Cara mengukur Suhu Udara pada Ketinggian Tempat Tertentu

Bagaimana memilih suhu udara suatu loka berdasarkan ketinggiannya? Penentuan suhu udara suatu loka dapat dilakukan dengan rumus menjadi berikut.

1) Jika hanya diketahui ketinggian suatu loka.

Ket.

T = Suhu udara yg dicari (?C).

26,tiga = Konstanta (suhu udara homogen-rata di wilayah pantai tropis).

0,6 = Konstanta.

H = Tinggi loka dalam ratusan meter.

Contoh soal:

Berapa suhu udara di wilayah A, jika mempunyai ketinggian 1.500 m berdasarkan permukaan bahari?

Jawab:

T = 26,tiga ? 0,6 (15)

= 26,3 ? 9

= 17,3?C

Jadi, suhu udara di daerah A adalah 17,tiga?C.

2) Jika diketahui ketinggian 2 loka, yg satu diketahui suhu udaranya & yang satu tidak.

?T = Selisih suhu udara antara tempat 1 dengan loka 2 (?C).

X = Ketinggian loka yang diketahui suhu udaranya (m).

X 1,dua = Ketinggian tempat yg dicari suhu udaranya (m).

Contoh soal:

Kota A mempunyai ketinggian 50 m di atas permukaan bahari. Ratarata suhu udara pada kota A merupakan 28?C. Berapakah homogen-rata suhu udara kota B yang mempunyai ketinggian 260 m di atas bagian atas bahari?

Jawab:

?T

= 0,006 (lima ? 215) ? 1?C

= ?1,26?C

Jadi, suhu udara kota B = 28?C ? 1,26?C

= 26,74?C

Subscribe to receive free email updates:

Kelembaban Udara

Bagaimanakah syarat udara yang bisa kamu rasakan pada wilayah pegunungan dan di dataran rendah? Udara pada pegunungan terasa sejuk dan dingin. Sedang udara pada dataran rendah terasa kering & panas.Mengapa demikian? Udara terasa sejuk karena mengandung poly uap air atau tingkat kelembapannya tinggi. Sedang udara terasa keringkarena kandungan uap air sedikit atau tingkat kelembapannya rendah. Perlu diingat bahwa semakin tinggi suhu udara, kemampuanmenyimpan uap air semakin poly, dan kebalikannya. Jadi, kelembapan udara dipengaruhi suhu. Kelembapan udara dibedakan menjadikelembapan absolut atau absolut, dan kelembapan nisbi atau relatif.

A. Kelembapan Mutlak atau Absolut

Apakah yg dimaksud kelembapan absolut atau mutlak?

Untuk mengetahuinya, coba perhatikan gambar pada samping.Pada gambar itu bisa dilihat bahwa evaporasi berlangsung dalam wadah tertutup. Uap air semakin lama bertambah banyak,lalu terjadi kondensasi. Tetes-tetes air yg terbentuk mengumpul pada bawah tutup wadah. Pada ketika eksklusif udara pada wadah tidak mampu lagi menyerap molekul uap air. Keadaan ini telah mencapai jenuh uap air.

Dari penerangan di atas dapat diketahui bahwa kelembapanmutlak adalah jumlah uap air aktual pada volume udara tertentu dan pada suhu udara eksklusif. Udara hangat lebih berpotensi menahan uap air daripada udara dingin. Dengan demikian,kelembapan mutlak lebih tinggi di daerah tropis dibanding di daerah sedang yang dingin. Kelembapan mutlak lebih sulit ditentukan atau diukur dibanding kelembapan relatif.

B. Kelembapan Relatif atau Nisbi

Kelembapan relatif secara eksklusif dipengaruhi oleh perubahan suhu udara. Jika suhu udara naik, maka jumlah uap air yg dapat dikandung jua semakin tinggi sebagai akibatnya kelembapan relatifnya turun. Dan sebaliknya, apabila suhu udara turun, kelembapan relatifnya naik, lantaran kapasitas udara menyimpan uap air berkurang. Kelembapan nisbi memberitahuakn perbandingan jumlah uap air aktual di udara menggunakan jumlah maksimum uap air yg bisa dikandung udara dalam suhu eksklusif.

Kelembapan nisbi (LR) dapat dirumuskan menjadi berikut.

LR = Kelembapan nisbi (%).

E = Kandungan uap air aktual di udara.

E = Kemampuan maksimal udara dalam mengandung uap air.

Contoh:

Daya tampung maksimum udara buat menyimpan uap air pada suhu 20? C merupakan 30 gr/m3

Uap air yang terkandung dalam udara saat pengukuran adalah 15 gr/m3  . Berapakah kelembapan relatifnya?

Jawab

Pengukuran Kelembapan Relatif

Kelembapan relatif bisa diukur dengan memakai higrometer. Alat ini umumnya terdiri atas

termometer bola kemarau dan termometer bola basah. Disebut termometer bola basah lantaran higrometer pada pangkal bola dibungkus kain bersumbu dan jenuh air. Dan, termometer suhunya adalah termometer biasa. Untuk mengetahui kelembapan relatif dalam saat eksklusif, dibutuhkan catatan mengenai suhu udara menurut termometer bola kemarau, serta menghitung disparitas antara pembacaan bola kering & basah yg dianggap penurunan bola basah (wet bulb depression).

Subscribe to receive free email updates:

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Angin

Angin dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti berlayar, menggerakkan kincir, dan mengeringkan jemuran. Tetapi, jika angin memiliki kecepatan tinggi, maka tiupan bisa  memorak porandakan daerah yang dilaluinya. Angin bertiup dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Hal-hal yang berkaitan dengan angin antara lain kecepatan, arah, dan sistem angin.

Kecepatan angin yang bertiup ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:

1) Gradien Barometris

Perbedaan tekanan udara antara 2 tempat akan menghasilkan angin. Semakin akbar disparitas tekanan udara, maka angin yg bertiup pun akan semakin kencang atau bertenaga.

Sebagaimana yang dirumuskan dalam hukum Stevenson. Menurut Stevenson kekuatan angin yang bertiup berbanding lurus menggunakan gradien barometernya. Semakin besar gradien barometernya, semakin bertenaga angin yang bertiup. Gradien barometer merupakan disparitas tekanan udara antara dua isobar dalam tiap jarak lurus 15 meridian atau 111 km.

Contoh soal:

Diketahui dua isobar X dan Y. Isobar X mempunyai tekanan udara 1.450 mb (milibar) dan isobar Y mempunyai tekanan udara 1.150 mb. Jika jarak X & Y merupakan 600 km, berapakah gradien barometernya?

Jawab:

Perbedaan tekanan X & Y = 1.450 ? 1.150 = 300 mb.

2) Relief Permukaan Bumi

Relief yang tidak rata menjadi penghambat bagi aliran atau tiupan angin. . Di daerah perbukitan aliran angin terhambat bukit-bukit, sehingga bertiup dengan kecepatan lebih lambat dibanding  di daerah dataran.

Tiga) Ketinggian Tempat

Tiupan angin ditempat yang tinggi lebih kencan daripada tiupan angin di loka yang rendah ? Misalnya saat kalian naik gedung bertingkat akan merasakan tiupan angin yg kencang waktu pada puncak yang lebuh tinggi.

4) Letak Lintang

Letak lintang berkaitan menggunakan posisi Matahari. Di wilayah lintang rendah banyak menerima sinar Matahari, sebagai akibatnya lebih panas dibandingkan pada daerah lintang tinggi. Dan kebalikannya, di daerah lintang tinggi lebih sedikit mendapatkan sinar Matahari sehingga suhu udaranya pun lebih dingin dibanding daerah lintang rendah. Perbedaan panas ini mengakibatkan sistem angin primer pada Bumi. Selain itu, atmosfer pula ikut berotasi dengan Bumi. Molekul-molekul udara berkecimpung ke arah timur sinkron arah rotasi Bumi. Gerakan ini diklaim gerakan linier. Bentuk Bumi yang bulat mengakibatkan kecepatan linier tertinggi di wilayah ekuator (letak lintang rendah) & makin kecil ke arah kutub (letak lintang tinggi).

Lima) Panjang Siang dan Malam

Jika dirasakan, kecepatan angin pada saat siang & malam berbeda. Angin bertiup lebih cepat siang hari dibanding malam hari. Panjang siang & malam pada beberapa wilayah nir sama sebagai akibatnya menyebabkan tekanan udara maksimum & minimum berubah-ubah. Akibatnya, arah aliran udara tidak tetap atau nir menentu.

Subscribe to receive free email updates:

El Nino dan La Nina

El Nino dan La Nina, mirip seperti nama orang. Tetapi, sebenarnya El Nino dan La Nina merupakan gejala iklim yang menyimpang  dari kondisi normal. Penyimpangan ini merupakan gejala ekstrem osilasi selatan yang penyebabnya masih belum jelas. Gejala El Nino dan La Nina terjadi setiap kurun waktu 2 sampai dengan 10 tahun. Wilayah yang terkena dampak dari El Nino dan La Nina adalah Asia, Australia, Afrika, dan Amerika Selatan. Bagaimana terjadinya El Nino dan La Nina dan apa dampaknya? Simak paparan berikut ini.

1. El Nino

Pada pola cuaca yg normal, angin timur di Samudra Pasifik bertiup ke barat dan mendorong air bahari hangat ke bagian atas. Akibatnya, air laut pada bagian barat samudra lebih hangat dua? C & lebih tinggi 40 centimeter. Di bagian timur samudra, air laut dingin menggantikan air bahari hangat. Keadaan ini mengakibatkan udara lembap hangat naik di bagian barat dengan membawa uap air & menyebabkan hujan. Sedang udara di bagian timur yg kering dan dingin turun dan bertiup di pantai Amerika selatan.

El Nino menyebabkan pola cuaca normal mengalami pergeseran. Angin pasat tenggara melemah sebagai akibatnya arus laut hangat yang umumnya sampai di bagian barat Samudra Pasifik balik ke timur. Sebenarnya, pola Sirkum El Nino sama dengan pola cuaca normal, hanya arah alirannya terbalik. Keadaan ini mengakibatkan angin pasat yg kaya uap air & berpotensi mendatangkan banyak hujan tidak hingga daerah Asia dan Australia, sebagai akibatnya menyebabkan kekeringan hebat di wilayah ini, termasuk Indonesia. Angin pasat yang kembali ke arah timur dengan membawa banyak uap air menyebabkan hujan sangat lebat di daerah Amerika selatan, misalnya Peru dan Ekuador. Bahkan,

gurun di wilayah ini mengalami banjir dan tanah longsor. Coba perhatikan disparitas syarat iklim normal menggunakan syarat selama El Nino di Samudra Pasifik pada gambar ini dia.

2. La Nina

Sifat dari La Nina antagonis menggunakan El Nino. La Nina terjadi jika arus udara dan arus air bahari saling memperkuat sehingga angin pasat bertiup dengan kencang. Angin pasat yg bertiup kencang menyebabkan air laut hangat mengalir ke arah barat. Akibatnya, daerah barat, yaitu daerah bagian Asia, Australia, & Afrika mengalami musim hujan sangat lebat. Sebaliknya, wilayah Amerika Selatan mengalami kekeringan hebat. Perhatikan pola cuaca selama La Nina berlangsung dalam gambar di bawah ini.

Subscribe to receive free email updates:

Faktor yang Memengaruhi Suhu Udara

Di depan telah disampaikan bahwa energi sinar Matahari berfungsi memanaskan atmosfer. Pemanasan atmosfer menyebabkan peningkatan suhu udara. Apa yang dimaksud dengan suhu udara? Suhu udara menunjukkan tingkat panas atau  dinginnya atmosfer. Suhu udara itu sendiri merupakan salah satu unsur penting dari cuaca dan iklim. Berdasarkan pengamatan, suhu udara bervariasi dari waktu ke waktu dan dari satu tempat ke tempat lain.

Faktor yg Memengaruhi Suhu Udara

Tempat-tempat di permukiman Bumi mempunyai suhu udara yang berbeda-beda dan bersifat menyebar. Suhu permukaan Bumi menyebar secara horizontal & vertikal. Persebaran secara horizontal memperlihatkan suhu udara tertinggi masih ada pada daerah tropis (ekuator) dan semakin ke arah kutub suhu udara semakin dingin. Sedang persebaran secara vertikal menampakan, semakin tinggi tempat,maka suhu udara semakin dingin. Perbedaan suhu udara pada poly tempat ditentukan faktorfaktor

sebagai berikut.

1) Letak lintang.

2) Ketinggian loka.

3) Jenis permukaan.

4) Kelembapan udara.

Lima) Tutupan awan pada angkasa.

6) Arus samudra.

7) Jarak dari laut.

B. Pengukuran Suhu Udara

Suhu udara diukur menggunakan termometer. Pada umumnya, termometer yang dipakai merupakan termometer maksimum?Minimum. Sesuai menggunakan namanya, indera pengukur suhu udara ini terdiri atas termometer maksimum & termometer minimum. Termometer lain yg bisa digunakan buat mengukur suhu udara merupakan termometer adonan berbentuk ?U? Yang dianggap termometer six. Termometer ini berisi alkohol & air raksa. Suhu udara bisa diukur secara harian, bulanan, dan tahunan.

Subscribe to receive free email updates: