkan pada kerja komputer(mesin).Secara umum proses SIG terdiri atas tiga bagian (subsistem), yaitu masukan data (input data), manipulasi dan analisis data, menyajikan data (output data).

Sumber Data SIG

Data dasar yg dimasukkan pada SIG diperoleh dari empat sumber, yaitu data lapangan (teristris), data peta, pengindraan jauh, & data statistik.

1)  Data pengindraan jauh (remote sensing) adalah data dalam bentuk citra dan foto udara atau nonfoto.

2)   Data lapangan (teristris), yaitu data yang diperoleh secara langsung melalui hasil pengamatan di lapangan karena data ini tidak terekam dengan alat penginderaan jauh. Misalnya, batas administrasi, kepadatan penduduk, curah hujan, pH tanah, kemiringan lereng, suhu udara, kecepatan angin, dan gejala gunungapi.

3)     Data peta (map), yaitu data yang telah terekam pada kertas atau film. Misalnya, peta geologi atau peta jenis tanah yang akan digunakan sebagai masukan dalam SIG, kemudian dikonversikan (diubah) ke dalam bentuk digital.

4)     Data  statistik  (statistic), yaitu data hasil catatan statistik dalam bentuk tabel, laporan, survei lapangan, dan sensus penduduk. Data statistik diperoleh dari lembaga swasta atau instansi resmi peme  rintah, seperti Biro Pusat Statistik (BPS). Data statistik merupakan data sekunder, yaitu data yang telah mengalami pengolahan lebih lanjut.

Tahapan Kerja SIG

1. Masukan data (input data)

Ada dua macam data dasar geografi, yaitu  data  spasial dan data atribut.

a. Data spasial (keruangan), yaitu data yang menunjukkan ruang, lokasi atau tempat tempat di permukaan bumi. Data spasial berasal dari peta dan penginderaan jauh (baik dalam bentuk foto udara/Citra satelit)

b. Data atribut (deskriptis), yaitu data yang terdapat pada ruang atau tempat. Atribut menjelaskan suatu informasi. Data atribut diperoleh dari data primer (seperti catatan lapangan/hasil survai lapangan) dan data sekunder (seperti data statistik, sensus, lainnya). Data atribut dapat dilihat dari segi kualitas, misalnya kekuatan pohon. Dan dapat dilihat dari segi kuantitas, misalnya jumlah pohon.

Data spasial dan data atribut tersimpan pada bentuk titik (dot), garis (vektor), polygon (area) dan pixel (grid). Data dalam bentuk titik (dot), mencakup ketinggian tempat, curah hujan, lokasi & topografi.

Data pada bentuk garis (vektor), mencakup jaringan jalan, pipa air minum, pola genre sungai dan garis kontur.

Data pada bentuk poligon (area), mencakup daerah administrasi, geologi, geomorfologi, jenis tanah dan penggunaan tanah. Data dalam bentuk pixel (grid), mencakup gambaran satelit & foto udara.

Secara detailnya bisa dicermati pada diagram berikut:

Istilah istilah Berkaitan dengan SIG

1. Buffering

Fungsi buffering merupakan menciptakan poligon baru menurut jeda yg sudah ditentukan dalam data garis atau titik maupun poligon. Sebagai contoh, kita akan melakukan buffer terhadap jarak sungai 50 meter

2. Overlay

Tumpang susun atau  overlay suatu data grafis adalah menggabungkan dua atau lebih data grafis untuk memperoleh data grafis baru yang memiliki satuan pemetaan (unit pemetaan). Jadi, dalam proses tumpang susun akan diperoleh satuan pemetaan baru (unit baru).

3. Skoring

Selain pengukuran jarak, skoring atau pemberian nilai terhadap sifat menurut parameter yang dipakai pada analisis juga dilakukan dalam subsistem ini.

2. Manipulasi dan analisis data

Subsistem ini berfungsi menyimpan, menimbun, menarik pulang data dasar & menganalisa data yang sudah tersimpan pada computer atau kata mengedit data (memperbaiki data)

3. penyajian data (output data)

Tahapan keluaran data, yaitu  tahapan dalam SIG yang berfungsi menyajikan atau menampilkan hasil akhir dari proses SIG dalam bentuk peta, grafk, tabel, laporan, dan bentuk informasi digital lainnya yang

diperlu  kan untuk perencanaan, analisis, dan penentuan kebijakan terhadap suatu objek geografis. Misalnya, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan (land use), sumber daya alam, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan sistem informasi lainnya yang membuatnya menjadi berguna untuk berbagai kalangan dalam menjelaskan kejadian, merencanakan strategi, dan memprediksi apa yang akan terjadi.

Selain diperoleh liputan secara cepat, tepat & seksama, laba SIG menggunakan menggunakan komputer adalah:

a.     Mudah dalam mengolah.

b.    Pengumpulan data dan penyimpanannya hemat tempat dan ringkas (berupa disket).

c.     Mudah diulang kalau sewaktu-waktu diperlukan.

d.    Mudah diubah kalau sewaktu-waktu ada perubahan.

e.     Mudah dibawa, dikirim dan ditransformasikan (dipindahkan).

f.     Aman, karena dapat dikunci dengan kode atau manual.

g.    Relatif lebih murah dibandingkan dengan survey lapangan.

h.     Data yang sulit ditampilkan secara manual, dapat diperbesar bahkan dapat ditampilkan dengan gambar tiga dimensi.

i.      Berdasarkan data SIG dapat dilakukan pengambilan keputusan dengan tepat dan cepat.

Manfaat Sistem Informasi Geografi (SIG)

  1. Dalam bidang sosial SIG bisa dimanfaatkan pada hal-hal berikut:

1)     Mengetahui potensi dan persebaran penduduk.

2)     Mengetahui luas dan persebaran lahan pertanian serta kemungkinan pola drainasenya.

3)     Untuk pendataan dan pengembangan jaringan transportasi.

4)     Untuk pendataan dan pengembangan pusat-pusat pertumbuhan dan pembangunan.

5)     Untuk pendataan dan pengembangan permukiman penduduk, kawasan industri, sekolah, rumah sakit, sarana hiburan dan rekreasi serta perkantoran. Dan lain lain.

  1. Manfaat SIG pada data kekayaan sumber daya alam:

1)     untuk mengetahui persebaran berbagai sumber daya alam.

2)     untuk mengetahui persebaran kawasan laut.

3)     untuk pengawasan daerah bencana alam.

  1. Manfaat SIG pada merencanakan pola pembangunan:

menjadi acuan perencanaan pembangunan, supaya pembangunan bisa terpola lebih awal dan nir tumbuh semrawut, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Contoh hasil SIG

Subscribe to receive free email updates:

Pengretian Peta

Pengertian Peta

Peta merupakan gambaran konvensial bagian atas bumi yang diperkecil sebagaimana kenampakannya jika dipandang berdasarkan atas ditambah tulisan & simbol-simbol. Konvensional pada pengertian tersebut merupakan kesepakatan bersama para ahli peta global. Ilmu yg khusus memeriksa mengenai cara-cara pembuatan peta disebut kartografi orang yg menciptakan peta adalah kartografer. Peta tertua pada global disimpan pada Museum Semit pada Havard Alaihi Salam.

Peta nir hanya dibutuhkan dalam bidang ilmu geografi saja, tetapi juga dalam bidang-bidang sejarah, ekonomi, politik, geologi, militer dan lain-lain. Secara umum peta memiliki poly sekali fungsi atau kegunaannya, diantaranya:

  1. Menunjukkan posisi atau lokasi relatif, yaitu letak suatu tempat dalam hubungannya dengan tempat lain di permukaan bumi.
  2. Memperlihatkan ukuran kerana dari peta dapat diukur luas, atau arah di atas permukaan bumi.
  3. Memperlihatkan bentuk, seperti bentuk benua, negara, gunung, sungai.
  4. Memberikan informasi pokok dari aspek keruangan tentang karakter suatu daerah.
  5. Membantu para peneliti sebelum melakukan survai untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti secara detail.
  6. Alat analisa untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
  7. Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.
  8. Alat untuk menjelaskan penemuan-penemuan penelitian yang dilakukan.

Adapun Beberapa jenis peta yang perlu kita ketahui sebagi berikut:

a) Jenis peta berdasarkan  skalnya.

  1. Peta kadaster skala 1: 100 -1: 5.000
  2. Peta skala  besar skala  1 : 5.000 -  I : 250.000
  3. Peta skala  sedang skala  1 : 250.000 -  1 : 500.000
  4. Peta skala kecil skala  1 : 500.000 -  1 : 1000.000
  5. Peta geografi skala > 1: 1.000.000
b) Jenis peta berdasarkan  isinya.

1. Peta umum

Peta umum yaitu  peta yang menggambarkan  informasi  secara umum meliputi kenampakan  fisik maupun  sosial ekonomi. Ada dua macam  peta umum yaitu: peta topografi  dan peta korografi. Perbedaan kedua peta umum  tersebut  terletak  pada skala petanya.

  • Peta topografi yaitu peta yg mendeskripsikan bentuk relief (tinggi rendahnya) permukaan bumi. Dalam peta topografi dipakai garis kontur (countur line) yaitu garis yg menghubungkan loka-loka yang memiliki ketinggian sama.

Gambar peta topografi
  • Peta korografi, yaitu peta yg mendeskripsikan semua atau sebagian bagian atas bumi yang bersifat umum, dan umumnya berskala sedang. Contoh peta korografi sebagai berikut:
gambar peta korografi kalimantan

2. Peta khusus

Peta khusus  yaitu peta yang menggambarkan informasi  khusus  atau berdasarkan  topik-topik  tertentu. Contoh: peta kepadatan penduduk Banyumas, Peta persebaran sumberdaya alam indonesia, peta Curah hujan kec sumpiuh dll

Subscribe to receive free email updates:

Skala Peta

Skala adalah perbandingan jarak antara dua titik sembarang pada peta dengan jarak sebenarnya, dan satuan ukuran yg sama. Skala sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan. Skala peta dicari dengan memakai rumus berikut:

Jika ingin menyajikan data rinci maka digunakan skala akbar, misalnya 1 : 5.000. Sebaliknya, jika ingin ditunjukkan interaksi ketampakan secara holistik maka dipakai skala mini , contohnya skala 1 : 1.000.000

Contoh:

Untuk peta yg mempunyai skala 1 : 100.000, berarti jeda 1 cm pada peta sama dengan

100.000 cm jarak sebenarnya di bagian atas bumi.

Penulisan skala pada peta dapat berupa skala angka seperti pada atas, atau dalam bentuk skala garis (skala grafis). Garis atau batang pengukur tadi dibagi-bagi sebagai beberapa bagian dengan ukuran yang sama. Contoh:

Skala garis di atas dapat dibaca satuan jeda 1 centimeter di peta berbanding lurus dengan satuan jeda lima km di lapangan. Jika skala garis tersebut dikonversi atau diubah menjadi skala angka maka bisa ditulis menjadi 1 : 500.000. Atau engkau bisa membuatnya dalam bentuk skala kalimat (skala

ekspresi) karena skala dinyatakan pada bentuk kalimat. Skala ini umumnya masih ada pada peta-peta buatan Inggris, dan umumnya kurang dipakai. Misalnya kita menemukan kalimat ?One inch equals approximately 4,5 miles? (satu inci kurang lebih sama menggunakan 4,5 mil). Pernyataan tadi dapat diartikan bahwa satuan jeda 1 inci (dua,5 cm) pada peta berbanding lurus dengan satuan jeda 4,lima mil jeda sebenarnya di lapangan.

Subscribe to receive free email updates:

PENGINDERAAN JAUH DAN KOMPONENNYA

Gambar drone foto udara

Penginderaan jauh  adalah pengambilan data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau pengambilan data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, atau yang terbaru dengan teknologi drone)

Sistem penginderaan jauh bisa dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

  1. Sistem aktif adalah sensor penginderaan jauh yang dilengkapi alat pemancar dan alat penerima gelombang elektromagnetik
  2. Sistem pasif adalah sensor yang hanya dilengkapi dengan alat penerima pantulan gelombang elektromagnetik saja.

Beberapa ahli menaruh definisi penginderaan jauh, diantaranya:

Lindgren

Menurut lindgren penginderaan jauh adalah banyak sekali teknik yang dikembangkan buat memperoleh & menganalisis fakta tentang bumi.

Welson dan Bufon

Menurut Welson dan Bufon, penginderaan jauh merupakan ilmu, seni dan teknik buat memperoleh fakta tentang objek, area & tanda-tanda menggunakan indera & tanpa hubungan pribadi dengan objek, area, dan tanda-tanda tersebut.

Ada beberapa komponen krusial dalam penginderaan jauh, yaitu:

a. Sumber Tenaga

sumber tenaga pengindraan jauh terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Pengindraan Jauh Sistem Pasif, Pada pengindraan jauh sistem pasif, tenaga yang menghubungkan perekam dengan objek di bumi dengan menggunakan tenaga alamiah  yaitu matahari (dengan memanfaatkan tenaga pantulan), sehingga perekamannya hanya bisa dilakukan pada siang hari dengan kondisi cuaca yang cerah.
  2. Pengindraan Jauh Sistem Aktif, Pada pengindraan jauh sistem aktif, perekamannya dilakukan dengan tenaga buatan (dengan tenaga pancaran), sehingga memungkinkan perekamannya dapat dilakukan pada malam hari maupun siang hari, dandi segala cuaca.

b.  Atmosfer

Atmosfer mempunyai peranan untuk menghambat dan mengganggu tenaga atau sinar matahari yang datang (bersifat selektif terhadap panjang gelombang).Bagian darispektrum elektromagnetik yang mampu menembus atmosfer dan sampai ke permukaan bumi disebut  jendela atmosfer.

c.  Interaksi antara Tenaga dan Objek

Setiap objek mempunyai sifat eksklusif pada memantulkan atau memancarkan tenaga ke sensor. Objek yang poly memantulkan atau memancarkan energi akan tampak lebih cerah, sedangkan objek yg pantulan atau pancarannya sedikit akan tampak gelap.

D. Sensor

Sensor berfungsi buat mendapat & merekam energi yang tiba dari suatu objek. Kemampuan sensor dalam merekam objek terkecil dianggap menggunakan resolusi spasial

e. Perolehan Data

Perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual  secara visual, maupun dengan numerik atau digital. Perolehan data dengan menggunakan cara manual yaitu cara memperoleh data dengan menginterpretasi foto udara secara visual dengan alat bantu (stereoskop) . Perolehan data dengan cara numerik atau digital yaitu dengan menggunakan data digital melalui komputer.

Stereoscop

f.  Pengguna Data

Tingkat keberhasilan dari penerapan sistem pengindraan jauh ditentukanoleh pengguna data, Berdasarkan kerincian,keandalan, dan kesesuaian data dari sistem pengindaraan jauh akan  menentukandapat diterima atau tidaknya data pengindraan jauh oleh pengguna (user)

Subscribe to receive free email updates:

Penentuan Lokasi Industri

Banyak faktor yg perlu dipertimbangkan pada membangun industri pada suatu lokasi. Beberapa ahli mengungkapkan beberapa faktor yg dipertimbangkan dalam penentuan lokasi industri. Faktor tersebut menjadi berikut.

1) Industri Berorientasi Pasar (Market Oriented Industry)

Industri yg dibangun menggunakan tujuan lebih mendekatkan kepada konsumen atau pelanggan. Jarak lokasi industri dengan konsumen menjadi galat satu pertimbangan pada membentuk

industri. Selain itu, kualitas barang output industri, yang terkait menggunakan mutu, model, keawetan, & kegunaan barang berpengaruh dalam poly sedikitnya konsumen barang output industri tersebut.

2) Industri Berorientasi Permintaan (Supply Oriented Industry)

Industri yang dibangun dengan tujuan menyediakan barangbarang kebutuhan konsumen. Apa yang dibutuhkan konsumen menjadi dasar pertimbangan didirikannya suatu industri. Selain itu, fasilitas pendukung seperti jalan, listrik, dan telepon  juga dipertimbangkan.

3) Industri Berorientasi Tenaga Kerja (Power Oriented Industry)

Industri ini dibangun dengan tujuan mendayagunakan tenaga kerja. Lokasi industri berada pada wilayah yang tersedia poly energi kerja.

4) Industri Berorientasi Bahan Mentah (Raw Material Oriented Industry)

Industri yang dibangun menggunakan tujuan memanfaatkan bahan mentah yang tersedia. Lokasi industri ini berada di wilayah yg menyediakan bahan mentah. Alasan pembangunan industri pada daerah yg memiliki bahan mentah banyak, antara lain karena volume bahan mentah yang berat atau akbar

juga kondisi bahan mentah yang cepat rusak, sehingga harus cepat diolah.

Subscribe to receive free email updates:

Komponen Komponen Peta

Peta tersusun atas beberapa unsur atau komponen, sehingga menyatu menjadi sebuah peta. Komponen-komponen atau unsur-unsur peta antara lain

1. Judul peta

dua. Garis astronomis

3. Inset

4. Garis tepi peta

5. Sumber peta

6. Tahun pembuatan peta

7. Mata angin

8. Simbol peta

9. Warna peta

10. Legenda peta

11. Lettering

12. Skala peta

1. Judul

Mencerminkan isi sekaligus tipe peta. Penulisan judul umumnya di permukaan tengah, atas kanan, atau bawah. Walaupun demikian, sedapat mungkin diletakkan di kanan atas.

2. Legenda

Legenda merupakan keterangan berdasarkan simbol-simbol yang adalah kunci buat memahami peta.

3. Orientasi/tanda arah

Pada umumnya, arah utara ditunjukkan sang tanda panah ke arah atas peta. Letaknya di tempat yg sesuai bila ada garis lintang & bujur, koordinat bisa sebagai petunjuk arah.

4. Skala

Skala adalah perbandingan jeda pada peta dengan jarak sesungguhnya pada lapangan. Skala ditulis pada bawah judul peta, pada luar garis tepi, atau di bawah legenda. Skala dibagi sebagai 3, yaitu:

Skala nomor . Misalnya 1 : dua.500.000. Ialah setiap 1 centimeter jeda pada peta sama menggunakan 25 km satuan jeda sebenarnya.

Skala garis. Skala ini dibentuk dalam bentuk garis horizontal yang mempunyai panjang tertentu dan tiap ruas berukuran 1 cm atau lebih buat mewakili jeda tertentu yg diinginkan sang produsen peta. Skala ekspresi, yakni skala yg ditulis dengan istilah-istilah.

5. Simbol

Peta Simbol peta merupakan pertanda atau gambar yg mewakili kenampakan yang terdapat bagian atas bumi yang masih ada pada peta kenampakannya,Berdasarkan bentuknya simbol dibedakan sebagai tiga, yaitu sebagai berikut:

a. Simbol Garis

Simbol garis digunakan buat mewakili data geografis yang herbi jeda, model : sungai, jalan, rel dan batas daerah.

B. Simbol Titik

Simbol Titik dipakai buat mewakili loka, model : kota, gunung & objek-onjek krusial lainnya.

c.  Simbol Area

Simbol Area digunakan untuk mewakili suatu  luasan tertentu, contoh : danau, rawa, gurun dan hutan.

6.  Tipe Huruf (Lettering)

Lettering berfungsi buat mempertebal arti menurut simbol-simbol yang ada. Macam penggunaan letering:

Obyek Hipsografi ditulis menggunakan huruf tegak, model: Surakarta

Obyek Hidrografi ditulis menggunakan huruf miring, model: Laut Jawa

7.Garis Astronomis

Garis astronomis terdiri atas garis lintang dan garis bujur yang digunakan untuk menunjukkan letak suatu tempat atau wilayah yang dibentuk secara     berlawanan arah satu sama lain sehingga embentuk vektor yang menunjukan letak astronomis.

8. Inset

Inset merupakan peta mini yg disisipkan di peta primer. Macam-macam inset antara lain:

Inset penunjuk lokasi, berfungsi menunjukkan letak wilayah yg belum dikenali

Inset penjelas, berfungsi buat memperbesar daerah yg dianggap penting

Inset penyambung, berfungsi buat menyambung daerah yg terpotong pada peta utama

10. Garis Tepi Peta

Garis tepi peta adalah garis buat membatasi ruang peta & untuk meletakkan garis astronomis, secara beraturan dan sahih pada peta.

11. Sumber dan Tahun Pembuatan

Sumber peta adalah surat keterangan menurut mana data peta diperoleh.

12. Garis Lintang dan Garis Bujur

Garis lintang adalah garis yg melintang berdasarkan arah barat - timur atau dari arah timur - barat Garis bujur adalah garis yg membujur berdasarkan arah utara - selatan atau selatan - utara.

Subscribe to receive free email updates: